Gambaran Umum


Desa Marga Manunggal Jaya merupakan binaan transmigrasi UPT Sungai Bahar IV yang penempatannya pada bulan Juli tahun 1989, yang kemudian diserahkan kepada pemerintahan daerah tingkat II Batang Hari pada tanggal 1 Agustus 1992. Desa Marga Manunggal Jaya terletak di Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, dan Desa Marga Manunggal Jaya merupakan Ibu Kota Kecamatan.

Transmigrasi sungai bahar adalah transmigrasi swakarsa, dimana transmigrasi di Desa Marga Manunggal Jaya pemerintah bekerjasama dengan PTPN VI perusahaan pengolah sawit dengan tujuan juga untuk memberikan pengajaran cara berkebun sawit serta menjadi pembeli hasil sawit tersebut dan bekerjasama dengan bank exim (Bank ekspor impor Indonesia) memberikan dana untuk membantu penyedian lahan.

Pembukaan lahan untuk tempat tinggal dan lahan transmigran di Desa Marga Manunggal Jaya pertama kali tahun 1988 setelah satu tahun kemudian, tempat tinggal transmigran telah rampung. Pada juli 1989 mulai para transmigran berdatangan, calon transmigran berasal dari daerah yaitu, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, ABRI yang habis dan akan habis masa baktinya serta lokal (putradaerah) yang berjumlah keseluruhan 500 kk.

Kehidupan social ekonomi di Desa Marga Manunggal Jaya dari awal penempatan sampai berkembangnya mengalami perubahan yang cukup signifikan, dengan bantuan dari pemerintah sampai berusaha secara mandiri.

Perubahan yang dialami oleh masyarakat dari awal penempatan sampai tahun 2000 sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan berkembang kearah pesat. Kehidupan ekonomi yang dulunya sulit di jalankan, mulai berubah dengan masyarakat yang mau bekerja keras. Adapun masyarakat yang memilih kembali di karenakan persedian sudah habis atau tidak sanggup bertahan di daerah baru pasti cukup menyesal, perubahan dari segi ekonomi yang mengharuskan mereka makan dengan lauk seadanya, kemudian mengolah lahan selebar 3 hektar, lahan plasma 2 h, lahanpangan 0,75 h (7500 m), lahanperkerangan 0,25 h (2500 m) setiap KK.

Program transmigrasi sangat membantu bagi kalangan yang ekonomi lemah pada waktu masih tinggal di pulau Jawa (kebanyakan berasal dari pulau Jawa), di Jawa sendiri belum tentu mempunyai lahan yang luas bisa memenuhi prekonomian, akan tetapi setelah bergabung di program transmigrasi dan berada di pemukiman sangat berbeda dan kesejahteraan didapat setelah ikut program transmigrasi.

Pendidikan yang dimiliki Desa Marga Manunggal Jaya pada umumnya untuk para transmigrasi rendah hanya beberapa yang lulusan SD (ABRI tidak masuk hitungan), namun berbeda dengan anak-anaknya rata-rata tamatan SMA atau lulusan sarjana karena para transmigrasi cukup mengetahui pentingya pendidikan.  Kesempatan lapangan pekerjaan berkembang seiring majunya program transmigrasi tercipta lapangan pekerjaan yang membutuhkan pendidikan, maka sekolah dianggap masyarakat sebagai gerbang memproleh pekerjaan.

Pendidikan di Desa Marga Manunggal Jaya awalnya hanya Sekolah dasar (SD) yaitu SD 325 yang sekarang menjadi SD 169, awalnya para perintis yang berjumlah 4 orang yaitu Ibu Sugiyati, Ibu Nani (sekarang kepsek SMP), Pak Umar Muhidin, Bapak H. Ponijo Kamaruddin (Guru SMP), Bapak Engkar serta dibantu oleh anggota transmigrasi dari ABRI, mereka berkeliling rumah kerumah untuk mendata anak-anak yang belum selesai dan ikut transmigrasi bersama orang tua mereka.

Setelah mendata anak-anak yang putus sekolah yang ikut orang tua transmigrasi mereka dikumpulkan untuk bersekolah yang SD mengambil kelas pagi dan SMP mereka belajar siang hari, alasannya karena gedung hanya satu yang disediakan oleh pemerintah untuk transmigrasi, untuk buku pelajaran memang sudah di sediakan oleh pemerintah.

Awal untuk pendidikan para perintis megajar seadaanya, tahun 1993 pemerintahan pihak desa mulai membangun SD, SMP, dan SMA dengan bantuan pihak PT PN VI dan tahun 1994 pemerintahandesamengusulkan SD, SMP, dan SMA untukmenjadinegritahun 1995 SDN 169, SMPN 13, dan SMAN 4 saat itu masih kecamatan Mestong kabupaten Batang Hari.

Kemudian semakin berkembang pula gedung-gedung sekolah, tahun 1995 di Desa Marga Manunggal Jaya satu-satunya desa yang memiliki sekolah berstatus negri SD, SMP, dan SMA hal inilah menjadikan banyak murid dari desa lain bersekolah di DesaManunggal Jaya. tahun 1995 juga mulai banyak tenaga pengajar yang di tugaskan pemerintah di Desa Marga Manunggal Jaya.

Agama merupakan salah satustrukturalpenting yang melengkapikeseluruhan system sosialsuatumasyarakat. Pembinaan dalam bidang agama di lokasi pemukiman transmigrasi bertujuan untuk memberikan bimbingan dalam hidup beragama saling berdampingan, saling toleransi antar umat beragama, di Desa Marga Manunggal Jaya kehidupan beragama berjalan dengan baik.

Agama yang dianut oleh masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya mayoritas adalah islam, dan sebagian menganut agama Kristen sejak di tempatkan di pemukiman memiliki rutinitas sendiri seperti yasinan, solawatan setiap minggu, Isra miraj dan solawatan 10 muharram Awal penempatan rumah peribadatan untuk umat muslim sudah tersedia yang di bangunkan oleh pemerintah dengan ukuran sederhana, sekitartahun 1998 masyarakat desa membangun ulang dan memindahkanya shingga terbangunlah Masjid Jami’ Nurul Muawanah dan masjid yang lama sekarang di ubah menjadi TK kasihibu.

Kebudayaaan yang dimiliki masyarakat transmigrasi di Desa Marga Manunggal Jaya masih kental dengan budaya Jawa karena hampir 80 persen transmigrasi di kecamatan Sungai Bahar berasal dari pulau Jawa, bahkan bahasa sehari-hari di DesaMargaManunggal Jaya menggunakan bahasa Jawa. Di daerah pemukiman transmigrasi mereka sering menampilkan budaya yang di bawa dari kampung halamanya.

Bapak maryono (Alm) yang membawa kesenian dari daerah asalnya Banjarnegara, yaitu wayang kulit, ketoprak, dan kesenian jaranan (kuda kepang). Kesenian inilah yang menjadi hiburan warga transmigrasi. Sehingga terbentuk lah paguyuban kesenian dengan nama Margo Mudo Budoyo (Marga Muda Budaya) mempunyai makna kesenian dan budaya yang di angkat oleh kaum muda Desa Marga Manunggal Jaya.

            Kehidupan ekonomi masyarakat transmigrasi yang memiliki jenis pekerjaan yang sama, sangat menggantungkan hidup pada kebun kelapa sawit, selain itu mereka juga menanami tanaman palawija dan sayur-sayuran guna menunjang kebutuhan sehari-hari, masayarakat menanam yaitu padi, jagung, cabai, kacangpanjang, ketimun, terong, bayam, dan kangkung.

 Pekerjaan masyarakat pada saat ini juga sudah banyak ada tidak hanya disektor pertanian kelapa sawit, bayak pekerjaan yang muncul baik dari pendidikan, kesehatan, peternakan, bengkel, swalayan, dan jasa lainnya.

setelah adanya kegiatan kampung berkualitas di desa marga manunggal jaya, masyarakat sangan merasakan mamfaat nya terutama kegiatan yangdi lakukan olek kader IMP bangga kencanan seperti : Kegiatan  Poktan BKB, BKAR ,BKL, UPPKA , PIK-R , DASHAT dan lainnya

 

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
2906
Jumlah Kepala Keluarga
999
Jumlah PUS
587
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
270
Keluarga yang Memiliki Remaja
557
Keluarga yang Memiliki Lansia
272
Jumlah Remaja
783
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
410
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
151

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Harmen Derita
197007032009061001
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 10 orang pokja terlatih
dari 10 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi:
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0