Gambaran Umum


PROFIL DESA

 

2.1          KONDISI DESA

 

2.1.1    Sejarah Desa Tenam

Desa Tenam Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Berawal dari pemecahan Desa Simpang Terusan Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari pada tahun 1984. Yang pada saat itu diangkat  Bapak Sanusi selaku pejabat sementara Kepala Desa Tenam, yang bertugas menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa depenitip bahwa dalam rangka melaksanakan tugas pemilihan Kepala Desa tersebut Kepala Desa membentuk panitia pemilihan kepala desa :

Diantaranya :  

1.   Bapak Syargawi.S selaku Ketua

2.   Bapak Muhtar Dri selaku anggota

3.   Bapak Paino selaku anggota.

Panitia pemilihan bertugas antara lain :

1.   Mendata mata pilih yang berhak memilih sesuai peraturan

2.   Menerima pendaftaran calon kepala desa sesuai peraturan

3.   Melaksanakan pemilihan sesuai dengan ketentuan dan peraturan.

Bahwa setelah panitia pemilihan kepala desa melaksanakan tugas maka tercatat mata pilih yang berhak memilih sesuai dengan wilayah Desa Tenam lebih kurang 436 mata pilih, dan calon kepala desa terdaftar sebanyak 2 (Dua) orang calon antara lain Bapak Muhammad dan Bapak Wasito. Bahwa setelah dilaksanakan pemilihan Kepala Desa tersebut tercatat yang memperoleh suara terbanyak Bapak Muhammad. Maka setelah dilakukan pelantikan Kepala Desa dan surat terima jabatan dari PJS Bapak Sanusi kepada Bapak Muhammad selaku Kepala Desa Tenam, maka terbentuklah nama-nama selaku pendiri Desa Tenam Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari antara lain :

1.   Bapak Sanusi Selaku PJS Kepala Desa Yang Bertugas Melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Pertama di Desa Tenam.

2.   Bapak Syargawi Selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Menjabat Selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Yang Pertama.

3.   Bapak Muhtar Dri selaku Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Menjabat Selaku Anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Yang Pertama.

4.   Bapak Paino selaku Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Menjabat Selaku Anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Yang Pertama.

Bahwa setelah dilantik Bapak Muhammad dalam melaksanakan tugasnya selaku Kepala Desa

1.   Membentuk pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan, antara lain membentuk perangkat desa terdiri dari:

a.    Sekretaris Desa           : Bapak Syargawi.S

b.   Kaur pemerintahan     : Hijaji Muhammad

c.    Kaur Pembangunan    : Ahadun said

d.   Kaur Kasra                  : Bapak Paino

2.   Membentuk Lembaga Musyawarah Desa (LMD) Terdiri dari :

a.    Ketua                           : Muhammad (Kepala Desa)

b.   Sekretaris                    : Syargawi,S  (sekretaris desa)

 

 

Anggota

Kepala –Kepala Dusun             : Hasyim Kadus Tenam Ilir

                                                          : Mustopa Kadus Tenam Dalam

                                                          : Muhtar Dri Kadus Tenam Ulu

Tokoh-Tokoh Masyarakat        : Bapak M.Ali

                                                          : Bapak Sulaiman

                                                           : Bapak Ahmadun

                                                           : Bapak Abdullah Usman

Demikianlah susunan pemerintahan desa pertama kali desa berdiri dan membentuk struktur organisasi penunjang lainnya seperti Lemaga Ketahanan Musyawarah Desa (L.K.M.D).

3.   Membuat peta desa dan membagi-bagi wilayah desa

Untuk membuat peta desa kepala desa menugaskan sekretaris desa selaku koordinator dan memilih beberapa orang anggota yang mengetahui dibidang hal tersebut dengan mempedomani peta awal pasirah maro sebo ilir.

Bahwa sesuai dengan penugasan tersebut saya (sekretaris desa) selaku koordinator mencari peta tersebut, maka ditemukanlah di Bapak Ismail Fahmi yang takkala itu menjabat anggota DPRD provinsi jambi.

Bahwa pada Peta Maro Sebo Ilir tersebut terdapat beberapa desa yang adap dan cara hidup dan penghidupannya tidak sama, antara lain ;

a.    Dusun Terusan Selaku Pusat Pemerintahan Pasirah Maro Sebo Ilir Dijabat Oleh Datuk Said Kemudian Dijabat Oleh Datuk Tayib.

b.   Dusun Danau Embat Dijabat Oleh Ngebe Idris

c.    Dusun Malapari Dijabat Oleh Ngebe Abu Samah

d.   Dusun Napal Sisik Dijabat Oleh Ngebe Roni

e.    Dusun Pelayangan Dijabat Oleh Ngebe H.Kasim.

f.       Simpang Terusan Berstatus Yang Pada Saat Itu Disebut Penghulu Dagang Yang Mencatat Tentang Perubahan Penduduk Baik Yang Datang, Yang Lahir, Yang Berpindah Dan Meninggal Yang Harus Dilaporkan Kepada Pesirah Terusan Pada Saat Itu Penghulu Dagangnya Dijabat Oleh Bapak Raden.

g.    Sridadi Juga Berstatus Selaku Penghulu Dagang Yang Bertugas Sebagaimana Penghulu Dagang Simpang Terusan Yang Pada Saat Itu Dijabat Oleh Bapak Ridwan Tohir.

 

Adapun Wilayah Pasirah Maro Sebo Ilir Berbatasan Dengan :

a.    Sebelah Barat Berbatasan Dengan Wilayah Pasirah Muara Tembesi.

b.   Sebelah Timur Berbatasan Dengan Wilayah Pasirah Muara Bulian.

c.    Sebelah Utara Berbatasan Dengan Wilayah Pasirah Pemayung.

Yang Pada Saat Itu Terdapat Beberapa Dusun Antara Lain; Terusan, Danau Embt, Malapari, Napal Sisik Dan Pelayangan.

Bahwa kemudian setelah di berlakukan Undang-Undang No.5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa. Maka wilayah pasirah Maro Sebo Ilir tersebut dimekarkan menjadi beberapa desa antara lain:

1.   Desa Terusan

2.   Desa Danau Embat

3.   Desa Malapari

4.   Desa Pasar Terusan

5.   Desa Simpang Terusan

6.   Desa Tenam

7.   Desa Napal Sisik

8.   Desa pelayangan/rambahan

9.   Sridadi, yang setelah Ibu Kota Kabupaten Batang Hari pindah ke Muara Bulian, maka sridadi termasuk kelurahan bukan desa yang dibentuk melalui  peraturan dalam negeri, Dalam Negeri Nomor : 2 Tahun 1980, Tentang Pedoman , Pembentukan, Pemecahan Penyatuan Dan Penghapusan Kelurahan Dan Peraturan Daerah Tingkat 1 Dan Peraturan Daerah Tingkat 2.

Kelurahan sridadi dibentuk dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I berdasarkan atas usul Bupati Kepala Daerah Tingkat II setelah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri adapun usulan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kepada Gubernur tersebut setelah mendapat pertimbangan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Tingkat II.

Bahwa kelurahan dapat dibentuk di Ibu Kota Negara, Ibu Kota Provinsi Dan Ibu Kota Kabupaten.

Bahwa dalam surat keputusan gubernur tentang pembentukan kelurahan tersebut harus disebut Nama Kelurahan, Luas Wilayah, Dan Batas Kelurahan Yang Dibentuk.

Demikianlah desa tenam berawal pemecahan dari margo maro sebo ilir, dengan luas dan batas-batas sebagai berikut, desa tenam kecamatan muara bulian setelah dilakukan pemetaan, diperkirakan memiliki wilayah seluas lebih kurang 48 km .dengan batas-batas sebagai berikut :

a.    Sebelah utara berbatasan dengan desa terusan dan desa malapari cirri batas rengas Sembilan dan sungai talang.

b.   Sebelah timur kelurahan sridadi dan jalan boran pertamina.

c.    Sebelah selatan berbatasan dengan desa singkawang dengan batas pal 7 jalan senami.

d.   Sebelah barat dengan desa simpang terusan ciri batas sungai ringin dan kecamatan muara tembesi dengan ciri batas sungai sigam.

 

4.   Sumber Pendapatan Asli Desa

Bahwa untuk menjalankan roda pemerintahan desa dalam pemerintahan, pembangunan desa dan kemasyarakatan di pandang perlu untuk menetapkan jenis pendapatan asli desa yang mana dengan persetujuan Lembaga Musyawarah Desa (L.M.D).

Bahwa setelah dimusyawarahkan dengan Lembaga Musyawarah Desa (L.M.D). Maka diputuskanlah beberapa macam sumber pendapatan asli desa tenam antara lain :

1.   Sumbangan dari petani karet dan penyadap karet dalam wilayah Desa Tenam.

2.   Sumbangan dari pemilik dan pengelola kayu dalam masyarakat wilayah pemerintah Desa Tenam.

3.   Penambang batu/pasir, penambang mas tradisional yang berada dalam wilayah Desa Tenam.

4.   Sumbangan yang tidak mengikat disetiap perusahaan yang terdapat diwilayah pemerintahan Desa Tenam.

5.   Retribusi pajak dalam penerimaan lainnya dengan mempedomani peraturan pemerintah,

Besarnya pendapatan tersebut dimasing-masing pendapatan asli desa tersebut harus mendapat persetujuan dari  Lembaga Musyawarah Desa dan selaku badan pelaksana ditunjuk Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (L.K.M.D).

 

 

 

2.1.2      Demografi

 

A.     Letak Geografis

Secara geografis Desa Tenam berada pada ketinggian 5 – 10 dpl yang terletak dibagian barat kabupaten Batang Hari dengan luas wilayah ± 3.335 Ha dan berada pada posisi :

01º45’ Lintang Utara (LU) s/d 01 º49’ Lintang Selatan (LS) dan

103 º30’ Bujur Timur (BT) s/d 103 º27’ Bujur Barat (BB)

Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

-      Sebelah Timur dengan     : Kelurahan Sridadi

-      Sebelah Utara dengan      : Desa Malapari

-      Sebelah Selatan dengan   : Desa Singkawang

-      Sebelah Barat dengan      : Desa Simpang Terusan

B.   Peruntukan Lahan

Dengan luas mencapai ± 3.335 Ha, secara garis besar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pemukiman penduduk, sarana prasarana umum, dan sebagian besarnya digunakan untuk area pertanian dan perkebunan. Secara rincinya dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tabel 1 : Peruntukan Lahan

No

Penggunaan Lahan

Luas (Ha)

1

Kebun karet

1.900

2

Kebun sawit

507

3

Palawija

20

4

Sarana Prasarana umum

15

5

Pemukiman penduduk

50

6

Lahan Peternakan

30

7

Rawa

300

8

Lahan Tidur

181

9

Kolam ikan

10

10

Lahan usaha/jasa

5

11

Jalan

2

12

Tempat ibadah

2

13

Tempat pendidikan

3

14

Lahan kosong

309

15

Pemakaman

1

TOTAL

3.335

 

C.    Status Kepemilikan Lahan

Luas lahan menurut status kepemilikan sebagaimana tertera pada tabel di bawah ini :

Tabel 2 : Status Kepemilikan Lahan

No

Status Kepemilikan

Luas (Ha)

Persentase

1

Milik masyarakat

2.795

71

2

Milik adat/desa

3

0,10

3

Milik negara

2

0,72

4

Milik swasta

535

28,80

TOTAL

3.335

100

 

D.      Keadaan Lahan

Desa Tenam memiliki topografi yang unik, dimana wilayah utara desa memiliki tanah yang subur dengan kultur tanah yang berbukit dengan lembah-lembah kecil di sela perkebunan rakyat dan dialiri jalur sungai kecil. Sedangan di bagian selatan memiliki kultur tanah sedikit landai atau datar dengan dilewati sungai besar salah satunya adalah sungai tempino. Sebagian besar lahan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam berupa kebun karet dan sawit sebagian kecil lagi untuk lahan palawija dan tanaman sayuran.

 

Kemudian dibagian selatan merupakan lahan tambang batu bara yang melintasi suatu jalur (rate) yang cukup banyak dengan standar kalori rata-rata dibawah 5, disamping itu lahan bagian selatan menyimpan sumber daya alam (SDA) seperti minyak dan gas bumi.

 

E.   Kependudukan

Jumlah penduduk Desa Tenam adalah 2174 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 583 KK

Tabel 3 : Jumlah penduduk (Data 2013)

Laki – Laki

Perempuan

Total

1110 Jiwa

1064 Jiwa

 2174 Jiwa

 

F.     Pertumbuhan Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk cenderung meningkat karena tingkat kelahiran lebih besar dari kematian serta penduduk yang masuk lebih banyak dari penduduk yang keluar.

Tabel 4 : Jumlah Penduduk per RT (Data 2013)

No

Rukun Tetangga

Jumlah Penduduk

KK

Jiwa

1

RT 01

67

260

2

RT 02

87

312

3

RT 03

96

343

4

RT 04

85

316

5

RT 05

124

456

6

RT 06

65

251

7

RT 07

59

236

JUMLAH

583

2174

 

 

 

G.    Kepadatan dan Persebaran Penduduk

Persebaran penduduk relatif merata, secara absolut jumlah penduduk pada tiap-tiap RT terlihat berimbang. Namun karena luas wilayah masing-masing RT berbeda maka tingkat kepadatan penduduk terlihat berbeda pula. RT 03 dan RT 05 merupakan wilayah dengan tingat kepadatan penduduk yang tertinggi yaitu 150 jiwa/Km. Sementara itu, RT 07 merupakan tingkat kepadatan penduduk terendah yakni 75 jiwa/Km.

 

2.1.3  Keadaan Sosial

A.     Sumber Daya Manusia (SDM)

Sasaran akhir dari setiap pembangunan bermuara pada peningkatan kualitas SDM. SDM merupakan subyek dan sekaligus objek dari pembangunan, mencakup seluruh siklus kehidupan manusia, sejak dalam kandungan hingga akhir hayat. Oleh karena itu, pembangunan kualitas SDM harus menjadi perhatian penting. Pada saat ini SDM di Desa Tenam cukup baik dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Hal ini berangkat dari banyaknya masyarakat yang menempuh jejang pendidikan SMA bahkan hingga sarjana.

 

B.   Pendidikan

Pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. dengan tingginya tingkat pendidikan diharapkan juga akan meningkatkan kecakapan masyarakat. tingkat kecakapan itu sendiri akan mendorong tumbuhnya daya kreatifitas dan keterampilan dalam berusaha.

 

 

 

Tabel 5 : Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan

No

Pendidikan

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

Tamat SD

124

172

296

2

Tamat SMP

123

95

218

3

Tamat SMA

95

110

205

4

Tamat Sarjana

52

37

89

5

Pelajar SD

82

74

156

6

Pelajar SMP

38

18

56

7

Pelajar SMA

16

26

42

8

Mahasiswa

10

12

22

9

Tidak/putus sekolah

38

25

63

10

Belum sekolah

16

29

45

 

C.      Kesehatan

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa antara lain dapat dilihat dari status kesehatan serta pola penyakit. Status kesehatan masyarakat antara lain dapat dinilai melalui berbagai indikator kesehatan seperti meningkatnya usia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi, angka dan status anak gizi buruk.

 

D.   Kehidupan Beragama

Penduduk Desa Tenam 100% memeluk agama islam. Dalam kehidupan beragama kesadaran melaksanakan ibadah keagamaan khususnya agama islam berkembang dengan baik.

 

E.       Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Perempuan dan anak merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan pembangunan. Komposisi penduduk Desa Tenam dari sisi perempuan dan anak adalah penduduk perempuan mencapai 900 jiwa atau 52% dari total jumlah penduduk (1.701 jiwa). Sedangkan usia 0 – 20 tahun mencapai 30 %. Komposisi ini tentunya merupakan potensi yang besar bagi desa, namun sayangnya peran perempuan khususnya dalam pembangunan relatif belum optimal setidaknya hal ini terlihat dari rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam setiap kegiatan pembangunan dan memegang posisi-posisi penting yang ada di desa.

 

F.       Budaya

Masyarakat Desa Tenam masih menjaga dan menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat yang diwarisi turun temurun oleh nenek moyang mereka. Hal ini terlihat dari masih berjalannya tatanan budaya serta kearifan lokal pada setiap prosesi pernikahan, khitanan, dan prosesi cuci kampung jika ada salah seorang anggota masyarakat yang melanggar ketentuan hukum adat. Lembaga yang berperan dalam melestarikan dan menjaga tatanan adat istiadat dan budaya lokal ini adalah Lembaga Adat Desa Tenam (LAD). Lembaga ini masih aktif baik dalam keorganisasian maupun dalam menjalanan tugas dan fungsinya.

 

Dalam hal seni budaya masyarakat masih kental dengan nuansa kebudayaan kerinci. Hal ini tidak lepas dari asal usul masyarakat yang juga dari suku kerinci. Diantara seni budaya yang masih berkembang adalah sike rebana, tari rangguk, rentak kuda, dan pencak silat yang dipertunjukan dalam setiap momen dan acara resmi di desa. Selain itu, juga terdapat budaya jawa seperti kuda lumping, kompangan dan kegiatan ruwah.

 

G.      Politik

Kemajuan demokrasi telah dimanfaatan oleh masyarakat desa untuk menggunakan hak politiknya seperti partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilih dan dipilih dalam pemilihan umum dan Pilkada. Selain menggunakan hak pilih, beberapa anggota masyarakat juga terlibat aktif sebagai konstituen dan pengurus partai politik. Beberapa partai politik yang ada di desa sebagai berikut.

Tabel 6 : Organisasi partai politik yang ada di desa

No

PARTAI POLITIK

AKTIF

TIDAK AKTIF

1

Golkar

 

2

PDI Perjuangan

 

3

Demokrat

 

4

PKB

 

5

PAN

 

6

PPP

 

 

2.1.4   Keadaan Ekonomi

Kehidupan masyarakat Desa Tenam yang didukung oleh sumber daya alam mengakibatkan hanya terdapat satu kelompok besar sumber mata pencaharian utama masyarakat desa yaitu petani (90%) serta sisanya bergerak dibidang jasa & perdagangan. Pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat belum tergarap secara optimal ditandai dengan sistim pertanian dan alat pertanian yang masih konvensional (belum menggunakan teknologi). Namun demikian potensi daratan luas yang dimiliki desa sangat menjanjikan bagi pengembangan kehidupan masyarakat desa untuk dapat hidup dengan sejahtera akan tetapi belum tergarap dengan baik dan masih banyak dijumpai lahan-lahan produktif yang dibiarkan “menganggur”,

Mata pencaharian utama penduduk adalah petani yang menunjukkan sebagai desa pertanian. Lebih dari separuh (90%) merupakan petani (kelapa sawit dan karet). Perkembangan industri sawit mendorong penduduk bekerja sebagai karyawan, sedangkan sisanya bekerja sebagai pegawai negeri dan pengusaha. Sumber pendapatan lain masyarakat desa diluar sektor pertanian adalah peternakan dan perikanan.

Tabel 7 : Mata pencaharian penduduk

No

Mata Pencaharian

Jumlah (orang)

1

Petani karet

458

2

Petani sawit

45

3

Pedagang

27

4

Ternak

25

5

Karyawan swasta

175

6

Wirausaha

19

7

Tukang perabot

15

8

PNS/TNI/Polri

38

9

Sopir

3

10

Bengkel

5

11

Tidak/belum kerja

371

 

 

 

 

Aksessibilitas dan Transportasi

Aksesibilitas terhadap desa sampai saat ini tidak menjadi kendala karena posisi desa yang cukup strategis yakni disepanjang perlintasan jalan raya (jalan lingkar provinsi). Perjalanan dari Kota Jambi memakan waktu lebih kurang 1 Jam (darat). Lebih detail mengenai aksesibilitas desa dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.

 

 

Tabel 8 : Jarak antar ibu kota

   Jarak (Km)

Desa

Kecamatan

Kabupaten

Provinsi

Desa

0

10

69

32

Kecamatan

10

0

59

22

Kabupaten

69

59

0

37

Provinsi

32

22

37

0

 

Untuk mencapai Desa Tenam ini dapat ditempuh melalui jalan darat.

 

2.2    KONDISI PEMERINTAHAN DESA

 

2.2.1      Pembagian Wilayah Desa

 

Desa Tenam secara Administratif berada di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi.  Desa Tenam terdiri dari 7 RT dan 4 Dusun.

Sebagai desa yang terletak di wilayah dataran mengakibatkan desa ini memiliki lahan yang layak untuk dijadikan sebagai daerah perkebunan dan industri. Distribusi penduduk Desa Tenam terbagi dalam 4 dusun yaitu :

1. Dusun  Tenam Ulu

2. Dusun  Tenam Tengah

3. Dusun  Tenam Ilir

4. Dusun Tenam Darat

Dusun Tenam Ulu meliputi RT 01 dan RT 06, Dusun Tenam Tengah terdiri dari RT 02, RT 03, sedangkan Dusun Tenam Ilir meliputi RT 04 dan RT 07 sementara Dusun Tenam Darat terdiri dari RT 05.

 

 

 

2.2.2       Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

 

Desa Tenam menganut Sistem Kelembagaan Pemerintahan Desa dengan Pola Minimal, selengkapnya sebagai berikut:

 

STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH

DESA DESA TENAM KECAMATAN MUARA BULIAN

KABUPATEN BATANG HARI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                                          

Rounded Rectangle: Kaur Umum
ALFAJRI,S.Kom
Rounded Rectangle: Kaur Pem
AZWIN MUSOLLI,SE
Rounded Rectangle: Kaur Bang
M.SIREGAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
2122
Jumlah Kepala Keluarga
597
Jumlah PUS
404
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
174
Keluarga yang Memiliki Remaja
394
Keluarga yang Memiliki Lansia
128
Jumlah Remaja
592
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
324
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
80

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
hj. MASTURA, S.Pd.,M.Sos
197009231989122001
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 15 orang pokja terlatih
dari 15 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 65
Minggu ini: 74
Bulan ini: 104
Total: 154