Gambaran Umum
Desa Wisata Wringinputih sendiri terletak sekitar 2,3 km dari komplek wisata candi Borobudur. Kondisi geografisnya khas pedesaan yang masih alami serta berlatar belakang pemandangan Bukit Menoreh. Bidang pertanian menyokong kegiatan perekonomian utama di desa ini, vegetasi seperti rambutan, ketela, papaya, kapulaga, Albasia, khususnya bambu. Tanaman bambu ini kemudian di olah menjadi bangunan estetik seperti balkondes. Desa Wisata Wringinputih juga mengembangkan Bale Bambu Klatakan sebagai taman bambu yang indah. Angka PUS pada desa ini lumayan besar sekitar 1009 di tahun 2022, yang mengikuti program KB sebanyak 760 sisanya masih belum ber-KB. Laju kependudukannya di 1,09% di tahun 2010-2020.
Disamping itu desa Wringinputih menjadi desa ke 2 di Kecamatan Borobudur yang padat pemukiman, sehingga sering muncul masalah kependudukan yang kompleks seperti kurangnya partisipasi masyarakat dalam program pembangunan, kurangnya kesadaran ber KB, tidak tersedia wadah kegiatan bagi remaja yang cukup berpengaruh, banyaknya angka kelahiran. Hal ini di dukung dengan tingkat pendidikan yang cukup rendah d desa ini. Pada data statistik tahun 2021 lulusan SD di desa sekitar 1714, angka ini menjadi angka terbesar dari pada lulusan lainnya di Desa Wringin Putih. Berbagai faktor inilah inilah yang menjadi alasan dibentuknya Kampung KB di Dusun Wringinputih sebagai forum bersama yang mampu menjebatani dan merangkul semua kelompok masyarakat yang ada. Pembentukan peresmian Kampung KB di desa ini pada tanggal 27 Juni 2023