Gotong Royong Hijau di Balai RW 2 Macanan
Deskripsi
Pertemuan Rutin yang Membawa Perubahan
Pagi itu, Sabtu, 8 November 2025, Balai RW 2 Macanan terasa lebih ramai dari biasanya. Walaupun hanya dihadiri oleh 14 orang anggota PKK RW 2 Macanan, semangat yang dibawa oleh ibu-ibu tersebut begitu besar. Ini bukan sekadar pertemuan rutin bulanan, tetapi agenda penting yang fokus pada masalah yang semakin mendesak: sampah.
Ibu Ketua PKK, Bu Rini, membuka pertemuan dengan senyum hangat. Setelah sesi arisan dan pembagian tugas bulanan selesai, acara inti pun dimulai: Sosialisasi Pemilahan dan Pengolahan Sampah.
"Ibu-ibu sekalian," ujar Bu Rini sambil menunjuk poster berisi gambar tumpukan sampah, "Kita semua tahu, sampah di lingkungan kita semakin hari semakin banyak. Jika kita tidak bergerak sekarang, siapa lagi? Tugas kita hari ini adalah belajar memilahnya, seperti memilih menantu yang baik—tidak boleh salah!" gurau Bu Rini yang disambut tawa kecil.
Seorang narasumber, yang merupakan pegiat lingkungan dari kelurahan, kemudian menjelaskan secara detail. Ia mempraktikkan cara memilah: botol plastik, kertas, dan kardus dimasukkan ke keranjang Sampah Anorganik/Daur Ulang, sementara sisa makanan dan daun kering masuk ke keranjang Sampah Organik.
Para anggota PKK, yang dikenal sebagai tiang penyangga kebersihan lingkungan, mencatat dengan serius. Mereka berdiskusi tentang bagaimana cara terbaik mengolah sampah organik di rumah tangga. Ada yang berencana membuat kompos Takakura, ada pula yang tertarik dengan ide Bank Sampah agar sampah anorganik mereka memiliki nilai ekonomi.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi itu diakhiri dengan komitmen bersama. Sebanyak 14 orang anggota PKK itu berjanji untuk menjadi pelopor. Bukan hanya mengaplikasikannya di rumah masing-masing, tetapi juga menyebarkan informasi dan semangat "Gotong Royong Hijau" ini kepada seluruh warga di RW 2 Macanan. Mereka sadar, menjaga kebersihan adalah bagian tak terpisahkan dari menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan nyaman bagi anak cucu mereka.