Pertemuan Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Kegiatan BKR
Deskripsi
A. PELAKSANAAN
:
Kegiatan Pembinaan
Ketahanan Keluarga berbasis Kelompok Kegiatan BKR di Kampung KB Kelurahan
Curahgrinting Kecamatan Kanigaran diadakan pada :
Hari : Senin
Tanggal : 20 Agustus 2018
Pukul : 09.00 WIB – Selesai
Tempat : Balai RW I Kelurahan curahgrinting
Jl. KH.
Hasin Mas Kota Probolinggo
B. Materi Yang dibahas :
1.
Kiat Pembentukan Kelompok BKR
a. Pengertian
BKR
§ Suatu
kelompok kegiatan yang dilakukan oleh keluarga untuk meningkatkan tumbuh kembang anak remaja
secara baik dan terarah dalam rangka meningkatkan SDM yang bermutu, tangguh,
maju dan mandiri.
§ Adalah
kegiatan bersama yang dilakukan oleh kader dan orang tua atau anggota keluarga
lainnya yang mempunyai anak remaja.
b. Tujuan BKR
Meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan keterampilan orang
tua dengan anggota keluarga lainnya dalam
membina tumbuh kembang anak dan remaja, baik fisik maupun intelektual,
kesehatan reproduksi, mental,
emosional, sosial dan moral spiritual secara seimbang melalui komunikasi
efektif antara orang tua atau
keluarga dengan remaja.
c. Manfaat BKR
Orang tua remaja
dan anggota keluarga lain mengetahui tahap pertumbuhan dan perkembangan anak
dan remaja serta mampu memenuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh.
d. Siapa yang
menjadi anggota BKR
§ Keluarga
yang punya anak remaja
§ Keluarga
yang tidak punya anak remaja tetapi peduli terhadap remaja
§ Remaja itu
sendiri
e. Remaja ada 2
Kelompok
-
Remaja Awal : Usia 10 – 15
Tahun
-
Remaja Akhir : Usia 16 – 24
Tahun yang belum berkeluarga
2.
TRIAD KRR
a. Sexualitas
Perubahan fisik dan psikis remaja hendaknya diantisipasi dengan pengetahuan
para orang tua sehingga mampu melaksanakan perannya untuk mendampingi para
remaja. Masalah Kehamilan yang tidak diinginkan yang terjadi pada para remaja
dapat diminimalisir dengan perhatian dari orang tua dengan menjadi teman.
Peningkatan Iman dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memberikan anak
remaja wadah dan kesempatan dalam aktifitas positif.
b. NAPZA
NAPZA secara umum adalah zat-zat kimiawi yang
apabila dimasukkan kedalam tubuh baik secara oral (diminum, dihisap, dihirup
dan disedot) maupun disuntik, dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati,
perasaan dan perilaku seseorang. Hal ini dapat menimbulkan gangguan keadaan
sosial yang ditandai dengan indikasi negatif, waktu pemakaian yang panjang dan
pemakaian yang berlebihan
Ditandai dengan penurunan aktivitas fisik, mudah lelah, pendengaran
berkurang, penglihatan menurun, rambut memutih, dan kulit kering dan keriput,
gigi geligi mulai tanggal dan lainnya.
Penyalahgunaan NAPZA yaitu pemakaian
obat-obatan untuk sendiri tanpa indikasi medik, tanpa petunjuk atau resep
dokter, baik secara teratur atau berkala sekurang-kurangnya selama satu bulan.
Pada penyalahgunaan ini cenderung terjadi toleransi tubuh yaitu kecenderungan
menambah dosis obat untuk mendapat khasiat yang sama setelah pemakaian
berulang. Disamping itu menyebabkan sindroma putus obat (withdrawal) apabila
pemakaian dihentikan
c. HIV/AIDS
Virus imunodifisiensi manusia human immunodeficiency virus; HIV ) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan
penyakit Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan
(imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Tanpa
pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah
terinfeksi, tergantung tipenya. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam
tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun,Penyaluran virus HIV bisa melalui
penyaluran Semen (reproduksi), Darah, cairan vagina, dan ASI. HIV bekerja dengan
membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, salah satunya
adalah Sel T pembantu, Makrofaga, Sel dendritik.
HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung
ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau
jaringan yang terlukan dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita
HIV. Cairan tertentu itu meliputi darah, semen, sekresi vagina, dan ASI Beberapa jalur penularan HIV yang telah diketahui
adalah melalui hubungan seksual, dari ibu ke anak (perinatal), penggunaan
obat-obatan intravena, transfusi dan transplantasi, serta paparan pekerjaan. Tetapi
untuk tiap satu kali tindakan, maka yang paling beresiko
adalah transfusi darah dari donor darah penderita HIV dimana
kemungkinan resipien terkena HIV mencapai 90 persen,
C.
Penutup
Demikian laporan kegiatan Pembinaan Ketahanan Keluarga
Berbasis Kelompok Kegiatan BKR di Kampung KB Curahgrinting Kec. Kanigaran
semoga bermanfaat.