Gambaran Umum


A. PENGERTIAN KAMPUNG KB

Kampung Keluarga Berkualitas (KB) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa atau kelurahan. Program ini dilaksanakan dengan mengintegrasikan berbagai program pembangunan keluarga, kependudukan, dan pembangunan lainnya

Kampung Keluarga Berkualitas adalah kampung yang mandiri, tentram, dan bahagia. Dalam konsep lama disebut Kampung Keluarga Berencana dengan wilayah setingkat desa/kelurahan yang memiliki kriteria tertentu dan terdapat keterpaduan Program Bangga Kencana. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) adalah satuan wilayah setingkat kelurahan dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.

Sebagai sebuah pendekatan pembangunan yang bersifat universal, dan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengoptimalkan penyelenggaraan pemberdayaan penguatan institusi keluarga, maka perlu didorong penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di setiap desa/kelurahan.

B.    DASAR HUKUM

Adapun dasar hukum dalam pencanangan dan pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas di Kota Semarang adalah sebagai berikut :

1.      Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

2.      Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Tahun 2020-2024

3.      Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/70/SJ Tahun 2016 untuk Pencanangan Kampung KB

4.      Permendagri Nomor 22 Tahun 2018 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2019

5.      Permendesa  Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Pembangunan Dana Desa 2018

6.      Pergub Jateng Nomor 77 Tahun 2017 tentang Pengembangan Kampung KB di Provinsi Jawa Tengah

7.    Peraturan Walikota Semarang No.014.6/283 tahun 2017

8.      SK Walikota Nomor 476/1164 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengembangan Kampung KB

9.    SK Lurah Patemon No. 001/440/IX/2023

C.    TUJUAN

Kampung KB memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

·     Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat 

·     Meningkatkan kesadaran dan kesertaan dalam ber KB 

·     Membangun karakter bangsa Indonesia yang mampu melaksanakan fungsi-fungsi keluarga 

·     Menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat

D.    INDIKATOR

Adapun indikator yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :

1.      Tersedianya data dan cakupan pemenuhan administrasi kependudukan

2.      Terlaksananya advokasi dan komunikasi perubahan perilaku masyarakat

3.      Meningkatnya akses dan pelayanan kesehatan termasuk keluarga berencana dan kesehatan reproduksi

4.      Terdapat pendampingan dan pelayanan pada keluarga dengan resiko kejadian stunting

5.      Meningkatnya cakupan layanan dan akses pendidikan

6.      Meningkatnya cakupan layanan jaminan dan perlindungan sosial pada keluarga dan masyarakat miskin serta rentan

7.      Terdapat kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat

8.      Penataan lingkungan, peningkatan akses air bersih serta sanitasi dasar

E.    KAMPUNG KB SUKSES BERKARYA

Ø  Kondisi Geografis

         Kelurahan Patemon merupakan wilayah yang terletak di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Luas wilayah Kelurahan Patemon 499,088 ha. Kelurahan Patemon terdiri dari 9 RW dan 34 RT. Berdasarkan profil Kelurahan Patemon tahun 2023, Kelurahan Patemon memiliki penduduk sebanyak 6.435 jiwa.

1.   Batas Wilayah

      Sebelah utara               : Sekaran

      Sebelah timur               : Srondol Kulon

      Sebelah selatan           : Pakintelan

      Sebelah barat                : Ngijo

2.   Jumlah Penduduk

      Jumlah penduduk          : 6.435

      Jumlah Laki-laki              : 3.310

      Jumlah Perempuan        : 3.125

      Jumlah KK                          : 1.885

      Jumlah RW                         : 9

      Jumlah RT                          : 34

Ø  Tujuan

Secara umum tujuan dibentuknya Kampung Keluarga Berkualitas Sukses Berkarya Kelurahan Patemon  adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui pemberdayaan masyarakat dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana) serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan tujuan khusus yang hendak dicapai adalah :

1.     Meningkatkan peran Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Non Pemerintah, dan Swasta dalam memfasilitasi, pendampingan dan pembinaan masyarakat untuk melaksanakan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga ( BANGGA KENCANA ) serta pembangunan sektor terkait.

2.     Meningkatkan kesadaran masyarakat yang berhubungan dengan pembangunan berwawasan kependudukan

3.     Meningkatkan jumlah peserta KB aktif dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

4.     Meningkatkan ketahanan keluarga melalui program 8 fungsi keluarga (Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi, dan Pembinaan Lingkungan)

5.     Meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui Kelompok UPPKS

6.     Menurunkan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

7.     Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

8.     Meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk usia sekolah

9.     Menurunkan angka perkawinan di bawah umur

Ø  Visi dan Misi

a.     Visi

Visi Kampung Keluarga Berkualitas Sukses Bekarya  Kelurahan Patemon adalah terwujudnya keluarga-keluarga yang sejahtera dan berkualitas. Adapun makna yang terkandung dalam visi ini adalah :

1.    Keluarga, yaitu unit terkecil dalam masyarakat.

2.    Sejahtera, yaitu kesejahteraan secara mental, spiritual, sosial ekonomi.

3.    Berkualitas, dalam arti unggul dalam aspek keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya serta psikologis.

 b.    Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka terdapat 7 misi, yaitu :

1.   Terbentuknya kepengurusan Kampung KB yang dikukuhkan dengan surat keputusan

2.   Tersedianya sasaran pembinaan yang terdiri dari para keluarga yang mempunyai anak balita, remaja, dan lansia serta remaja itu sendiri dan kelompok kegiatan lainnya

3.   Tersedianya metode dan materi pembinaan serta penyuluhan

4.   Terlaksananya pembinaan sesuai dengan metode dan materi yang sudah dipersiapkan, antara lain :

v  Melaksanakan sosialisasi, penyuluhan, dan kie

v  Melaksanakan pertemuan-pertemuan

v  Melaksanakan pelatihan-pelatihan (life skill)

v  Melaksanakan pembinaan kepada keluarga sasaran

5.   Terselenggaranya kegiatan administrasi dan dokumentasi

6.   Memfasilitasi program kegiatan di Kampung KB

7.   Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai Program yang telah dilaksanakan di Kampung KB


Dalam rangka mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas, Kampung KB Sukses Berkarya memiliki beberapa kelompok kegiatan atau yang disebut dengan POKTAN. Kelompok-kelompok ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Poktan tersebut meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Keberadaan Poktan Tribina bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga sesuai dengan tahapan siklus kehidupan. Mulai dari keluarga yang memiliki balita, remaja, hingga lansia, semuanya mendapatkan perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan.Dengan adanya Poktan ini, pembangunan keluarga tidak dilakukan secara parsial, tetapi secara menyeluruh dan terintegrasi.

  • Bina Keluarga Balita

Bina Keluarga Balita (BKB) Graha Mandiri merupakan salah satu program strategis dalam Kampung KB Sukses Berkarya yang berfokus pada pembinaan keluarga yang memiliki anak usia balita. Program ini memiliki sasaran sebanyak 30 balita dengan pelaksanaan kegiatan sebanyak 12 kali pertemuan dalam satu tahun. Kegiatan dilaksanakan secara rutin di Balai RW VII Kelurahan Patemon dan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Puskesmas Sekaran, Posyandu, program Germas, serta edukasi gizi.

Program BKB tidak hanya sekadar kegiatan penyuluhan biasa, tetapi merupakan wadah pembelajaran bagi orang tua, khususnya ibu, dalam memahami pola asuh yang tepat dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Dalam setiap pertemuan, orang tua diberikan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Selain aspek gizi, BKB juga memberikan edukasi mengenai stimulasi tumbuh kembang anak, baik dari aspek motorik, kognitif, bahasa, maupun sosial emosional. Orang tua diajarkan bagaimana cara memberikan stimulasi sederhana di rumah melalui permainan edukatif yang sesuai usia anak. Hal ini bertujuan agar anak tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga berkembang secara optimal dari sisi kecerdasan dan karakter.

BKB juga berperan penting dalam upaya pencegahan stunting. Melalui pemantauan berat badan, tinggi badan, serta lingkar kepala secara rutin, kader bersama tenaga kesehatan dapat mendeteksi secara dini apabila terdapat risiko gangguan pertumbuhan. Dengan deteksi dini tersebut, penanganan dapat segera dilakukan sehingga permasalahan tidak berkembang menjadi lebih serius.

Kegiatan BKB juga menjadi sarana mempererat hubungan antar orang tua balita, sehingga terbentuk kelompok dukungan sebaya yang saling berbagi pengalaman dan solusi dalam pengasuhan anak. Lingkungan yang suportif ini sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa tumbuh kembang anak adalah tanggung jawab bersama.

Secara keseluruhan, BKB Graha Mandiri berkontribusi besar dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sejak usia dini. Program ini menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, karena kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas anak-anaknya. Oleh karena itu, keberlanjutan dan konsistensi pelaksanaan BKB menjadi prioritas dalam mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas di Kelurahan Patemon.

  • Bina Keluarga Lansia Nusa Indah

Bina Keluarga Lansia (BKL) Nusa Indah merupakan salah satu program pembinaan keluarga dalam Kampung KB Sukses Berkarya yang secara khusus menyasar kelompok lansia beserta keluarganya. Program ini memiliki sasaran sebanyak 50 lansia dan keluarga lansia, dengan pelaksanaan kegiatan sebanyak 12 kali pertemuan dalam satu tahun. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan berkolaborasi dengan Puskesmas Sekaran serta Posyandu ILP sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

BKL bertujuan untuk mewujudkan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif di usia senja. Program ini didasarkan pada pemahaman bahwa lansia bukanlah kelompok yang harus bergantung sepenuhnya kepada keluarga, melainkan tetap memiliki potensi untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial apabila diberikan pendampingan dan perhatian yang tepat.

Dalam setiap pertemuan, lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala, seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta pemantauan kondisi fisik lainnya. Selain itu, diberikan pula edukasi mengenai pola hidup sehat, pengaturan pola makan yang sesuai dengan usia, pentingnya aktivitas fisik ringan, serta pengelolaan stres dan kesehatan mental.

Kegiatan BKL juga mencakup aktivitas sosial seperti senam lansia, diskusi kelompok, serta kegiatan keagamaan dan keterampilan ringan yang bertujuan menjaga kebugaran fisik sekaligus meningkatkan kebahagiaan dan rasa percaya diri lansia. Interaksi sosial ini sangat penting untuk mencegah rasa kesepian dan depresi yang sering dialami oleh kelompok usia lanjut.

Tidak hanya fokus pada lansia, program ini juga memberikan edukasi kepada keluarga lansia. Anggota keluarga diberikan pemahaman mengenai pentingnya dukungan emosional, komunikasi yang baik, serta perawatan yang penuh empati terhadap orang tua atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia. Dengan demikian, tercipta hubungan keluarga yang harmonis dan saling menghargai.

BKL Nusa Indah juga berperan dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa proses penuaan adalah fase alami yang harus disikapi dengan kesiapan fisik dan mental. Melalui pendekatan ini, lansia didorong untuk tetap memiliki tujuan hidup, menjaga kesehatan, dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Secara keseluruhan, BKL Nusa Indah menjadi wujud nyata kepedulian Kampung KB Sukses Berkarya terhadap kelompok lansia. Program ini tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan lansia, tetapi juga memperkuat fungsi keluarga dalam merawat dan menghormati orang tua. Dengan adanya pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan lansia di Kelurahan Patemon dapat menjalani masa tua dengan sehat, bermartabat, dan bahagia.

  • Bina Ketahanan Remaja Bougenvil

Bina Keluarga Remaja (BKR) Bougenvil merupakan salah satu program strategis dalam Kampung KB Sukses Berkarya yang berfokus pada pembinaan keluarga yang memiliki anak usia remaja. Program ini memiliki sasaran sebanyak 20 keluarga remaja dengan pelaksanaan kegiatan sebanyak 12 kali pertemuan dalam satu tahun. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan berkolaborasi dengan PIK Remaja serta Posyandu ILP, sehingga pendekatan yang dilakukan tidak hanya dari sisi keluarga, tetapi juga dari sisi remajanya secara langsung.

Program BKR bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja. Masa remaja merupakan fase transisi yang sangat penting, di mana anak mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan.

Pada fase ini, remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, pergaulan bebas, pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku berisiko lainnya. Oleh karena itu, peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama menjadi sangat krusial.

Dalam setiap pertemuan BKR, orang tua diberikan edukasi mengenai pola komunikasi yang efektif dengan remaja, pentingnya membangun hubungan yang terbuka dan saling percaya, serta cara memberikan pengawasan yang tidak bersifat mengekang namun tetap terarah. Orang tua juga dibekali pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja, perencanaan masa depan, serta pentingnya pendidikan sebagai bekal kehidupan.

Selain itu, BKR juga mendorong orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi emosional anak remaja. Perubahan suasana hati, pencarian jati diri, dan kebutuhan akan pengakuan sering kali menjadi tantangan dalam hubungan orang tua dan anak. Melalui pembinaan ini, keluarga diharapkan mampu menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi remaja untuk berbagi cerita serta mendapatkan dukungan.

Kolaborasi dengan PIK Remaja menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan BKR, karena materi yang diberikan kepada orang tua sejalan dengan edukasi yang diterima oleh remaja. Dengan demikian, terjadi keselarasan pemahaman antara orang tua dan anak dalam menghadapi masa pertumbuhan.

Secara keseluruhan, BKR Bougenvil berperan penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki perencanaan hidup yang matang. Program ini menjadi langkah preventif dalam mencegah berbagai permasalahan remaja sekaligus memperkuat fungsi keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak. Dengan pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, diharapkan remaja di Kelurahan Patemon mampu tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan siap menghadapi masa depan.

  • Usaha Peningkatan  Pendapatan Akseptor Cahaya Andaru 


Usaha Peningkatan Pendapatan Akseptor (UPPKA) Cahaya Andaru merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi keluarga dalam Kampung KB Sukses Berkarya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga akseptor KB. Program ini memiliki sasaran sebanyak 20 keluarga dan dilaksanakan melalui 12 kali pertemuan dalam satu tahun. UPPKA menjadi wadah strategis untuk membina dan mengembangkan potensi ekonomi keluarga agar lebih mandiri dan produktif.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Keluarga yang memiliki penghasilan tambahan cenderung lebih stabil dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan bergizi, pendidikan anak, serta layanan kesehatan. Oleh karena itu, UPPKA tidak hanya berfokus pada aspek usaha semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam UPPKA Cahaya Andaru meliputi:

• Identifikasi potensi usaha yang sesuai dengan kemampuan dan minat anggota.

• Pelatihan keterampilan usaha, seperti pengolahan makanan, produk rumahan, dan kerajinan.

• Pembinaan manajemen usaha sederhana, termasuk pencatatan keuangan dan pengelolaan modal.

• Edukasi strategi pemasaran, baik secara langsung maupun melalui media digital.

• Monitoring dan evaluasi perkembangan usaha anggota secara berkala.

Melalui kegiatan tersebut, anggota tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya perencanaan usaha dan pengelolaan keuangan yang tertib. Pertemuan rutin juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar anggota, sehingga tercipta suasana saling mendukung dan memperkuat jejaring usaha di lingkungan kelurahan.

Dengan adanya UPPKA Cahaya Andaru, diharapkan keluarga akseptor KB mampu meningkatkan taraf ekonomi, memiliki usaha yang berkelanjutan, serta membangun ketahanan keluarga yang lebih kuat. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing di Kelurahan Patemon.

  • Pusat Informasi dan Konseling Remaja  Tunas Patemon


Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Tunas Patemon merupakan wadah pembinaan dan pengembangan remaja di lingkungan Kampung KB Sukses Berkarya. Program ini dirancang sebagai ruang yang aman, edukatif, dan partisipatif bagi remaja untuk memperoleh informasi yang benar dan bertanggung jawab, khususnya terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pengembangan potensi diri.

Kegiatan PIK-R dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan dalam satu tahun dan berkolaborasi dengan Karang Taruna serta Posyandu ILP. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pembinaan serta memastikan materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan remaja saat ini. PIK-R menjadi sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki perencanaan masa depan yang jelas.

Materi dan kegiatan yang dilaksanakan dalam PIK-R antara lain:

• Edukasi kesehatan reproduksi remaja secara benar dan ilmiah.

• Penyuluhan mengenai bahaya pernikahan dini dan pergaulan bebas.

• Pembekalan keterampilan hidup (life skills) seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.

• Konseling sebaya, di mana remaja dapat berbagi permasalahan dan mendapatkan solusi secara nyaman.

• Kegiatan pengembangan minat dan bakat untuk meningkatkan rasa percaya diri remaja.

PIK-R juga mendorong remaja untuk memiliki perencanaan kehidupan yang matang, termasuk dalam aspek pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga di masa depan. Dengan adanya pembinaan yang konsisten, remaja diharapkan mampu memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil serta menghindari perilaku berisiko.

Selain itu, PIK-R Tunas Patemon berperan dalam menciptakan lingkungan sosial yang positif bagi remaja. Remaja tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga dilibatkan sebagai agen perubahan yang dapat memberikan pengaruh baik bagi teman sebaya dan lingkungan sekitar.

Secara keseluruhan, PIK-R Tunas Patemon menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan keluarga berkualitas. Melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan terbentuk generasi muda Kelurahan Patemon yang sehat, cerdas, berakhlak baik, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

  • Inventarisir Persiapan Di Wilayah Kelurahan Masing Masing


Inventarisir persiapan merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh komponen pendukung Kampung KB berjalan optimal di tingkat kelurahan. Tahapan ini meliputi kelengkapan Surat Keputusan (SK) seperti SK Pokja Kampung KB, SK Poktan, SK Rumah Dataku, serta SK Dashat sebagai dasar legalitas operasional program.

Selain aspek administratif, kesiapan Pokja dan kader menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Melalui pertemuan rutin Pokja Kampung KB, disusun RKM (Rencana Kegiatan Masyarakat) yang menjadi pedoman pelaksanaan program secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Inventarisir ini juga mencakup kelengkapan sekretariat, administrasi Poktan, serta identifikasi permasalahan prioritas seperti stunting dan pernikahan dini. Dengan pemetaan masalah yang jelas, intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

  • Pelaksanaan Quick Win Kemendukbangga – Genting/Sibening

Program Genting/Sibening merupakan salah satu Quick Win dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) yang dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali di Kelurahan Patemon. Program ini berfokus pada percepatan penurunan stunting melalui intervensi langsung kepada balita yang memiliki riwayat risiko stunting. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen nyata pemerintah kelurahan bersama masyarakat dalam meningkatkan kualitas generasi sejak usia dini.

Pendanaan program Genting/Sibening diperoleh dari swadaya dan partisipasi aktif masyarakat. Dana yang terkumpul kemudian dikelola oleh TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kelurahan untuk dibelanjakan dalam bentuk paket bantuan gizi, seperti susu, telur, bahan makanan bergizi, serta kebutuhan nutrisi lainnya. Bantuan tersebut didistribusikan secara tepat sasaran kepada balita yang telah terdata memiliki faktor risiko.

Selain pemberian bantuan, kegiatan ini juga disertai edukasi kepada orang tua terkait pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan anak melalui posyandu. Dengan pendekatan kolaboratif antara kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat, program Genting/Sibening tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, bebas stunting, dan berkualitas.

  • Pelaksanaan Quick Win Kemendukbangga – GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)

Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) merupakan salah satu Quick Win Kemendukbangga yang dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali di tingkat RT dan RW di Kelurahan Patemon. Kegiatan ini disosialisasikan dalam forum pertemuan warga, dengan sasaran utama para ayah, remaja laki-laki, dan pria dewasa. Program ini menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak di dalam keluarga.

Melalui GATI, para ayah diberikan pemahaman bahwa tanggung jawab keluarga bukan hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga keterlibatan emosional dan sosial dalam tumbuh kembang anak. Edukasi yang diberikan meliputi komunikasi efektif dalam keluarga, pendampingan belajar anak, serta peran ayah dalam pencegahan stunting dan pernikahan dini.

Dengan adanya GATI, diharapkan terjadi perubahan pola pikir di masyarakat bahwa figur ayah adalah teladan utama dalam keluarga. Program ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga, menciptakan hubungan harmonis antara orang tua dan anak, serta membangun generasi yang lebih berkarakter dan bertanggung jawab.

  • Pelaksanaan Quick Win Kemendukbangga – Sidaya (Lansia Berdaya)

Program Sidaya (Lansia Berdaya) merupakan salah satu Quick Win Kemendukbangga yang dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali, khususnya terpusat di RW 6 melalui kegiatan Posyandu Lansia Nusa Indah. Program ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif di usia lanjut.

Kegiatan Sidaya meliputi pemeriksaan kesehatan berkala seperti cek tekanan darah, gula darah, serta pemantauan kondisi kesehatan umum. Selain itu, lansia juga mengikuti senam bersama, penyuluhan pola hidup sehat, serta edukasi terkait pencegahan penyakit tidak menular. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus kesehatan mental dan sosial lansia.

Melalui program Sidaya, lansia tidak hanya menjadi objek pelayanan kesehatan, tetapi juga tetap diberdayakan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dukungan keluarga dan kader menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia, sehingga mereka tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat.

  • Pelaksanaan Quick Win Kemendukbangga – Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak)

Program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) di Kelurahan Patemon diwujudkan melalui Rumah Pelita yang berlokasi di Puskesmas Pembantu RW 5. Program ini memberikan layanan pengasuhan bagi anak usia 0–72 bulan dengan lingkungan yang aman, sehat, dan terpantau. Tamasya hadir sebagai solusi bagi orang tua, khususnya ibu bekerja, agar tetap dapat produktif tanpa mengabaikan kualitas pengasuhan anak.

Kegiatan di Rumah Pelita meliputi stimulasi tumbuh kembang anak, pemantauan status gizi, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pendampingan emosional dan sosial anak. Selain itu, orang tua juga diberikan edukasi terkait pola asuh yang tepat, pentingnya pemenuhan gizi seimbang, serta pencegahan stunting sejak usia dini. Pendekatan ini memastikan bahwa pengasuhan dilakukan secara terarah dan sesuai tahapan perkembangan anak.

Melalui program Tamasya, diharapkan terbentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak usia emas pertumbuhan. Program ini tidak hanya mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

  • Potensi Kelurahan Patemon

Kelurahan Patemon memiliki berbagai potensi unggulan yang mendukung keberhasilan program Kampung KB Sukses Berkarya. Potensi tersebut meliputi kampung tematik, Pokdarwis, UMKM, bank sampah, kelompok tani/KWT, hingga destinasi wisata yang menjadi daya tarik masyarakat. Sinergi antara program pembangunan keluarga dan potensi lokal ini menjadi kekuatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Salah satu potensi wisata yang berkembang adalah Embung Patemon yang berada di wilayah RW 01. Selain sebagai destinasi wisata, embung ini juga berfungsi sebagai sarana konservasi air dan ruang interaksi sosial masyarakat. Di sisi lain, terdapat Wisata Religi Makam Cagak Luas yang menjadi bagian dari identitas kultural dan spiritual masyarakat Patemon.

Pengembangan potensi ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui UMKM dan pemberdayaan kelompok masyarakat. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, potensi wilayah menjadi instrumen penting dalam mendukung ketahanan keluarga dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.

  • Kampung Tematik Kelurahan Patemon

Kelurahan Patemon memiliki beberapa kampung tematik yang menjadi identitas sekaligus inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Kampung tematik ini tidak hanya memperkuat karakter wilayah, tetapi juga menjadi strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung program Kampung KB secara berkelanjutan.

Beberapa kampung tematik yang berkembang antara lain Kampung ASEK (ASI Eksklusif) di RW VII, Kampung Wisata Embung Patemon di RW I, serta Kampung Gubug Rokok di RW II. Masing-masing kampung memiliki fokus intervensi yang berbeda, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pengembangan wisata berbasis lingkungan, hingga upaya menciptakan lingkungan rumah sehat bebas asap rokok.

Keberadaan kampung tematik ini menjadi bukti bahwa masyarakat Patemon mampu berinovasi sesuai potensi dan permasalahan wilayahnya. Pendekatan tematik memudahkan pelaksanaan program karena lebih spesifik, terukur, serta memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup keluarga.

  • Inovasi Kampung ASEK (ASI Eksklusif) – RW VII

Kampung ASEK (ASI Eksklusif) di RW VII merupakan inovasi unggulan yang berfokus pada peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Program ini menghadirkan Rumah Aspirasi ASI yang didukung oleh kader sebagai motivator ASI, sehingga para ibu mendapatkan pendampingan, edukasi, dan dukungan secara berkelanjutan selama masa menyusui.

Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan adalah pemberian sertifikasi atau reward kepada ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan penuh. Selain itu, dipasang stiker pada rumah ibu menyusui sebagai bentuk apresiasi sekaligus kampanye sosial untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekitar tentang pentingnya ASI eksklusif.

Kampung ASEK juga memiliki taman khusus tanaman katuk yang dimanfaatkan bersama oleh warga sebagai pendukung produksi ASI. Daun katuk diolah menjadi berbagai produk seperti puding, stik, dan jus katuk, sehingga tidak hanya mendukung kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga berpotensi menjadi produk olahan bernilai ekonomi.

  • Inovasi Gubug Rokok

Inovasi Gubug Rokok merupakan salah satu langkah strategis Kelurahan Patemon dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang lebih sehat dan bebas asap rokok. Program ini diterapkan di beberapa RW seperti RW II, RW IV, RW V, dan RW VIII sebagai bentuk komitmen bersama masyarakat untuk mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah.

Gubug Rokok disediakan sebagai tempat khusus bagi warga yang merokok, sehingga aktivitas tersebut tidak dilakukan di dalam rumah dan tidak berdampak pada anggota keluarga, terutama ibu hamil, balita, dan lansia. Program ini diperkuat dengan pemasangan stiker PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), Kartu Rumah Sehat, serta stiker larangan merokok di dalam rumah sebagai bentuk deklarasi komitmen warga.

Melalui pendekatan persuasif dan partisipatif, inovasi ini mendorong perubahan perilaku tanpa menimbulkan konflik sosial. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat, menurunkan risiko penyakit akibat paparan asap rokok, serta mendukung terwujudnya Kampung KB yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.

  • PERAWAN KEREN(Perawatan Keluarga Rawan ke rumah pasien)

Inovasi penanganan awal untuk warga yang membutuhkan perawatan awal sebelum dirujuk/dirawat ke puskesmas/RS. Dilakukan dengan armada ambulan patemon dengan adanya pengadanaan ambulance ini dilakukan dengan cara mandiri dan sukarela. Diprakarsai oleh LPMK, Lembaga kegamaan, forum RT RW dan dari pihak swasta.

  • Bank Sampah Mawar

Bank Sampah Mawar RW V merupakan salah satu inovasi pemberdayaan masyarakat dalam bidang pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan peningkatan ekonomi warga. Program ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga agar memiliki nilai guna dan nilai jual.

Melalui program sedekah sampah, Bank Sampah Mawar melakukan sistem penjemputan sampah yang bekerja sama dengan toko-toko di wilayah RW V. Sampah yang terkumpul seperti plastik, kain perca, hingga limbah organik seperti nasi basi diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti eco enzim, MOL (Mikroorganisme Lokal), hingga kerajinan seperti bantal kursi. Hal ini menunjukkan bahwa limbah dapat diubah menjadi peluang usaha produktif.

Selain aspek ekonomi, Bank Sampah Mawar juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial, penyaluran bantuan ke YPAC, serta aksi peduli bencana banjir. Dengan motto membangun masyarakat yang peduli terhadap sesama dan lingkungan, bank sampah ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang berdaya dan berempati.

  • Tempat Wisata – Embung Patemon

Embung Patemon merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kelurahan Patemon yang berada di RW I. Selain berfungsi sebagai penampungan air untuk konservasi dan pengendalian lingkungan, embung ini juga dimanfaatkan sebagai ruang publik dan sarana rekreasi masyarakat.

Pengembangan Embung Patemon sebagai kampung wisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. Kehadiran pengunjung membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, seperti penjualan makanan, minuman, serta produk lokal lainnya. Dengan pengelolaan yang baik, embung tidak hanya menjadi ikon wilayah, tetapi juga sumber pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

  • Tempat Wisata – Makam Cagak Luas

Wisata Religi Makam Cagak Luas menjadi bagian dari potensi budaya dan spiritual di Kelurahan Patemon. Tempat ini memiliki nilai historis dan religius yang menjadikannya tujuan ziarah bagi masyarakat dari dalam maupun luar wilayah.

Keberadaan wisata religi ini memperkuat identitas sosial dan budaya masyarakat Patemon. Selain sebagai tempat ibadah dan refleksi spiritual, kawasan ini juga memberikan dampak ekonomi tidak langsung melalui aktivitas perdagangan kecil di sekitarnya. Dengan demikian, potensi wisata religi turut mendukung pembangunan berbasis kearifan lokal.

  • Kelompok UMKM Kelurahan Patemon

Kelompok UMKM di Kelurahan Patemon berperan penting dalam mendukung peningkatan pendapatan keluarga dan pengentasan kemiskinan. Berbagai produk UMKM dan sentra industri rumahan berkembang sebagai hasil kreativitas dan pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga akseptor dan kelompok binaan UPPKA.

Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, hingga produk berbasis daur ulang. Kegiatan UMKM ini tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui sistem produksi dan pemasaran berbasis komunitas.

Melalui pembinaan, pelatihan, dan partisipasi dalam berbagai pameran atau lomba, UMKM Patemon semakin berkembang dan memiliki daya saing. Hal ini menunjukkan bahwa program Kampung KB tidak hanya berorientasi pada aspek kependudukan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

  • Prestasi

Kelurahan Patemon telah meraih berbagai prestasi di tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi sebagai bukti keberhasilan program yang dijalankan.

Beberapa prestasi tersebut antara lain:

  • Juara I Lomba PHBS dan LBS Tingkat Kecamatan Gunungpati Tahun 2019.
  • Juara I Lomba PHBS Tingkat Kota Semarang Tahun 2019.
  • Juara I Lomba PHBS Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019.
  • Juara III Lomba PHBS GSIB 2019.
  • Juara Harapan I Lomba Masak Tingkat Kota Semarang Tahun 2023.
  • Juara I Lomba Akseptor Lestari 10 Tahun Tingkat Kota Semarang Tahun 2022.
  • Juara III Lomba Kader Teladan (IMP/PPKBD) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023.
  • Juara III Liga Voli Tingkat Kota Semarang Tahun 2023
  • Juara III Lomba Website Tahun 2023.
  • Juara I Lomba Evaluasi Kinerja Administrasi dan Pelayanan Publik Tahun 2025.


Prestasi ini menunjukkan bahwa Kelurahan Patemon tidak hanya aktif dalam program, tetapi juga mampu menunjukkan hasil nyata dan berdaya saing.

  • Media Sosial

 


https://www.instagram.com/kelurahan_patemon_?igsh=bHN3cWR2YTZud3I3


Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
4910
Jumlah Kepala Keluarga
1894
Jumlah PUS
1403
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
504
Keluarga yang Memiliki Remaja
421
Keluarga yang Memiliki Lansia
569
Jumlah Remaja
429
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
1127
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
276

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Sawitri
199004252015022001
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 15 orang pokja terlatih
dari 21 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 56
Minggu ini: 62
Bulan ini: 69
Total: 323