GENTING

Wijaya Kusuma
Dipublikasi pada 04 May 2026

Deskripsi

1. Tujuan Kegiatan
Jangka Pendek: Meningkatkan pemahaman keluarga (terutama keluarga dengan ibu hamil, menyusui, dan baduta/balita) mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh yang benar.
Jangka Panjang: Menurunkan prevalensi stunting secara signifikan di wilayah Kampung KB menuju target zero stunting.
2. Fokus Utama Pencegahan (Sasaran 1000 HPK)
Kegiatan GENTING berfokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, dengan intervensi spesifik dan sensitif terhadap:
Remaja putri dan calon pengantin (Catin).
Ibu hamil dan ibu menyusui.
Bayi di bawah dua tahun (Baduta) dan balita.
3. Bentuk Kegiatan Konkret di Lapangan
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pencegahan Stunting ini diwujudkan melalui beberapa aksi nyata di Kampung KB:
A. Edukasi dan Penyuluhan (KIE)
Penyuluhan melalui Kelompok Kegiatan (Poktan): Mengoptimalkan peran BKB (Bina Keluarga Balita) Eliminasi Masalah Stunting (EMS) untuk mengedukasi orang tua mengenai pola asuh, stimulasi perkembangan anak, dan pentingnya ASI eksklusif serta MPASI yang bergizi.
KIE Calon Pengantin: Memberikan pembekalan bagi catin mengenai kesiapan reproduksi, pemeriksaan kesehatan dasar (Hb, lingkar lengan atas), dan perencanaan kehamilan sehat.
B. Intervensi Gizi Berbasis Masyarakat (DASHAT)
Salah satu motor utama kegiatan GENTING adalah penyelenggaraan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).
Di sini, masyarakat (khususnya kader) dilatih untuk mengolah bahan pangan lokal yang murah, mudah didapat, namun kaya nutrisi untuk didistribusikan kepada keluarga berisiko stunting.
C. Pendampingan Keluarga (Peran TPK)
Penggerakkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader PKK, dan Kader KB untuk melakukan kunjungan rumah (home visit).
Melakukan pemantauan rutin terhadap ibu hamil (memastikan minum tablet tambah darah), mendampingi ibu pascasalin, dan memantau tumbuh kembang anak secara berkala di Posyandu.
D. Penguatan Sanitas dan Akses Air Bersih
Menggerakkan gotong royong masyarakat dan advokasi ke desa/kelurahan untuk memastikan keluarga berisiko stunting memiliki akses terhadap jamban sehat dan air bersih, guna mencegah infeksi berulang pada anak yang memicu stunting.
4. Output yang Diharapkan
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Menurunnya jumlah balita dengan status stunting, wasting (kurus), atau underweight (berat badan kurang) di wilayah tersebut.
Terwujudnya kemandirian keluarga dalam menyediakan makanan bergizi seimbang secara berkelanjutan.
Setelah mengikuti kegiatan ini peserta menjadi ......
Kegiatan ini terlaksana dikarenakan usaha yang dilakukan oleh.... dalam mengadvokasi/membuat proposal/mengajak...., sehingga dengan bantuan/fasilitasi ....
Kegiatan ini terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik.
Sesi Kegiatan Reproduksi

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0