Gambaran Umum
Mengenai sejarah Desa Wajak sendiri belum ada yang baku, tetapi dari hasil temuan-temuan dan
penelusuran yang dilakukan Kepala Desa (1990 – 2007) yang dijabat oleh Drs.
Sucipto adalah sbb :
-
Desa Wajak
itu ada sejak zaman Majapahit ini terbukti dengan ditemukannya Patung
Airlangga, uang Gobang serta bekas-bekas batu bata yag menurut ahli purbakala
barang-barang tersebut adanya di zaman Majapahit.
-
Dulu katanya desa Wajak ini merupakan hutan Aren, nama buah aren tersebut ada yang menyebutnya
dengan nama Wajak , sehingga hutan itu disebut juga hutan Wajak dan di jadikan Desa dengan nama Desa Wajak .
-
Tahun 1883 di desa Wajak sudah ada Pegadaian dan Loji.
-
Tahun 1925 dibangun irigasi untuk mengatur
pengairan di persawahan.
Secara geografis Desa Wajak terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang
Selatan dan 112°10'-112°13' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah
berupa daratan sedang agak tinggi yaitu sekitar 495 m di atas permukaan air
laut, curah hujan di Desa Wajak
rata-rata mencapai 2.736 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan
Desember hingga mencapai 2.800 mm yang merupakan curah hujan tertinggi. Secara
administratif, Desa Wajak terletak di
wilayah Kecamatan Wajak Kabupaten Malang
dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Dengan batas wilayah
sebagai berikut :
A. Sebelah
Utara : Desa Ngembal Kecamatan Wajak dan Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo
B. Sebelah
Timur : Desa Dawuhan Kec. Poncokusumo
C. Sebelah
Selatan : Desa Blayu Kecamatan Wajak dan Desa Sukolilo Kec. Wajak
D. Sebelah
Barat : Desa Sukoanyar Kec. Wajak