Gambaran Umum
Kampung KB Kamboja Desa Gedangan,
Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo terdiri dari 44 RT dan 6 RW terbagi
menjadi 2 Dusun 6 Dukuh antara lain: Gedangan, Beran, Ngemplak, Jlopo,
Gadungkerep dan Wangkah. Luas wilayah Desa Gedangan ± 174.674 Ha dengan batas
wilayah:
a)
Sebelah Utara :
Desa Madegondo dan Desa Kwarasan Kecamatan Grogol
b)
Sebelah Barat :
Desa Manang dan Desa Kadilangu Kec. Baki
c)
Sebelah Selatan : Desa Langenharjo dan Desa Kudu Kec.
Baki
d) Sebelah Timur : Desa Madegondo dan Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol.
Sejarah asal-usul Desa Gedangan berasal dari kata “DANGAN” yang berasal dari kata jawa yang artinya Legha ( Longgar ) ini didapat pada zaman Kerajaan Kasunanan Surakarta pada Pemerintahan “ PAKU BUWANA X” pada masa itu bangsa kita sedang dilanda peperangan oleh para tentara sekutu Belanda dan Inggris, sekitar Tahun 1900-an Pemerintahan kerajaan itu pun terdesak oleh penjajah, harus berjuang dan mengamankan diri ke berbagai wilayah, dari punggawa/pembesar kerajaan itulah yang kemudian dimana dia lewati atau punggawa itu singgah/istirahat sambil memberikan nama suatu perkampungan atau perdesaan termasuk salah satunya adalah Desa Gedangan. Punggawa kerajaan yang sedang bersinggah di tempat itu merasakan ketenangan longgar dan merasa nyaman, sejak itulah dinamakan Desa Gedangan. Pada waktu itu Negara Republik Indonesia belum Merdeka.
Setelah Kemerdekaan Republik Indonesia
diproklamasikan oleh Ir. Soekarno dan H.
Moh. Hatta pada Tanggal 17 Agustus 1945, mulailah terbentuk Pemerintahan
Tinggkat Pusat hingga Pemerintah Desa.
Desa Gedangan pada awal Pemerintahan pada tahun 1945 – 1950 di pimpin seorang Kepala Kelurahan yaitu Raden Karto Wirejo (Kepala Desa yang pertama), dilanjutkan Raden Ngabei Gito Puspito pada tahun 1951 – 1960 (Kepala Desa yang kedua). Pada waktu itu Pemerintahan penuh dengan dinamika berdirinya ormas – ormas di masyarakat sehingga terjadi pergantian pimpinan di desa Gedangan yang pada waktu itu Pemerintah Kabupaten masih dalam pengawasan dan sangat dipengarui oleh keraton Kasunanan Surakarta dan telah ditunjuk seorang pimpinan yang selanjutnya kepala Desa Gedangan ketiga yaitu Raden REKSO WARDOYO, yang sebelumnya sudah menjabat sebagai sekretaris Desa Gedangan. Kemudian memimpin pemerintahan di Desa Gedangan pada tahun 1961- 1970, pada masa itupun kondisi masyarakat belum stabil karena pengaruh pecahnya organisasi Partai Komunis Indonesia yang membuat situasi pemerintahan tidak stabil, sedikit agak kacau yang diwarnai kekawatiran disana sini, yang saling mencari kesempatan berkuasa. Kemudian pimpinan pemerintahan desa di Desa Gedangan pun susah untuk menentukan seorang kepala Desa yang di segani, tegas dan yang berwibawa. Namun pada akhirnya Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberikan suatu kebijakan, yaitu menunjuk dari aparat Kepolisian Polsek Grogol sebagai kepala Desa Gedangan yang keempat yang netral dari golongan manapun yaitu Bapak Suyadi Yoso Sudarmo untuk menjabat sebagai Kepala Desa (PJ) pada tahun 1971 – 1982, karena masyarakat Desa Gedangan sudah mulai berpikir maju dan memberanikan diri untuk mengadakan Pemilihan Kepala Desa secara langsung, terpilihlah Sutarjo seorang Pegawai Negeri Sipil (Guru SD) sebagai kepala Desa Gedangan yang kelima, untuk memimpin Pemerintahan Desa Gedangan selama dua periode dari tahun 1983 – 1997, dengan berbagai kemajuan di bidang Pembangunan Jiwa/Spiritual dan Pembangunan Fisik.
Pada periode berikutnya terpilihlah Sutrisno seorang wiraswasta memimpin sebagai kepala kelurahan Gedangan yang keenam pada tahun 1998-2006 selama 8 tahun (satu periode) kemudian kembali diadakan pemilihan Kepala Desa pada tahun 2006 terpilihlah H. Agus Tri Raharjo seorang pengusaha percetakan buku di Desa Gedangan sebagai Kepala Desa yang ketujuh. Memimpin sejak tahun 2006 hingga tahun 2014, beliau memberikan kontribusi memajukan masyarakat di berbagai bidang yakni bidang mental spiritual, pembangunan fisik dan pembangunan ekonomi dan kebudayaan serta kerukunan umat dan antar pemeluk agama Serta membentuk kodisi pemerintahan yang terbuka dengan mengutamakan pelayanan cepat yang intelektual dengan administrasi transparansi good goverment, H. Agus Tri Raharjo menjabat Kepala Desa pada periode kedua hanya selama 2 tahun, karena beberapa pertimbangan kemudiaan beliau mengundurkan diri sebagai Kepala Desa Gedangan selanjutnya mulai pada tanggal 17 Desember 2013 diteruskan oleh Srihono, S.Sos sebagai Pejabat Kepala Desa yang sekaligus sebagai Sekretaris Desa. Hingga terpilihnya kepala Desa Definitif. Pada tahun 2021 akhir diadakan pemilihan Kepala Desa yang baru. Dan yang terpilih adalah Bp. H. Srinoto, SP . Beliau menjabat sampai saat ini.
Total penduduk Kampung KB Kamboja Desa Gedangan adalah 7.770 orang, terdiri 3.900 orang laki-laki dan 3.870 orang perempuan. Terdiri dari berbagai macam profesi atau pekerjaan. Meskipun terletak di wilayah Perkotaan dan penduduknya bersifat heterogen, masyarakat Kampung KB Kamboja Desa Gedangan ini dikenal dengan kesederhanaa dan kegotongroyongan yang sangat kental.
Dari total luas wilayah Desa Gedangan ada sekitar ± 30.000 Ha lahan pertanian. Meskipun lahan pertanian tidak terlalu luas, masih bisa memberikan konstribusi dalam menopang persediaan pangan bagi masyarakat Desa Gedangan.
Setelah perkembangan zaman yang
semakin pesat, semakin berkurang juga lahan pertanian yang berada di Desa
Gedangan. Sebagian sudah berubah menjadi Perumahan, Pabrik dan Tanah
Kering/tegalan.
Dikarenakan hal tersebut telah banyak dari pendukuk yang beralih profesi menjadi pelaku UMKM demi kelangsungan hidup. Dari pelaku UMKM di Kampung KB Kamboja Desa Gedangan, masih banyak yang membutuhkan pelatihan, suntikan modal serta fasilitas peralatan yang memadai.
Kampung KB Kamboja Desa Gedangan, Kecamatan
Grogol sangat berharap adanya dukungan dari pihak pemerintah, swasta dan kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.