Mau Jadi Lansia Sehat dan Produktif
Deskripsi
Mau Jadi Lansia Sehat dan Produktif
Kesehatan
Lansia adalah proses berkelanjutan dalam mengoptimalkan peluang dan kemampuan
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental, kemandirian, dan
kualitas hidup sepanjang kehidupan untuk mencapai kondisi penuaan yang sehat.
Lansia
sehat adalah Lansia yang berdaya serta mampu menyesuaikan diri terhadap
perubahan fisik, mental, sosial, finansial, dan spiritual mereka dan lingkungan
sosialnya.
Masalah
apa saja yang lazim terjadi pada Lansia?
Sindrom
geriatri merupakan masalah yang sering dialami pada lansia dimana ada 14
penurunan kemampuan pada lansia yang ditandai dengan :
- Berkurangnya Kemampuan Gerak
: Berkurangnya kemampuan gerak dapat terjadi akibat penurunan fungsi
fisik karena berkurangnya aktifitas serta karena menderita penyakit.
- Kejadian jatuh dan Patah Tulang
: Perubahan gaya jalan dan keseimbangan yang dialami lansia
dapat menyebabkan risiko jatuh dan patah tulang.
- Mengompol atau ketidakmampuan
menahan keinginan BAK : Mengompol terjadi karena
ketidakmampuan menahan keluarnya urin atau keluarnya urin secara tak
terkendali pada saat yang tidak tepat dan tidak diinginkan.
- Infeksi
: Infeksi yang dialami lansia karena menurunnya fungsi imun, perubahan
berbagai fungsi tubuh serta penyakit yang dialami Lansia.
- Gangguan Fungsi Indera : Gangguan
yang sering dialami lansia adalah gangguan pendengaran, penglihatan dan
penciuman akibat proses menua.
- Kekurangan
gizi : Kekurangan gizi pada lansia karena kurangnya asupan energi dan
protein, gangguan metabolisme tubuh, masalah psikologis serta masalah
keuangan.
- Masalah
akibat tindakan medis: Lansia menerima terlalu banyak obat, menggunakan
obat terlalu lama atau obat dengan dosis yang berlebihan akibat penyakit
yang diderita.
- Gangguan
tidur : Lansia sering mengalami kesulitan jatuh tertidur, sulit terlelap,
bangun pada malam hari dan sering buang air kecil yang mengganggu waktu
tidurnya.
- Gangguan
fungsi kognitif : Kapasitas intelektual yang menurun pada lansia sering
menyebabkan lansia mengalami pikun.
- Isolasi
: Lansia sering menarik diri dari lingkungan sekitar karena adanya masalah
psikologis.
- Konstipasi
: Kesulitan buang air besar (Konstipasi) sering terjadi pada lansia karena
berkurangnya gerakan (peristaltik) usus.
- Gangguan
fungsi imun : Sistem imun yang menurun pada lansia sehingga menyebabkan
mudah terkena infeksi.
- Gangguan
fungsi seksual : Sering terjadi pada lansia laki-laki berupa
ketidakmampuan ereksi, ketidakmampuan penetrasi,
atau ketidakmampuan mempertahankan ereksi.
- Berkurangnya
kemampuan keuangan : Masalah keuangan karena berkurangnya pendapatan
meningkatkan risiko keterbatasan akses terhadap berbagai layanan
kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Upaya
Promotif Kesehatan Lansia
1. Banyak
makan sayuran dan cukup buah-buahan.
• Sayur dan
buah merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat.
• Sayuran
dan buah dapat dikonsumsi utuh atau dalam bentuk minuman jus.
• Konsumsi
buah matang dan batasi minuman jus bergula atau minuman jus kemasan.
2. Biasakan
mengonsumsi makanan sumber kalsium seperti ikan dan susu.
• Konsumsi
bahan makanan sumber kalsium terutama dari ikan dan susu atau produk olahan
susu lainnya (keju, yogurt, mentega/butter).
•
Disarankan untuk memilih susu yang kandungan lemaknya lebih rendah.
3. Biasakan
mengonsumsi makanan berserat.
• Asupan
serat yang cukup akan membantu sistem pencernaan berjalan lancar.
• Konsumsi
sumber karbohidrat yang banyak mengandung serat (seperti nasi merah, havermout,
oatmeal dan roti gandum).
• Konsumsi
sayuran serta buah yang banyak mengandung serat.
4. Batasi
mengonsumsi makanan yang tinggi garam (natrium).
• Makanlah
makanan rendah garam karena makanan tinggi kadar garam dapat meningkatkan
hipertensi.
• Hindari
makanan makanan yang mengandung kadar garam tinggi antara lain sosis, ikan
asin, buah dan sayur yang diawetkan, dendeng, telur asin, kue kering, dll.
5.
Minum air putih sesuai kebutuhan
• Minum air
sangat penting bagi metabolisme tubuh.
• Cairan
dalam bentuk air dalam minuman dan makanan sangat diperlukan tubuh untuk
mengganti cairan yang hilang.
• Anjuran
minum air putih 6-8 gelas sehari (1.5-2 ltr/hari).
6. Tetap
melakukan aktivitas fisik.
• Tetap
beraktivitas fisik adalah salah satu cara untuk mendukung pemenuhan gizi
seimbang pada lansia.
• Aktivitas
fisik dapat membantu menambah selera makan.
• Aktifitas
fisik menjaga kelenturan otot dan relaksasi otot, baik bagi kesehatan jantung,
serta menjaga kebugaran tubuh lansia
7. Batasi
konsumsi gula, garam dan lemak/ minyak.
• Makanan
yang mengandung tinggi gula, garam dan lemak dapat meningkatkan risiko terhadap
timbulnya penyakit hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker, diabetes, dan
asam urat yang tinggi.
• Batasi
makanan seperti jeroan,daging olahan (sosis, nugget, dll), dan emping melinjo.
• Sumber
lemak baik yang dapat dikonsumsi seperti daging merah (sapi, kambing, dll),
kacang kacangan, biji-bijian, alpukat, dan ikan.
• Anjuran
konsumsi gula adalah maksimal 4 sendok makan per hari; anjuran konsumsi garam
maksimal 1 sendok teh per hari; sementara asupan lemak/ minyak maksimal 5
sendok makan per hari.
Aktifitas
fisik apa saja yang bisa dilakukan Lansia?
A. Berjalan
kaki
Salah satu
aktivitas fisik paling sederhana dan baik untuk lansia adalah jalan santai.
Aktivitas ini dapat menambah stamina, membakar kalori berlebih, dan menguatkan
jantung.
B.
Bersepeda
Bersepeda
baik untuk meningkatkan kekuatan tulang dan sendi, serta menjaga kesehatan
jantung. Jaga keamanan saat bersepeda dengan menggunakan pelindung.
C. Berdansa
Melakukan
gerakan dansa sambil diiringi musik atau lagu kesenangan tentu menjadi
aktivitas yang sangat menyenangkan. Aktifitas dansa ini baik untuk menjaga
kebugaran dan keseimbangan tubuh.
D. Berenang
Berenang
merupakan salah satu pilihan aktifitas fisik yang paling baik bagi lansia
karena dapat meningkatkan kekuatan otot dan sendi, melancarkan aliran darah,
serta baik untuk kesehatan jantung, otak, dan paru-paru.
Latihan
fisik apa yang bisa dilakukan Lansia?
a. Latihan
Kelenturan Tubuh
Kelenturan
adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerak melalui ruang gerak sendi atau
ruang gerak tubuh secara maksimal. Bentuknya latihan peregangan/stretching,
seperti peregangan leher, bahu, lengan, punggung, panggul, tungkai.
b. Latihan
Keseimbangan
Latihan
keseimbangan dapat membantu tubuh tetap seimbang dan mengurangi risiko terjatuh
saat berjalan atau ketika melakukan aktivitas lain. Latihan ini dapat dilakukan
dengan berdiri di atas satu kaki atau berjalan jinjit.
c. Latihan
Beban
Melakukan
latihan beban bertujuan meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot pada lansia
dengan sarkopenia (penurunan masa dan kekuatan otot). Alatnya bisa menggunakan
dumbbell seberat 0.5-5 kg, atau botol berisi air (500 ml) atau beban dari berat
badan sendiri.Latihan ini dapat dilakukan dengan beberapa gerakan:
d. Latihan
duduk-berdiri: Lakukan latihan berdiri dari kursi dan duduk kembali. Caranya:
Dalam posisi duduk, geser badan kedepan sampai keujung kursi sambil pegangan
pada kursi, kepala condong kedepan sampai sejajar kaki, tangan ditaruh diatas
lutut, dalam satu gerakan mengayun kedepan sedikit, lalu dorong keatas dengan
tegak. Lakukan gerakan dengan pengulangan 5x.
Latihan ini
sangat baik untuk membangun otot-otot utama kaki Anda
e. Latihan
jongkok-berdiri (Squat): Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu.
Jaga punggung tetap lurus, dorong pinggul ke belakang dan turunkan tubuh
seolah-olah anda akan duduk di kursi. Kemudian berdiri kembali. Jika
lansia kurang mampu melakukan, dapat dibantu oleh pendamping dengan posisi
pendamping berdiri di depan lansia (sambil memegang tangan lansia). Latihan ini
juga menargetkan otot-otot utama kaki anda
f. Latihan
push-up dinding (Wall press-up): Berdirilah sekitar tiga kaki menghadap
dinding. Dengan kaki dibuka selebar bahu, letakkan tangan di dinding setinggi
bahu. Dengan punggung lurus, turunkan tubuh ke arah dinding, lalu dorong
kembali ke atas dengan meluruskan siku.(Posisi pendamping dapat berdiri di
belakang lansia).Latihan ini akan memperkuat otot dada, bahu, dan lengan atas.
g. Latihan
angkat betis dengan ujung jari (Calf raise): Posisi berdiri tegak, lalu lakukan
Gerakan seperti berjinjit pada kakikanan dan kiri secara bersamaan, kemudian
turunkan kembali secara perlahan. (Lansia bisa juga menggunakan bantuan dengan
berpegangan pada kursi) Latihan ini terutama melatih otot betis yang diperlukan
untuk berjalan dan berlari.
h. Latihan
otot lengan atas (Biceps curl): Berdiri tegak dengan
kaki dibuka
selebar bahu. Pegang satu dumbbell di masing- masing tangan. Biarkan lengan
anda rileks di sisi tubuh dengan telapak tangan menghadap ke depan. Tekuk kedua
siku dan angkat beban sehingga dumbbell mendekati bahu anda, lalu turunkan
beban ke posisi awal.
Pada
gerakan ini yang terpenting bukan kecepatan saat mengangkat dumbbell Hal yang
perlu diperhatikan adalah ekstensi dan hiperekstensi maksimal pada lengan
lansia Latihan ini membangun kekuatan lengan atas.