PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA BERISIKO STUNTING
MAJASIH JAYA
Dipublikasi pada
20 November 2025
Deskripsi
Berikut adalah poin-poin materi pembinaan keluarga berisiko stunting:
1. Edukasi Gizi dan Kesehatan (1000 HPK)
- Masa Kehamilan: Pentingnya
konsumsi makanan bergizi seimbang, zat besi, dan pemeriksaan kehamilan
(ANC) secara rutin.
- Bayi 0-6 Bulan: ASI eksklusif
minimal 6 bulan tanpa makanan pendamping apapun.
- Bayi 6-24 Bulan: Pemberian
Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani dan zat besi,
dilanjutkan ASI hingga 2 tahun.
- Pencegahan Anemia: Edukasi
mengenai pencegahan kurang darah pada ibu hamil dan balita.
2. Pola Asuh dan Tumbuh Kembang
- Pemantauan Tumbuh Kembang: Rutin
ke Posyandu untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan guna
deteksi dini gangguan pertumbuhan.
- Imunisasi: Melengkapi
imunisasi dasar untuk mencegah infeksi yang memicu gizi buruk.
- Stimulasi Dini: Memberikan
perhatian, kasih sayang, dan stimulasi motorik/kognitif.
3. Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi
- Akses Air Bersih: Memastikan
penggunaan air minum dan air bersih yang layak.
- Sanitasi Layak: Penggunaan
jamban sehat untuk mencegah infeksi berulang yang berdampak pada stunting.
4. Perencanaan Keluarga (KIE)
- Hindari 4T: Mencegah
pernikahan dini dan kehamilan "Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu
Dekat, dan Terlalu Banyak".
- KB Pascasalin: Edukasi
mengenai Keluarga Berencana (KB) setelah melahirkan untuk mengatur jarak
kehamilan.
5. Pemberdayaan Ekonomi (DASHAT)
- Melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT),
keluarga diedukasi mengenai pengolahan pangan lokal terjangkau untuk gizi
seimbang.
Sesi Kegiatan Keagamaan