Pemantauan dan KIR bagi Bumil dalam upaya pencegahan Stunting
Deskripsi
Pemantauan kesehatan dan
pemeriksaan kesehatan (KIR) pada Ibu Hamil (Bumil) adalah langkah krusial dalam
pencegahan stunting karena kondisi janin sangat bergantung
pada kesehatan ibu selama masa kehamilan. Upaya ini difokuskan pada
deteksi dini risiko kekurangan gizi dan gangguan pertumbuhan janin agar
intervensi dapat segera dilakukan.
Protokol Pemeriksaan Kehamilan (ANC)
Pemerintah melalui menetapkan standar minimal 6 kali
pemeriksaan selama masa kehamilan untuk mencegah stunting:
- Trimester
I (1 kali): Fokus
pada pemeriksaan dokter dan USG awal untuk mendeteksi dini risiko
kehamilan.
- Trimester
II (2 kali): Pemantauan
pertumbuhan janin secara berkala.
- Trimester
III (3 kali): Persiapan
persalinan dan pemantauan berat badan janin yang intensif.
Komponen Pemantauan & KIR Utama
Selama pemeriksaan, tenaga kesehatan melakukan serangkaian prosedur KIR
untuk memastikan ibu tidak mengalami kondisi yang memicu stunting pada bayi:
- Pengukuran
LILA (Lingkar Lengan Atas): Untuk mendeteksi Kurang Energi Kronis (KEK). Ibu dengan LILA
< 23,5 cm berisiko tinggi melahirkan bayi stunting.
- Pemantauan
Berat Badan: Memastikan
kenaikan berat badan ibu sesuai dengan usia kehamilan guna menunjang
nutrisi janin.
- Pemeriksaan
Laboratorium: Meliputi
cek Hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, serta cek protein urin dan
gula darah. Anemia pada bumil adalah faktor risiko utama stunting.
- Pemberian TTD (Tablet Tambah Darah): Minimal
90 tablet selama kehamilan untuk mencegah anemia defisiensi besi.
- USG
(Ultrasonografi): Dilakukan
minimal 2 kali oleh dokter untuk memantau kesejahteraan janin, detak
jantung, dan posisi plasenta.
Mengapa Pemantauan Ini Penting?
Pencegahan stunting harus dimulai sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan
(HPK), yang dimulai sejak pembuahan dalam rahim. Jika bumil mengalami
kurang gizi atau sakit selama kehamilan tanpa terpantau (KIR), bayi berisiko
lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau mengalami hambatan
pertumbuhan yang sulit diperbaiki setelah lahir.
Perlu dilakukan pemantauan status gizi pada ibu hamil karena ditemukan ibu pendek, berat badan tidak sesuai dengan usia kehamilan