Gambaran Umum
PROFIL LEMBANG
2.1 Legenda atau Sejarah Lembang
a. Legenda Lembang
Lembang Sarapeang berada dibagian barat Kabupaten Tana Toraja, berdiri tegak sebuah gunung yang membujur bagaikan sebuah tameng yang kuat serta benteng pertahanan yang kokoh untuk melindungi Kec. Rembon dan sebagian Kec. Malimbong Balepe' yang namanya cukup populer dikalangan orang Toraja khususnya di wilayah Barat yaitu Gunung Sado'ko. Disamping Gunung Sado'ko inilah terdapat gunung Sarapeang , dengan keindahan panorama alam, hawa yang sejuk memberi inspirasi dan motivasi kepada masyarakat khususnya tokoh masyarakat pada saat dimekarkan dari Lembang Talion pada tahun 2005 yang tepatnya dibwah kaki gunung Sarapeang maka lahir sebuah nama Lembang Sarapeang. Lembang Sarapeang sebelumnya berada dalam wilayah pemerintahan distrik Talion yang menjadi salah satu komunitas masyarakat adat yang ada di Tana Toraja. Namun seiring dengan perkembangan , Distrik Talion berubah menjadi Lembang Talion dan seterusnya terjadi pemekaran menjadi dua Pemerintahan Lembang yaitu Lembang Talion dan Lembang Batusura'. Perkembangan terlahir Lembang Talion itu sendiri dimekarkan lagi menjadi tiga Pemerintahan Lembang/ Kelurahan yaitu : Kelurahan Talion, Lembang Limbong dan Lembang Sarapeang yang saat ini di dalam wilayah Kec. Rembon.
Lembang Sarapeang telah berabad abad didiami penduduk asli Toraja secara turum temurun. Pada zaman penjajahan Belanda, Lembang Sarapeang terdiri dari tiga bagian yang disebut Bua', yaitu Bua' Sarong, Bua' Kalembang dan Bua' Kandeapi yang masing masing dipimpin oleh seorang kepala Bua'. Pada zaman penjajahan Jepang dan zaman kemerdekaan RI Bua' - Bua' tersebut tetap dipertahankan. Pada zaman kemerdekaan, Lembang Sarapeang telah beebrapa kali mengalami perubahan seperti yang disebut di atas yaitupenggabungan dan pemekaran. Lembang Sarapeang dikepalai oleh Bapak S. Marthen Tato' dari tahun 2007 sampai Desember 2019 dan saat ini dikepalaioleh Bapak Hariyanto Talondong, SH sampai sekarang. Penduduk Lembang Sarapeang terdiri atas 537 KK dengan jumlah total penduduk 1.916 jiwa, yang terbagi atas 4 wilayah Kampung atau Dusun yaitu: Kampung Sarong, Kampung Karotin, Kampung Kalembang dan Kampung Kandeapi.
2.2 Kondisi Umum Lembang
Penduduk Lembang Sarapeang terdiri atas 537 KK dengan total jumlah jiwa 1.916 jiwa, yang terdiri atas 960 laki laki dan 956 perempuan seperti tercantum dibwah ini:
1. Dusun Sarong , KK : 147, laki laki: 239, perempuan: 226 total: 465
2. Dusun Kalembang, KK: 129, laki laki: 219, perempuan: 231 total : 450
3. Dusun Karotin, KK: 106, laki laki: 214, perempuan: 213 total : 427
4. Dusun Kandeapi, KK: 155, laki laki: 288, perempuan: 286 total: 574
Jadi total KK yang ada di Lembang Sarapeang adalah: 537, laki laki: 960, perempuan: 956 dan total keseluruhan laki laki dan perempuan adalah 1.916 jiwa.
Sedangkan agama yang dianut oleh penduduk Lembang Sarapeang adalah Islam, Kristen, Alukta dengan jumlah masing masing sbb: Agama Islam: 9, Agama Kristen: 1883, Agama Alukta: 24, jadi total 1.916.
2.3 Geografis
a. Letak dan Luas Wilayah
Lembang Sarapeang merupakan salah satu dari 11 Lembang dan 2 Kelurahan yang ada di Kecamatan Rembon berada di sekitar 3 km kearah timur Kec. Rembon dan kurang lebih 12 km dari Kabupaten Tana Toraja.
Adapun Batas wilayah Lembang Sarapeang adalah:
Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Malimbong Balepe'
Sebelah timur berbatasan dengan Kel. Rembon dan Kel. Talion
Sebelah Selatan berbatasan dengan Lembang Bua' Tarrung dan Limbong
Sebelah Barat berbatasan dengan kawasan hutan
b. Iklim
Iklim di Lembang Sarapeang sebagaiman lembang yang lain yang ada di Tana Toraja mempunyai tiga musim yakni, musim kemarau, musim hujan dan musim pancaroba. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap tanaman yang ada di Lembang Sarapeang.
c. Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk
1. Jumlah Penduduk
Lembang Sarapeang mempunyai jumlah penduduk 1.916 jiwa yang tersebar di 4 Dusun dengan rincian sbb:
Dusun 1 Sarong: laki laki 239, perempuan 226
Dusun 2 Kalembang: laki laki 219, perempuan 231
Dusun 3 Karotin: laki laki 214, perempusn 213
Dusun 4 Kadeapi: laki laki 288, perempuan 286
2. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat Lembang Sarapeang sbb:
PAUD : 58, TK: 51, SD: 891, SLTP: 241, SLTA: 69, SARJANA: 79
3. Mata Pencaharian
Lembang Sarapeang merupakan Lembang Pertanian, maka sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya sbb:
PNS: 16, PETANI: 205, PETERNAK: 186, BURUH/TUKANG: 97, PEDAGANG: 53
4. Pola Penggunaan Tanah
Penggunaan tanah di Lembang Sarapeang sebagian besar diperuntukkan untuk tanah pertanian sawah sedangkan sisanya untuk tanah kering seperti kebun, dan tempat penggembalaan kerbau serta fasilitas lainnya.
5. Prasarana dan Sarana
Kondisi sarana dan prasarana umum Lembang Sarapeang yang masih berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pelayanan sosial baik bangunan Kantor, Sekolah, Jalan Gereja, Poskesdes dan Posyandu secara garis besar sbb:
Kantor Lembang: 1 unit, Sekolah SD: 2 unit, Sekolah SLTP: 1 unit, Jalan Lembang: 21 unit, Gereja: 8 unit, Poskesdes: 1 unit, Posyandu: 2 unit
2.3 SOTK
Kepala Lembang Sarapeang bertanggung jawab kepada masyarakat Lembang denga prosedur pertanggung jawaban disampaikan ke Bupati melalui Camat. Kepala Lembang bersama BPL wajib memberikan keterangan laporan pertanggung jawaban kepada masyarakat setiap tahunnya. Pengurus BPL
merupakan hasil pemilihan secara demokrasi untuk masa jabatan 6 tahun. BPL selaku badan permusyawaratan Lembang bertanggung jawab dalam mengontrol jalannya pemerintahan dan bersama sama Kepala Lembang membuat dan menetapkan berbagai peraturan Lembang