Gambaran Umum


 GAMBARAN UMUM KAMPUNG KB DESA NGLEBUR

 

A.  GAMBARAN UMUM

LATAR BELAKANG

Secara Umum

Mendengar istilah “Kampung?, kesan yang muncul di pikiran kita pasti akan tertuju pada suatu tempat hunian dari sekumpulan orang atau keluarga dengan segala keterbelakangan, keterbatasan, tertinggal, kolot, kumuh, terpencil, dan beberapa sebutan lainnya yang terkait dengan kampung.

Memang tidak dapat kita pungkiri, bahwa kampung sangat identik dengan istilah-istilah seperti itu, begitu juga halnya dengan istilah Kampung KB yang akhir-akhir ini menjadi icon yang cukup populer tidak hanya dikalangan para pengelola program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK) dalam hal ini BKKBN, akan tetapi juga banyak diperbincangkan oleh lembaga-lembaga departemen ataupun non-departemen mulai dari tingkat daerah sampai ketingkat pusat.

Sejak Kampung KB ini dicanangkan oleh Bapak Presiden RI (Ir.Joko Widodo) pada bulan januari 2016, bahwa Kampung KB ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat mulai dari kalangan bawah, menengah sampai kepada masyarakat kalangan elit, dan bahkan tulisan-tulisan mengenai kampung KB banyak mengisi kolom-kolom pemberitaan di media massa (surat kabar, majalah, tabloid) dan bahkan menjadi pemberitaan yang cukup hangat dan populer di media-media elektronik. Lantas kenapa kampung KB ini dibentuk, ada beberapa hal yang melatar belakanginya, yaitu:

1. Program KB tidak lagi bergema dan terdengar gaungnya seperti pada era Orde Baru

2. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara         melalui program KKBPK serta pembangunan sector terkait dalam rangka

     mewujudkan keluarga kecil berkualitas;

3. Penguatan program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk      masyarakat;

4. Mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia yang tertuang dalam Nawacita terutama agenda prioritas ke-3 yaitu “Memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan" serta Agenda Prioritas ke-5.  yaitu "Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia";

5. Mengangkat dan menggairahkan kembali program KB guna menyongsong tercapainya bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2010 – 2030.


 

 

TUJUAN PEMBENTUKAN

              Secara umum, tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan secara khusus, Kampung KB ini dibentuk selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

 

SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN

Pada dasarnya ada tiga hal pokok yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai syarat dibentuknya Kampung KB dalam suatu wilayah, yaitu :

•   Pertama, tersedianya data kependudukan yang akurat.

•   Kedua, dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah.

•   Ketiga, partisipasi aktif masyarakat

 

KRITERIA WILAYAH
Dalam memilih atau menentukan wilayah yang akan dijadikan lokasi Kampung KB ada tiga kriteria yang dipakai, yaitu :

 

1   Kriteria utama: yang mencakup dua hal, yaitu:

a.   Jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan KS 1 (miskin) di atas rata-rata Pra Sejahtera

b.  jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan   Di  mana kampung KB tersebut berlokasi.

c.   jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan   Di  mana kampung KB tersebut berlokasi.

2   Kriteria wilayah: yang mencakup 10 kategori wilayah (dipilih salah satu), yaitu:

1     Kumuh

2     Pesisir

3     Daerah aliran sungai

4     Bantaran Kereta Api

5     Kawasan Miskin

6     Terpencil

7     Perbatasan

8     Kawasam Industri

9     Kawasan Wisata

10  Kawasan Padat Penduduk

Selanjutnya dalam menentukan kriteria wilayah yang akan dijadikan sebagai lokasi pembentukan Kampung KB dapat dipilih satu atau lebih dari sepuluh criteria yang ada.

 

3

Kriteria Khusus: yang mencakup 5 hal, yaitu:

 

1.     

kriteria data di mana setiap RT/RW memiliki Data dan Peta Keluarga,

2.     

kriteria kependudukan di mana angka partisipasi penduduk usia sekolah rendah,

3.     

kriteria program KB di mana peserta KB Aktif dan Metode Kontrasepsi Jangka    Panjang (MKJP) lebih rendah dari capaian rata-rata tingkat desa/kelurahan serta tingkat unmet need lebih tinggi dari rata-rata tingkat desa/kelurahan

4.     

kriteria program pembangunan keluarga di mana partisipasi keluarga

dalam pembinaan ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi dan

partisipasi remaja dalam kegiatan GenRe melalui PIK-R masih rendah,

5.     

kriteria program pembangunan sektor terkait yang mencakup

setidaknya empat bidang, yakni kesehatan, ekonomi, pendidikan,

 pemukiman dan lingkungan, dan masih bisa ditambah dengan

program lainnya sesuai dengan perkembangan

 

SASARAN KEGIATAN

                   Sasaran kegiatan yang merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada Kampung KB selain keluarga. PUS, lansia, dan remaja juga keluarga yang memiliki balita, keluarga yang memiliki remaja dan keluarga yang memiliki lansia.

                   Sedangkan sasaran sektoral disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing yang pelaksananya adalah Kepala Desa/Lurah, Ketua RW, Ketua RT, PKB, Petugas lapangan sektor terkait, TP PKK, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam hal ini PPKBD dan Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokohagamat, tokoh pemuda serta kader pembangunan lainnya.

Kenapa Harus Kampung KB?

 

                  Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai dasar pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menekan kewenangan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk tidak memfokuskan hanya pada masalah Pengendalian Penduduk saja namun masalah Pembangunan Keluarga juga harus mendapatkan perhatian. Karena itu, dalam rangka penguatan program KKBPKtahun 2015-2019, BKKBN diharapkan dapat menyusun suatu kegiatan yang dapat memperkuat upaya pencapaian target atau sasaran yang secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sehubungan dengan itu, maka untuk menjawab tantangan tersebut digagaslah program Kampung KB. Melalui wadah Kampung KB ini nantinya diharapkan pelaksanaan program KKBPK dan program-program pembangunan lainnya dapat berjalan secara terpadu dan bersamaan. Hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Agenda Prioritas Pembangunan terutama agenda prioritas ke 3 yaitu “Memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan".
                Oleh karena itu cukup beralasan apabila pembangunan kependudukan dimulai dari wilayah-wilayah pinggiran yaitu kampung. Karena kampung merupakan cikal bakal terbentuknya desa, dan apabila pembangunan pada seluruh kampung maju, maka desapun akan maju. Dan apabila seluruh desa maju maka sudah barang tentu negarapun akan menjadi maju.

 

KAMPUNG KAB SEBAGAI WAHANA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

               Walaupun pembentukan Kampung KB diamanatkan kepada BKKBN, akan tetapi pada prinsipnya Kampung KB merupakan perwujudan dari sinergi antara beberapa kementerian terkait dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, mitra kerja, dan pemangku kepentingan, serta tidak ketinggalan partisipasi langsung masyarakat setempat. Oleh sebab itu Kampung KB ini diharapkan menjadi miniatur atau gambaran (potret) dari sebuah desa yang didalamnya terdapat keterpaduan dari program pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga yang disinergikan dengan program pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

              Hal ini sesuai dengan definisi dari Kampung KB itu sendiri yaitu ”satuan wilayah setingkat RW, dusun, atau yang setara, yang memiliki kriteria tertentu, di mana terdapat keterpaduan Program KKBPK dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis?.

               Jadi Kampung KB sebenarnya dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program KKBPK guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan dan mengaflikasikan 8 (delapan) fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat. Dengan demikian kegiatan yang dilakukan pada Kampung KB tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi, akan tetapi merupakan sebuah program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya.
                  Sehingga wadah Kampung KB ini dapat kita jadikan sebagai wahana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam program yang mengarah pada upaya merubah sikap, prilaku dan cara berfikir (mindset) masyarakat kearah yang lebih baik, sehingga kampung yang tadinya tertinggal dan terbelakang dapat sejajar dengan kampung-kampung lainnya, masyarakat yang tadinya tidak memiliki kegiatan dapat bergabung dengan poktan-poktan yang ada, keluarga yang tadinya tidak memiliki usaha dapat bergabung menjadi anggota UPPKS yang ada.


            DATA UMUM DESA

NAMA KEPALA DESA: WENDRO SUYOSO,S.Sos

NAMA PETUGAS         : ANIK INDARWATI

PEKERJAAN                 : PERANGKAT DESA

 

Jumlah Penduduk DESA NGLEBUR berdasarkan Profil Desa tahun 2025 sebesar 1739 jiwa yang terdiri dari 860 laki laki dan 879 perempuan. Sedangkan pertumbuhan penduduk dari tahun 2025 sampai dengan tahun 2025 adalah sebagai berikut :

 

 

Tabel

1

 

 

 

 

Pertumbuhan Penduduk

 

 

Jenis Kelamin

 

2021

2022

 

2023

 

 

 

 

 

 

Laki laki

 

874

854

 

860

Perempuan

 

909

892

 

879

Jumlah

 

1773

1746

 

1739

Sumber Data Profil Desa Tahun 2023

Menurut sumber Data dari BPS tahun 2020 jumlah KK Miskin di Desa 181 adalah mencapai 80 % yang tersebar di 3 RW. RW yang tingkat prosentase kemiskinanya paling rendah yaitu RW 01 dengan prosentase 20% sedangkan prosentase kemiskinan tertinggi berada di RW 03 dengan prosentase 34 %.

2.2.2 Profil Desa

          DESA NGLEBUR Kecamatan Kedungpring adalah  salah satu dari 452 desa yang berada di wilayah Kabupaten Lamongan. Kondisi wilayah DESA NGLEBUR adalah merupakan daerah daratan dengan ketinggian 1.115 meter di atas permukaan laut dan merupakan dataran  dengan ketinggian ± 500 meter di atas permukaan laut.

         Batas wilayah DESA NGLEBUR adalah sebagai berikut :

-     Sebelah utara            : Desa Sidomlangean

-     Sebelah barat            : Desa Majenang

-     Sebelah selatan         : Desa Tenggerejo

-     Sebelah timur            : Desa Sidorejo

Luas wilayah desa 269.745 ha. Dari luas wilayah tersebut, pemanfaatannya adalah sebagai berikut :

-       Pertanian                                               :  292 ha.

-       Permukiman                                          :    7   ha.

-       Makam Umum                                     :   1.00 ha.

Kondisi detail desa bisa bica dari peta sosial sosial. Dimana dalam peta sosial dasa mengambarkan berbagai macam yang berkaitan dengan desa mulai dari tingkat kemiskikan jumlah, batas desa, bangunan yang ada di desa serta hal-hal yang lainya. Untuk mengetahui secara detail kondisi DESA NGLEBUR Kecamatan CONTOH beserta masalahnya sebagaimana lampiran.

2.2.1.1  Legenda Dan Sejarah Desa

Sejarah Desa menurut sumber cerita dari para sesepuh Desa Nglebur, bahwa terjadinya Desa Nglebur dimulai sekitar tahun 1.831-san Bulan Oktober . ketika itu ada 2 orang Pengikut dari Pangeran Diponegoro  yang bernama Mbah SURANI  dan Istrinya MBAH SUMINING  yang singgah di Desa yang subur tanah nya. Dua Orang tersebut sangat linuih dan betah tinggal di desa ini dan bertekat ingin bubak alas untuk kehidupan anak turunnya. Setelah berhasil bubak alas , dan menjadikan kawasan tersebut sebagai Daerah hunian, maka pada akirnya Desa tersebut di beri nama Desa Nglebur yang artinya berhasil Nglebur Hutan menjadi daerah Pemukiman yang subur.  Adapun kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut: SURANI ,WARIDJAN ,TOPA WIRADAUT,ABDULLAH, NITI ATMOJO (tahun 1945.s.d 1987.), NOTO DARMOJO (tahun 1987  s.d 1990.), WHENDRO SUYOSO (tahun 1990 s.d 2006 ),dan KUSNO (tahun 2007 s.d 2025) sedangkan Penjabat Kepala desa sementara NOTO DARMOJO (tahun 1987 s.d 1990) SUMADI, SP  [ 1 juni 2025 s/d 6 nopember 2025 ] dan WHENDRO SUYOSO,S.Sos  Tahun 2025 – sekarang

 

 

2.2.1.2  Kondisi Umum Desa

1.        Demografi

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2021, jumlah penduduk DESA NGLEBUR adalah terdiri dari 451  KK, dengan jumlah total  .1724 jiwa, dengan rincian 298 KK  laki2 dan 153 KK  perempuan, Laki – laki ; 856 Jiwa, Wanita 868 jiwa

a.    Diagram Kelembagaan

Tabel 1.a

 

 

b.     Daftar Masalah Dan Potensi Dari Bagan Kelembagaan

Tabel 4.1. Daftar Masalah dan Potensi Diagran Veen

NO

Lembaga

Masalah

Potensi

 

BPD

 

 

 

LPM

 

 

 

PKK

 

 

 

Karangtaruna

 

 

 

HIPPA

Kurangnya pengetahuan tentang administrasi

 

HIPPAM

Kurangnya pengetahuan ttg. Administrasi

 

Sumber Data: Profil Desa Tahun 2023

 

2.    Kalender Musim

Daftar Masalah dan potensi hasil pengkajian keadaan desa berdasarkan masalah dan potensi dari Kalender Musim tergambar sebagai berikut :

1)      Banyaknya gambar menggambarkan tentang besarnya potensi maupun masalah yang ada pada bulan  tersebut

2)      Sedikitnya gambar menggambarkan tentang kecilnya potensi maupun masalah yang ada pada bulan  tersebut

a.    Gambar Kalender Musim

Tabel 4.2 Kalender Musim

MASALAH/ KEGIATAN/ KEADAAN

PANCAROBA

KEMARAU

HUJAN

MAR

APR

MEI

JUN

JULI

AUG

SEP

OKT

NOV

DES

JAN

PEB

Kekurangaair bersih

*

**

***

 **

 *

 

 

kekurangan pangan

*

*

 

 

 

 

Kesehatan

 

 

 

 

Banjir

 

 

 

 

Panen

 

 

 

 

Tanam

 

 

 

 

Dst

 

 

 

 

Sumber Data: Profil Desa Tahun 2023

b.    Daftar Masalah Dan Potensi Dari Kalender Musim

Tabel 4.3. Masalah Kalender Musim

NO

Potensi

Masalah

 

EMBUNG

 Kapasitas Kurang Memadai

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Data: Profil Desa Tahun 2023

3.      Sumber Daya Alam

Secara geografis DESA NGLEBUR terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang Selatan dan 110°10'-111°40' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 156 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Lamongan tahun 2025, selama tahun 2025 curah hujan di DESA NGLEBUR. rata-rata mencapai 2.581 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2021-2022

Secara administratif, DESA NGLEBUR terletak di wilayah Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sidomlangean , Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Majenang  Di Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tengger Rejo., sedangkan di Sebelah  timur berbatasan dengan Desa Sidorejo. Kecamatan Sugio

Jarak tempuh DESA NGLEBUR  ke ibu kota kecamatan adalah 5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 0.25 Jam  Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 20 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1. jam.   

Pembagian lahan di DESA NGLEBUR sebagian besar adalah lahan Pertanian tanaman pangan Padi di musim penghujan sedangkan Jagung dan Polowijo di musim kemarau.  tercatat sebagaimana pada tabel berikut :

 

Tabel: 4.4 Daftar Sumber Daya Alam

NO

URAIAN SUMBER DAYA ALAM

VOLUME

SATUAN

KETERANGAN

 

Lahan persawahan

 150

 Ha

 

 

Lahan Perkebunan

 7

 Ha

 

 

Sungai

 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Data: Profil Desa Tahun 2023

4.      Sumber Daya Manusia

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM(Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tingkat pendidikan DESA NGLEBUR rata – rata berpendidikan SD atau sedarajat sampai SMA atau sederajat

Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri. Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di DESA NGLEBUR tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di DESA NGLEBUR. baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara untuk pendidikan tingkat menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.

Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di DESA NGLEBUR. yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di DESA NGLEBUR. Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang.

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat ke depan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  DESA NGLEBUR secara umum. Adapun data sumber daya manusia di DESA NGLEBUR sebagaimana tabel dibawah ini:

Tabel: 4.5 Daftar Sumber Daya Manusia

NO

URAIAN SUMBER DAYA MANUSIA

VOLUME

SATUAN

KETERANGAN

1

Penduduk dan Keluarga

 

 

 

 

a. Jumlah Penduduk laki – laki

856

Orang

 

 

b. Jumlah Penduduk perempuan

868

Orang

 

 

c. Jumlah Keluarga ( KK )

451

Orang

 

 

d. Jumlah rumah tangga

515

Orang

 

2

Jenis kelamin Kepala Rumah Tangga

 

 

 

a. Laki – laki

298

Orang

 

 

b. Perempuan

153

Orang

 

3

Pendidikan Kepala Keluarga

 

 

 

0. Tidak punya ijazah

 -

 

 

 

1. SD/Sederajat

 50

 

 

 

2. SMP/Sederajat

 150

 

 

 

3. SMA Sederajat

 216

 

 

 

4. Perguruan tinggi

 155

 

 

4

Pendidikan Penduduk

 

 

 

 

0. Tidak punya ijazah

 -

 

 

 

1. SD/Sederajat

 50

 

 

 

2. SMP/Sederajat

 150

 

 

 

3.SMA/Sederajat

 216

 

 

 

4. Perguruan tinggi

 165

 

 

5

Umur Penduduk

 

 

 

 

1.  kurang 1 tahun

98

 

 

 

2. 1 – 4 Tahun

81

 

 

 

5.       5 – 14 Tahun

106

 

 

 

6.       15 – 39 Tahun

436

 

 

 

7.       40 – 64 Tahun

698

 

 

 

8.       65 keatas

178

 

 

5

Lapangan usaha Kepala Keluarga

 

 

 

 

1. Pertanian (Padi & palawija)

 389

 

 

 

2. Hortikultura

 -

 

 

 

3. Perkebunan

 -

 

 

 

4. Perikanan tangkap

 -

 

 

 

5. Perikanan budidaya

 -

 

 

 

6. Peternakan

 10

 

 

 

7. Kehutanan & pertanian lain

 -

 

 

 

8. Pertambangan / penggalian

 -

 

 

 

9. Industri pengolahan

 -

 

 

 

10. Listrik & Gas

 -

 

 

 

11. Bangunan / konstruksi

 50

 

 

 

12. Perdagangan

 11

 

 

 

13. Hotel & Rumah makan

 -

 

 

 

14. Transportasi  & Pergudangan

 -

 

 

 

15. Informasi & komunikasi

 -

 

 

 

16. Keuangan & Asuransi

 -

 

 

 

17. Jasa Pendidikan / jasa kesehatan / jasa kemasyarakatan, Pemerintahan dan

 -

 

 

 

18. lainnya

 -

 

 

6

Lapangan Usaha Penduduk

 

 

 

 

1. Pertanian (Padi & palawija)

 389

 

 

 

2. Hortikultura

 -

 

 

 

3. Perkebunan

 -

 

 

 

4. Perikanan tangkap

 -

 

 

 

5. Perikanan budidaya

 -

 

 

 

6. Peternakan

 10

 

 

 

7. Kehutanan & pertanian lain

 -

 

 

 

8. Pertambangan / penggalian

 -

 

 

 

9. Industri pengolahan

 -

 

 

 

10. Listrik & Gas

 -

 

 

 

11. Bangunan / konstruksi

 50

 

 

 

12. Perdagangan

 11

 

 

 

13. Hotel & Rumah makan

 -

 

 

 

14. Transportasi  & Pergudangan

 -

 

 

 

15. Informasi & komunikasi

 -

 

 

 

16. Keuangan & Asuransi

 -

 

 

 

17. Jasa Pendidikan / jasa kesehatan / jasa kemasyarakatan, Pemerintahan dan

 -

 

 

 

18. Lainnya

 -

 

 

7

Dst.

 -

 

 

 

-

1.    Sumber Daya Pembangunan

Sebagai sumber pendapatan asli desa (PADes) sangat berperan dalam pelaksanaan Pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan Pemberdayaan masyarakat. Hal ini mengingat disamping Kepala Desa dan perangkat desa mendapat Penghasilan tetap melalui dana ADD dari kabupaten juga mendapat tambahan penghasilan dari pengelolaan Tanah bengkok tersebut. Sesuai pembagian pengelolaan yang disepakati bersama maka Kepala Desa mendapat 3 ha, masing – masing perangkat mendapat 0,5 ha, sedangkan Sekretaris Desa karena PNS maka  dapat bagian Kurang lebih 2.800 m2 dari tanah Kas Desa.

Kantor DESA NGLEBUR maupun Balai DESA NGLEBUR saat ini sudah representatif untuk melayani warga masyarakat, meskipun masih ada kekurangan copiuter / lektop.

Yang masih perlu penangan lebih lanjut bahwa Lembaga kemasyarakatan di desa masih belum mempunyai kantor tersendiri, yaitu, Karang Taruna dan LPMD hal tersebut tidak mengurangi Lembaga tersebut beraktifitas di desa

 

Kehadiran BUMDesa yang representatif akan meningkatkan taraf perekonomian warga, yang berkaitan dengan peningkatan perekonomian juga sebagai modal pembangunan.

NO

URAIAN SUMBER DAYA PEMBANGUNAN

VOLUME

SATUAN

KETERANGAN

1

Aset Desa

 

 

 

1.1

Tanah Kas Desa

96.250

M2

 Bengkok

1.2

Kantor Pemerintah Desa

 1

 Unit

 Baik

1.3

Gapura Desa

 4

 Unit

 Baik

1.4

Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes)

 1

 Unit

 Baik

1.5

Pasar Desa

- 

 

 

1.6

Tempat Pelelangan Ikan

 -

 

 

1.7

Tambatan Perahu

 -

 

 

1.8

Tempat Pemandian Umum

 -

 

 

1.9

Makam Desa

 2

 

 

1.10

Lapangan Olah raga

 1

 

 

1.11

Dst.

 -

 

 

2

Kelompok Usaha Ekonomi Desa

 4

 

 

2.1

BUMDes

 2

 Unit

 

2.2

Kelompok Tani

 6

 Unit

 

2.3

Kelompok nelayanan

 -

 

 

2.4

dst..

 -

 

 

3

Lembaga Kemasyarakatan Desa

 

 

 

3.1

RT

 11

 

 

3.2

RW

 3

 

 

3.3

Karang Taruna

 1

 

 

3.4

PKK

 1

 

 

3.5

LPMD

 1

 

 

3.6

HIPPAM

 1

 

 

3.7

HIPPA

1

 

 

3.8

KPM

1

 

 

4

Keuangan Desa

 1

 

 

4.1

Pendapatan Asli Desa

 44.000.000

 

 

4.2

Hasil Tanah Kas Desa

 8.000.000

 

 

4.3

Hasil Usaha Desa

 -

 

 

4.4

Hasil BUMDes

 123.000.000

 

 

5

Hasil Swadaya dan Gotong royong masyarakat

 -

 

 

5.1

Hasil swadaya masy

 -

 

 

5.2

dst..

 -

 

 

6

Lain - lain Pendapatan Asli Desa yang sah

 -

 

 

6.1

Pungutan Desa

 -

 

 

6.2

dst..

 -

 

 

7

Aset prasarana umum

 -

 

 

7.1

Jalan

 10

 Km

 

7.2

Jembatan

 10

 

 

7

Dst

 -

 

 

8

Aset Prasarana pendidikan

 

 

 

8

Gedung Paud

 1

 

 

8

Gedung TK

 1

 

 

8

Gedung SD

 1

 

 

8

Taman Pendidikan Alqur'an

 2

 

 

9

Dst

 

 

 

9

Aset prasarana kesehatan

 1

 

 

9

Posyandu

 3

 

 

9

Polindes

 1

 

 

9

MCK

 4

 

 

9

Sarana Air Bersih

 1

 

 

10

Dst

 

 

 

10

Aset prasarana ekonomi

 -

 

 

10

Pasar desa

 -

 

 

10

Tempat Pelelangan Ikan

 -

 

 

10

Dst

 -

 

 

11

Kelompok Usaha Ekonomi Produktif

 -

 

 

11

Jumlah kelompok usaha

 4

 

 

11

 Jumlah kelompok usaha yang sehat

 2

 

 

12

Aset berupa modal

 1

 

 

12

Total aset produktif

 1

 

 

12

 Total pinjaman di masyarakat

 123.000.000

 

 

Sumber Data: Profil Desa Tahun 2023

2.      Sumber Daya Sosial Budaya

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal DESA NGLEBUR, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pileg, pilpres, pemilukada, dan pilgub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Khusus untuk pemilihan kepala DESA NGLEBUR., sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut pulung –dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan DESA NGLEBUR pada tahun 2025. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada tiga kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa .DESA NGLEBUR seperti acara perayaan desa.

Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah DESA NGLEBUR. mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

 

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1855
Jumlah Kepala Keluarga
468
Jumlah PUS
235
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
78
Keluarga yang Memiliki Remaja
226
Keluarga yang Memiliki Lansia
198
Jumlah Remaja
226
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
199
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
36

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Tidak Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Drs. MOH. MIFTAHUDIN
196403311993031005
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 16 orang pokja terlatih
dari 16 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 1
Bulan ini: 1
Total: 95