Gambaran Umum
PROFIL DESA
2.1
KONDISI DESA
2.1.1
Sejarah Desa Tenam
Desa Tenam
Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Berawal dari pemecahan Desa
Simpang Terusan Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari pada tahun 1984.
Yang pada saat itu diangkat Bapak Sanusi
selaku pejabat sementara Kepala Desa Tenam, yang bertugas menyelenggarakan
pemilihan Kepala Desa depenitip bahwa dalam rangka melaksanakan tugas pemilihan
Kepala Desa tersebut Kepala Desa membentuk panitia pemilihan kepala desa :
Diantaranya :
1.
Bapak Syargawi.S selaku Ketua
2.
Bapak Muhtar Dri selaku anggota
3.
Bapak Paino selaku anggota.
Panitia pemilihan
bertugas antara lain :
1.
Mendata mata pilih yang berhak memilih sesuai peraturan
2.
Menerima pendaftaran calon kepala desa sesuai peraturan
3.
Melaksanakan pemilihan sesuai dengan ketentuan dan peraturan.
Bahwa setelah
panitia pemilihan kepala desa melaksanakan tugas maka tercatat mata pilih yang
berhak memilih sesuai dengan wilayah Desa Tenam lebih kurang 436 mata pilih,
dan calon kepala desa terdaftar sebanyak 2 (Dua) orang calon antara lain Bapak
Muhammad dan Bapak Wasito. Bahwa setelah dilaksanakan pemilihan Kepala Desa
tersebut tercatat yang memperoleh suara terbanyak Bapak Muhammad. Maka setelah
dilakukan pelantikan Kepala Desa dan surat terima jabatan dari PJS Bapak Sanusi
kepada Bapak Muhammad selaku Kepala Desa Tenam, maka terbentuklah nama-nama
selaku pendiri Desa Tenam Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari antara
lain :
1.
Bapak Sanusi Selaku PJS Kepala Desa Yang Bertugas Melaksanakan Pemilihan
Kepala Desa Pertama di Desa Tenam.
2.
Bapak Syargawi Selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Menjabat
Selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Yang Pertama.
3.
Bapak Muhtar Dri selaku Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Menjabat Selaku
Anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Yang Pertama.
4.
Bapak Paino selaku Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Menjabat Selaku
Anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa Tenam Yang Pertama.
Bahwa
setelah dilantik Bapak Muhammad dalam melaksanakan
tugasnya selaku Kepala Desa
1.
Membentuk pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan, antara lain membentuk
perangkat desa terdiri dari:
a.
Sekretaris Desa : Bapak
Syargawi.S
b.
Kaur pemerintahan : Hijaji
Muhammad
c.
Kaur Pembangunan : Ahadun said
d.
Kaur Kasra : Bapak
Paino
2.
Membentuk Lembaga Musyawarah Desa (LMD) Terdiri dari :
a.
Ketua :
Muhammad (Kepala Desa)
b.
Sekretaris :
Syargawi,S (sekretaris desa)
Anggota
Kepala –Kepala
Dusun : Hasyim Kadus Tenam Ilir
: Mustopa Kadus Tenam Dalam
: Muhtar Dri Kadus Tenam Ulu
Tokoh-Tokoh Masyarakat : Bapak M.Ali
: Bapak Sulaiman
: Bapak Ahmadun
: Bapak Abdullah Usman
Demikianlah
susunan pemerintahan desa pertama kali desa berdiri dan membentuk struktur
organisasi penunjang lainnya seperti Lemaga Ketahanan Musyawarah Desa (L.K.M.D).
3.
Membuat peta desa dan membagi-bagi wilayah desa
Untuk membuat peta desa kepala desa menugaskan sekretaris
desa selaku koordinator dan memilih beberapa orang anggota yang mengetahui
dibidang hal tersebut dengan mempedomani peta awal pasirah maro sebo ilir.
Bahwa sesuai dengan penugasan tersebut saya (sekretaris
desa) selaku koordinator mencari peta tersebut, maka ditemukanlah di Bapak
Ismail Fahmi yang takkala itu menjabat anggota DPRD provinsi jambi.
Bahwa pada Peta Maro Sebo Ilir tersebut terdapat beberapa
desa yang adap dan cara hidup dan penghidupannya tidak sama, antara lain ;
a.
Dusun Terusan Selaku Pusat Pemerintahan Pasirah Maro Sebo Ilir Dijabat Oleh
Datuk Said Kemudian Dijabat Oleh Datuk Tayib.
b.
Dusun Danau Embat Dijabat Oleh Ngebe Idris
c.
Dusun Malapari Dijabat Oleh Ngebe Abu Samah
d.
Dusun Napal Sisik Dijabat Oleh Ngebe Roni
e.
Dusun Pelayangan Dijabat Oleh Ngebe H.Kasim.
f.
Simpang Terusan Berstatus Yang Pada Saat Itu Disebut Penghulu Dagang Yang
Mencatat Tentang Perubahan Penduduk Baik Yang Datang, Yang Lahir, Yang
Berpindah Dan Meninggal Yang Harus Dilaporkan Kepada Pesirah Terusan Pada Saat
Itu Penghulu Dagangnya Dijabat Oleh Bapak Raden.
g.
Sridadi Juga Berstatus Selaku Penghulu Dagang Yang Bertugas Sebagaimana
Penghulu Dagang Simpang Terusan Yang Pada Saat Itu Dijabat Oleh Bapak Ridwan
Tohir.
Adapun
Wilayah Pasirah Maro Sebo Ilir Berbatasan Dengan :
a.
Sebelah Barat Berbatasan Dengan Wilayah Pasirah Muara Tembesi.
b.
Sebelah Timur Berbatasan Dengan Wilayah Pasirah Muara Bulian.
c.
Sebelah Utara Berbatasan Dengan Wilayah Pasirah Pemayung.
Yang Pada Saat
Itu Terdapat Beberapa Dusun Antara Lain; Terusan, Danau Embt, Malapari, Napal
Sisik Dan Pelayangan.
Bahwa kemudian
setelah di berlakukan Undang-Undang No.5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa.
Maka wilayah pasirah Maro Sebo Ilir tersebut dimekarkan menjadi beberapa desa
antara lain:
1.
Desa Terusan
2.
Desa Danau Embat
3.
Desa Malapari
4.
Desa Pasar Terusan
5.
Desa Simpang Terusan
6.
Desa Tenam
7.
Desa Napal Sisik
8.
Desa pelayangan/rambahan
9.
Sridadi, yang setelah Ibu Kota Kabupaten Batang Hari pindah ke Muara
Bulian, maka sridadi termasuk kelurahan bukan desa yang dibentuk melalui peraturan dalam negeri, Dalam Negeri Nomor :
2 Tahun 1980, Tentang Pedoman , Pembentukan, Pemecahan Penyatuan Dan Penghapusan
Kelurahan Dan Peraturan Daerah Tingkat 1 Dan Peraturan Daerah Tingkat 2.
Kelurahan sridadi
dibentuk dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I berdasarkan atas
usul Bupati Kepala Daerah Tingkat II setelah mendapat persetujuan Menteri Dalam
Negeri adapun usulan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kepada Gubernur tersebut
setelah mendapat pertimbangan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Tingkat II.
Bahwa kelurahan
dapat dibentuk di Ibu Kota Negara, Ibu Kota Provinsi Dan Ibu Kota Kabupaten.
Bahwa dalam surat
keputusan gubernur tentang pembentukan kelurahan tersebut harus disebut Nama
Kelurahan, Luas Wilayah, Dan Batas Kelurahan Yang Dibentuk.
Demikianlah desa
tenam berawal pemecahan dari margo maro sebo ilir, dengan luas dan batas-batas
sebagai berikut, desa tenam kecamatan muara bulian setelah dilakukan pemetaan,
diperkirakan memiliki wilayah seluas lebih kurang 48 km .dengan batas-batas
sebagai berikut :
a.
Sebelah utara berbatasan dengan desa terusan dan desa malapari cirri batas
rengas Sembilan dan sungai talang.
b.
Sebelah timur kelurahan sridadi dan jalan boran pertamina.
c.
Sebelah selatan berbatasan dengan desa singkawang dengan batas pal 7 jalan
senami.
d.
Sebelah barat dengan desa simpang terusan ciri batas sungai ringin dan
kecamatan muara tembesi dengan ciri batas sungai sigam.
4.
Sumber Pendapatan Asli Desa
Bahwa untuk
menjalankan roda pemerintahan desa dalam pemerintahan, pembangunan desa dan
kemasyarakatan di pandang perlu untuk menetapkan jenis pendapatan asli desa
yang mana dengan persetujuan Lembaga Musyawarah Desa (L.M.D).
Bahwa setelah
dimusyawarahkan dengan Lembaga Musyawarah Desa (L.M.D). Maka diputuskanlah
beberapa macam sumber pendapatan asli desa tenam antara lain :
1.
Sumbangan dari petani karet dan penyadap karet dalam wilayah Desa Tenam.
2.
Sumbangan dari pemilik dan pengelola kayu dalam masyarakat wilayah
pemerintah Desa Tenam.
3.
Penambang batu/pasir, penambang mas tradisional yang berada dalam wilayah
Desa Tenam.
4.
Sumbangan yang tidak mengikat disetiap perusahaan yang terdapat diwilayah
pemerintahan Desa Tenam.
5.
Retribusi pajak dalam penerimaan lainnya dengan mempedomani peraturan
pemerintah,
Besarnya
pendapatan tersebut dimasing-masing pendapatan asli desa tersebut harus
mendapat persetujuan dari Lembaga
Musyawarah Desa dan selaku badan pelaksana ditunjuk Lembaga Ketahanan
Masyarakat Desa (L.K.M.D).
2.1.2 Demografi
A.
Letak Geografis
Secara geografis Desa Tenam berada pada ketinggian 5 – 10 dpl yang terletak
dibagian barat kabupaten Batang Hari dengan luas wilayah ± 3.335 Ha dan berada
pada posisi :
01º45’ Lintang Utara (LU) s/d 01 º49’ Lintang Selatan
(LS) dan
103 º30’ Bujur Timur (BT) s/d 103 º27’ Bujur Barat (BB)
Dengan
batas-batas wilayah sebagai berikut :
-
Sebelah Timur dengan : Kelurahan
Sridadi
-
Sebelah Utara dengan : Desa
Malapari
-
Sebelah Selatan dengan : Desa
Singkawang
-
Sebelah Barat dengan : Desa
Simpang Terusan
B.
Peruntukan Lahan
Dengan luas mencapai ± 3.335 Ha, secara garis besar dimanfaatkan oleh
masyarakat untuk pemukiman penduduk, sarana prasarana umum, dan sebagian
besarnya digunakan untuk area pertanian dan perkebunan. Secara rincinya dapat
dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 1 : Peruntukan Lahan
|
No |
Penggunaan Lahan |
Luas (Ha) |
|
1 |
Kebun
karet |
1.900 |
|
2 |
Kebun
sawit |
507 |
|
3 |
Palawija |
20 |
|
4 |
Sarana
Prasarana umum |
15 |
|
5 |
Pemukiman
penduduk |
50 |
|
6 |
Lahan
Peternakan |
30 |
|
7 |
Rawa |
300 |
|
8 |
Lahan
Tidur |
181 |
|
9 |
Kolam ikan |
10 |
|
10 |
Lahan
usaha/jasa |
5 |
|
11 |
Jalan |
2 |
|
12 |
Tempat
ibadah |
2 |
|
13 |
Tempat
pendidikan |
3 |
|
14 |
Lahan
kosong |
309 |
|
15 |
Pemakaman |
1 |
|
TOTAL |
3.335 |
|
C.
Status Kepemilikan Lahan
Luas lahan menurut status kepemilikan sebagaimana tertera pada tabel di
bawah ini :
Tabel 2 : Status Kepemilikan Lahan
|
No |
Status Kepemilikan |
Luas (Ha) |
Persentase |
|
1 |
Milik masyarakat |
2.795 |
71 |
|
2 |
Milik adat/desa |
3 |
0,10 |
|
3 |
Milik negara |
2 |
0,72 |
|
4 |
Milik swasta |
535 |
28,80 |
|
TOTAL |
3.335 |
100 |
|
D.
Keadaan Lahan
Desa Tenam memiliki topografi yang unik, dimana wilayah utara desa memiliki
tanah yang subur dengan kultur tanah yang berbukit dengan lembah-lembah kecil
di sela perkebunan rakyat dan dialiri jalur sungai kecil. Sedangan di bagian
selatan memiliki kultur tanah sedikit landai atau datar dengan dilewati sungai
besar salah satunya adalah sungai tempino. Sebagian besar lahan dimanfaatkan
oleh masyarakat untuk bercocok tanam berupa kebun karet dan sawit sebagian
kecil lagi untuk lahan palawija dan tanaman sayuran.
Kemudian dibagian selatan merupakan lahan tambang batu
bara yang melintasi suatu jalur (rate) yang cukup banyak dengan standar kalori
rata-rata dibawah 5, disamping itu lahan bagian selatan menyimpan sumber daya
alam (SDA) seperti minyak dan gas bumi.
E. Kependudukan
Jumlah penduduk Desa Tenam adalah 2174 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 583 KK
Tabel 3 : Jumlah penduduk
(Data 2013)
|
Laki – Laki |
Perempuan |
Total |
|
1110 Jiwa |
1064 Jiwa |
2174 Jiwa |
F.
Pertumbuhan Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk cenderung meningkat karena tingkat kelahiran lebih besar
dari kematian serta penduduk yang masuk lebih banyak dari penduduk yang keluar.
Tabel 4 : Jumlah Penduduk per RT (Data 2013)
|
No |
Rukun Tetangga |
Jumlah Penduduk |
|
|
KK |
Jiwa |
||
|
1 |
RT 01 |
67 |
260 |
|
2 |
RT 02 |
87 |
312 |
|
3 |
RT 03 |
96 |
343 |
|
4 |
RT 04 |
85 |
316 |
|
5 |
RT 05 |
124 |
456 |
|
6 |
RT 06 |
65 |
251 |
|
7 |
RT 07 |
59 |
236 |
|
JUMLAH |
583 |
2174 |
|
G.
Kepadatan dan Persebaran Penduduk
Persebaran penduduk relatif merata, secara absolut jumlah
penduduk pada tiap-tiap RT terlihat berimbang. Namun karena luas wilayah
masing-masing RT berbeda maka tingkat kepadatan penduduk terlihat berbeda pula.
RT 03 dan RT 05 merupakan wilayah dengan tingat kepadatan penduduk yang
tertinggi yaitu 150 jiwa/Km. Sementara itu, RT 07 merupakan tingkat kepadatan
penduduk terendah yakni 75 jiwa/Km.
2.1.3 Keadaan Sosial
A.
Sumber Daya Manusia (SDM)
Sasaran akhir dari setiap pembangunan bermuara pada
peningkatan kualitas SDM. SDM merupakan subyek dan sekaligus objek dari
pembangunan, mencakup seluruh siklus kehidupan manusia, sejak dalam kandungan
hingga akhir hayat. Oleh karena itu, pembangunan kualitas SDM harus menjadi
perhatian penting. Pada saat ini SDM di Desa Tenam cukup baik dibandingkan pada
masa-masa sebelumnya. Hal ini berangkat dari banyaknya masyarakat yang menempuh
jejang pendidikan SMA bahkan hingga sarjana.
B.
Pendidikan
Pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam
memajukan kesejahteraan masyarakat. dengan tingginya tingkat pendidikan
diharapkan juga akan meningkatkan kecakapan masyarakat. tingkat kecakapan itu
sendiri akan mendorong tumbuhnya daya kreatifitas dan keterampilan dalam
berusaha.
Tabel 5 : Jumlah
penduduk berdasarkan tingkat pendidikan
|
No |
Pendidikan |
Laki-Laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
1 |
Tamat SD |
124 |
172 |
296 |
|
2 |
Tamat SMP |
123 |
95 |
218 |
|
3 |
Tamat SMA |
95 |
110 |
205 |
|
4 |
Tamat Sarjana |
52 |
37 |
89 |
|
5 |
Pelajar SD |
82 |
74 |
156 |
|
6 |
Pelajar SMP |
38 |
18 |
56 |
|
7 |
Pelajar SMA |
16 |
26 |
42 |
|
8 |
Mahasiswa |
10 |
12 |
22 |
|
9 |
Tidak/putus sekolah |
38 |
25 |
63 |
|
10 |
Belum sekolah |
16 |
29 |
45 |
C.
Kesehatan
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa antara
lain dapat dilihat dari status kesehatan serta pola penyakit. Status kesehatan
masyarakat antara lain dapat dinilai melalui berbagai indikator kesehatan
seperti meningkatnya usia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi, angka
dan status anak gizi buruk.
D.
Kehidupan Beragama
Penduduk Desa Tenam 100% memeluk agama islam. Dalam
kehidupan beragama kesadaran melaksanakan ibadah keagamaan khususnya agama
islam berkembang dengan baik.
E.
Pemberdayaan Perempuan dan Anak
Perempuan dan anak merupakan hal yang penting dalam
pelaksanaan pembangunan. Komposisi penduduk Desa Tenam dari sisi perempuan dan
anak adalah penduduk perempuan mencapai 900 jiwa atau 52% dari total jumlah
penduduk (1.701 jiwa). Sedangkan usia 0 – 20 tahun mencapai 30 %. Komposisi ini
tentunya merupakan potensi yang besar bagi desa, namun sayangnya peran
perempuan khususnya dalam pembangunan relatif belum optimal setidaknya hal ini
terlihat dari rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam setiap kegiatan
pembangunan dan memegang posisi-posisi penting yang ada di desa.
F.
Budaya
Masyarakat Desa Tenam masih menjaga dan menjunjung tinggi
budaya dan adat istiadat yang diwarisi turun temurun oleh nenek moyang mereka.
Hal ini terlihat dari masih berjalannya tatanan budaya serta kearifan lokal
pada setiap prosesi pernikahan, khitanan, dan prosesi cuci kampung jika ada
salah seorang anggota masyarakat yang melanggar ketentuan hukum adat. Lembaga
yang berperan dalam melestarikan dan menjaga tatanan adat istiadat dan budaya
lokal ini adalah Lembaga Adat Desa Tenam (LAD). Lembaga ini masih aktif baik
dalam keorganisasian maupun dalam menjalanan tugas dan fungsinya.
Dalam hal seni budaya masyarakat masih kental dengan
nuansa kebudayaan kerinci. Hal ini tidak lepas dari asal usul masyarakat yang
juga dari suku kerinci. Diantara seni budaya yang masih berkembang adalah sike
rebana, tari rangguk, rentak kuda, dan pencak silat yang dipertunjukan dalam
setiap momen dan acara resmi di desa. Selain itu, juga terdapat budaya jawa
seperti kuda lumping, kompangan dan kegiatan ruwah.
G.
Politik
Kemajuan demokrasi telah dimanfaatan oleh masyarakat desa
untuk menggunakan hak politiknya seperti partisipasi masyarakat untuk
menggunakan hak pilih dan dipilih dalam pemilihan umum dan Pilkada. Selain
menggunakan hak pilih, beberapa anggota masyarakat juga terlibat aktif sebagai
konstituen dan pengurus partai politik. Beberapa partai politik yang ada di
desa sebagai berikut.
Tabel 6 : Organisasi
partai politik yang ada di desa
|
No |
PARTAI POLITIK |
AKTIF |
TIDAK AKTIF |
|
1 |
Golkar |
√ |
|
|
2 |
PDI Perjuangan |
√ |
|
|
3 |
Demokrat |
√ |
|
|
4 |
PKB |
√ |
|
|
5 |
PAN |
√ |
|
|
6 |
PPP |
√ |
|
2.1.4 Keadaan
Ekonomi
Kehidupan masyarakat Desa Tenam yang didukung oleh sumber
daya alam mengakibatkan hanya terdapat satu kelompok besar sumber mata
pencaharian utama masyarakat desa yaitu petani (90%) serta sisanya bergerak
dibidang jasa & perdagangan. Pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat belum tergarap
secara optimal ditandai dengan sistim pertanian dan alat pertanian yang masih
konvensional (belum menggunakan
teknologi). Namun demikian potensi daratan luas yang
dimiliki desa sangat menjanjikan bagi pengembangan kehidupan masyarakat desa
untuk dapat hidup dengan sejahtera akan tetapi belum tergarap dengan baik dan masih
banyak dijumpai lahan-lahan produktif yang dibiarkan “menganggur”,
Mata
pencaharian utama penduduk adalah petani yang menunjukkan sebagai desa pertanian. Lebih dari separuh (90%) merupakan petani (kelapa sawit dan karet). Perkembangan industri sawit mendorong penduduk bekerja
sebagai karyawan, sedangkan sisanya bekerja sebagai pegawai negeri dan pengusaha. Sumber pendapatan
lain masyarakat desa diluar sektor pertanian adalah peternakan dan perikanan.
Tabel 7 : Mata
pencaharian penduduk
|
No |
Mata Pencaharian |
Jumlah (orang) |
|
1 |
Petani karet |
458 |
|
2 |
Petani sawit |
45 |
|
3 |
Pedagang |
27 |
|
4 |
Ternak |
25 |
|
5 |
Karyawan swasta |
175 |
|
6 |
Wirausaha |
19 |
|
7 |
Tukang perabot |
15 |
|
8 |
PNS/TNI/Polri |
38 |
|
9 |
Sopir |
3 |
|
10 |
Bengkel |
5 |
|
11 |
Tidak/belum kerja |
371 |
|
|
|
|
Aksessibilitas
dan Transportasi
Aksesibilitas
terhadap desa sampai saat ini tidak menjadi kendala karena posisi desa yang cukup strategis yakni disepanjang
perlintasan jalan raya (jalan lingkar provinsi). Perjalanan dari Kota Jambi memakan waktu lebih kurang 1 Jam (darat).
Lebih detail mengenai aksesibilitas desa dapat dilihat pada Tabel 7 berikut.
Tabel 8 : Jarak antar
ibu kota
|
Jarak (Km) |
Desa |
Kecamatan |
Kabupaten |
Provinsi |
|
Desa |
0 |
10 |
69 |
32 |
|
Kecamatan |
10 |
0 |
59 |
22 |
|
Kabupaten |
69 |
59 |
0 |
37 |
|
Provinsi |
32 |
22 |
37 |
0 |
Untuk
mencapai Desa Tenam
ini dapat ditempuh melalui jalan darat.
2.2
KONDISI PEMERINTAHAN DESA
2.2.1 Pembagian Wilayah Desa
Desa Tenam secara Administratif
berada di Kecamatan Muara Bulian
Kabupaten Batang Hari
Provinsi Jambi. Desa Tenam terdiri dari 7 RT dan 4 Dusun.
Sebagai
desa yang terletak di wilayah
dataran
mengakibatkan desa ini memiliki lahan yang layak untuk dijadikan sebagai daerah perkebunan dan industri.
Distribusi penduduk Desa Tenam terbagi
dalam 4
dusun yaitu :
1.
Dusun Tenam Ulu
2.
Dusun Tenam Tengah
3.
Dusun Tenam Ilir
4. Dusun Tenam Darat
Dusun Tenam Ulu meliputi RT 01 dan RT 06, Dusun Tenam
Tengah terdiri dari RT 02, RT 03, sedangkan Dusun Tenam Ilir meliputi RT 04 dan
RT 07 sementara Dusun Tenam Darat terdiri dari RT 05.
2.2.2 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
Desa Tenam menganut Sistem Kelembagaan Pemerintahan Desa dengan Pola Minimal,
selengkapnya sebagai berikut:
STRUKTUR
ORGANISASI PEMERINTAH
DESA DESA TENAM
KECAMATAN MUARA BULIAN
KABUPATEN BATANG
HARI
![]()
![]()
![]() |
|||||||
![]() |
![]() |
||||||
![]() |
|||||||



