Pemberian makanan tambahan bagi anak usia 6 – 23 bulan
Banga
Dipublikasi pada
15 May 2025
Deskripsi
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kampung KB untuk anak 6-23 bulan bertujuan mencegah stunting dan memenuhi gizi melalui makanan pendamping ASI (MPASI) berbahan lokal/pabrikan. PMT fokus pada protein hewani (telur, ikan, ayam), sayur, dan buah, disesuaikan dengan tekstur usia anak (lumat ke padat) untuk meningkatkan berat badan dan status gizi.
Prinsip Pemberian Makanan Tambahan (PMT) 6-23 Bulan
- Tujuan: Intervensi gizi bagi anak gizi kurang, berat badan tidak naik, dan pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
- Bahan Pangan Lokal: Utama penggunaan protein hewani (telur, daging ayam, ikan, hati ayam, susu) dikombinasikan dengan nabati (tempe, tahu) dan karbohidrat.
- Tekstur & Frekuensi:
- 6-9 bulan: Makanan lumat (bubur saring), 2-3 kali sehari.
- 9-12 bulan: Makanan tim/cincang, 3-4 kali sehari.
- 12-23 bulan: Makanan keluarga/padat, 3-4 kali sehari.
- Jenis PMT Kudapan: Sate telur puyuh, tahu telur sosis, macaroni schotel, fuyunghai, krim sup jagung, sup ayam, siomay dimsum, nugget ayam, sate lilit.
- Edukasi: Kegiatan ini disertai penyuluhan gizi dan konseling bagi ibu/pengasuh untuk mengubah perilaku pemberian makan.
Manfaat PMT di Kampung KB
- Meningkatkan berat badan anak yang mengalami masalah gizi kurang.
- Mendukung tumbuh kembang kognitif dan fisik yang optimal.
- Memastikan pemenuhan gizi yang tidak lagi mencukupi hanya dari ASI.
Program ini biasanya didanai dari dana desa atau pendampingan tim khusus di Kampung KB.
Sesi Kegiatan Reproduksi