Khataman megengan

KUMBOKARNO ORO ORO OMBO
Dipublikasi pada 08 February 2026

Deskripsi

Megengan adalah tradisi masyarakat Jawa (khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah) untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan doa bersama, tahlilan, dan sedekah makanan, terutama kue apem, pada akhir bulan Sya'ban. Tradisi ini melambangkan kesiapan menahan hawa nafsu, permohonan maaf (apem berasal dari afwun), serta ungkapan syukur dan penghormatan kepada leluhur. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai tradisi Megengan:

Makna dan Tujuan: Berasal dari kata bahasa Jawa "megeng" (menahan/mengendalikan), tradisi ini menandai persiapan spiritual untuk menahan hawa nafsu selama puasa. Ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, mendoakan leluhur, dan sedekah.

Waktu Pelaksanaan: Dilakukan beberapa hari sebelum atau pada malam 1 Ramadan.

Hidangan Khas: Kue apem adalah menu wajib, yang secara filosofis melambangkan permohonan maaf (ngafwan/ngafwun) atas kesalahan. Selain apem, biasanya disajikan tumpeng, nasi berkat, dan lauk-pauk.

Rangkaian Kegiatan: Diawali dengan ziarah kubur (nyekar) ke makam leluhur, kemudian dilanjutkan dengan tahlilan dan doa bersama, baik di rumah masing-masing maupun di masjid/langgar.

Asal-usul: Tradisi ini merupakan hasil akulturasi budaya Jawa kuno (Hindu-Buddha) dengan nilai-nilai Islam yang diwariskan oleh Wali Songo. 

Tradisi ini masih lestari dan menjadi simbol kegembiraan serta persiapan spiritual dalam menyambut bulan Ramadan. 

Khataman megengan dalam rangka menyambut datang nya bulan suci romadhon di musholla AL machfudz jl trengguli diikuti oleh 18 orang santri

Sesi Kegiatan Keagamaan

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 7
Bulan ini: 25
Total: 108