Kegiatan pemberantasan jentik nyamuk adalah upaya untuk menghilangkan larva nyamuk (jentik) agar tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa yang bisa menularkan penyakit seperti Demam Berdarah Dengue, Malaria, dan Chikungunya.
Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rutin di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat dengan langkah-langkah berikut:
1. Menguras
Membersihkan dan menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, atau ember secara berkala (minimal seminggu sekali) agar jentik tidak sempat berkembang.
2. Menutup
Menutup rapat semua tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk bertelur.
3. Mendaur ulang / Mengubur
Mengelola barang bekas seperti kaleng, botol, atau ban yang dapat menampung air hujan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
4. Memantau jentik (PSN)
Melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, sering disebut sebagai kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), biasanya oleh kader kesehatan atau warga.
5. Menggunakan larvasida
Menaburkan bahan pembunuh jentik (larvasida) pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
6. Menjaga kebersihan lingkungan
Membersihkan selokan, talang air, dan halaman agar tidak ada genangan air.
Secara umum, kegiatan ini dikenal dengan prinsip 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang + langkah tambahan). Tujuannya adalah memutus siklus hidup nyamuk sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah.