Pembinaan Sekolah lansia
AUR
Dipublikasi pada
18 December 2025
Deskripsi
Kegiatan sekolah lansia (lanjut usia) adalah program
pendidikan nonformal yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui
berbagai pelatihan dan informasi mencakup kesehatan (pencegahan penyakit, gizi,
senam), keterampilan hidup (keuangan, teknologi, kerajinan), sosial budaya,
keagamaan, hingga pengembangan diri, agar lansia tetap aktif, mandiri, bahagia,
dan tidak kesepian, dengan metode belajar interaktif seperti ceramah, diskusi,
praktik, dan permainan edukatif.
Jenis Kegiatan Utama
- Kesehatan: Edukasi
penyakit degeneratif (diabetes, stroke, hipertensi), senam khusus lansia,
yoga, terapi fisik (akupresur, pijat), gizi seimbang, dan kesehatan mental
(mengatasi cemas, depresi).
- Keterampilan
Hidup & Vokasional: Manajemen keuangan, literasi digital
(teknologi), keterampilan rumah tangga (memasak, menjahit), kerajinan
tangan, dan kewirausahaan ringan (entrepreneurship)
.
- Pengembangan
Spiritual & Emosional: Terapi spiritual, diskusi keagamaan,
terapi mengingat masa lalu (reminiscence therapy), dan konseling
psikologis.
- Sosial
& Budaya: Permainan edukatif, kegiatan seni (musik, tari,
lukis), diskusi sosial, membangun jejaring sebaya, dan kegiatan
kemasyarakatan.
- Aktivitas
Fisik: Senam, yoga, latihan keseimbangan, dan jalan santai.
Tujuan Sekolah Lansia
- Meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran tentang penuaan sehat.
- Meningkatkan
kemandirian dan kepercayaan diri.
- Mengurangi
rasa kesepian dan isolasi sosial.
- Meningkatkan
kualitas hidup, kebahagiaan, dan produktivitas di usia senja.
Metode Pembelajaran
- Ceramah,
diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung.
- Permainan
edukatif dan ice breaking.
- Kunjungan
lapangan (wisata edukasi).
Kurikulum & Struktur (Contoh: SELANTANG)
- Terbagi
dalam beberapa standar (S1, S2, S3) yang mencakup materi komprehensif dari
kesehatan fisik hingga pengembangan diri.
- Pertemuan
rutin, misalnya dua minggu sekali, dengan durasi sekitar 1 jam per
pertemuan.
Sesi Kegiatan Keagamaan