Gambaran Umum


Desa Lamatti Riawang merupakan hasil pemekaran Desa Lamatti Riaja pada tahun 1989 yang merupakan hasil usulan dari sekertaris Desa Lamatti Riaja yaitu Bapak Manggamparang.

Kemudian dalam penamaannya ada dua nama yang diusulkan untuk nama desa baru tersebut seperti Sambalofi dan Lamatti Riawang, namun nama Lamatti Riawang yang dianggap dan disepakati paling cocok karena belum adanya Lamatti Riawang sedangkan Lamatti RiajaLamatti Rilau, dan Lamatti Riattang telah ada.

Arti kata Lamatti sendiri merupakan nama Kerajaan dan Riawang yang artinya bagian Utara, Riaja bagian Barat, Rilau artinya bagian Timur, dan Riattang Artinya bagian Selatan.

Sebelum dimekarkan desa Lamatti Riaja, dimana pada saat itu jumlah 8 Dusun wilayah Desa Lamatti Riaja yaitu:

1. Dusun Cenranae

2. Dusun Aruhu

3. Dusun Mangasa

4. Dusun Hilalang

5. Dusun Jerrung I

6. Dusun Jerrung II

7. Dusun Macconggi[1]

8. Dusun Paria[2]

Kemudian dalam pemekaran, kedelapan dusun tersebut dibagi dua. Empat dusun tetap dalam wilayah pemerintahan desa Lamatti Riaja, Sedangkan 4 (empat) lainnya yakni Dusun Jerrung I, Dusun Jerrung II, Dusun Macconggi dan Dusun Paria merupakan wilayah pemerintahan desa baru Lamatti Riawang.

Pada masa pembentukan desa Lamatti Riawang tahun 1989 – 1992 staus Desa Lamatti Riawang sebagai Desa Persiapan dijabat oleh Bapak Mangngamparang selaku Kepala Desa Persiapan.

Kemudian pada tahun 1992 Lamatti Riawang menjadi Desa Defenitif, bersamaan dengan itu Kepala Desa Persiapan yaitu bapak Mangngamparang diangkat langsung menjadi Kepala Desa Defenitif dengan dasar Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sinjai Nomor:338/KDS/1992 Tentang Pemberhentian Dengan Hormat Para Pejabat Kepala Desa Persiapan dan Pengangkatan Kembali Para Pejabat Kepala Desa Defenitif Di Kabupaten Daerah Tingkat II Sinjai.

Pada Tahun 1993 Diadakan Pemilihan pertama kali Kepala Desa di Desa Lamatti Riawang, terdapat 3 orang yang mencalonkan menjadi kepala Desa yaitu Mangngamparang, Bolle M, dan Muh. Arif. Namun Bapak Bolle M berhasil meraih suara terbanyak saat itu, kemudian beliau menggantikan posisi Bapak Manggamparang menjadi kepala Desa Lamatti Riawang ke-2 dengan dasar suara terbanya dan Surat Keputusan Kepala Daerah Tingkat II Sinjai Nomor:430/KDS/1993.

Delapan tahun kemudian yaitu pada tahun 2001 masa periode pertama Kepala Desa Bolle M berakhir. Diadakan kembali pemeilihan Kepala Desa yang kedua kalinya, dengan jumlah calon sebanyak 4 orang diantaranya Bolle M, Muh. Arif, Andi Alfian, dan Umar, dan Bapak Bolle M kembali terpilih menjadi Kepala Desa dengan memperoleh suara terbanyak.

Kemudian pada tahun 2002 dilakukan pemekaran dusun di dusun Paria yakni Dusun Paria I dan Dusun Paria II. Jumlah dari 4 dusun di Desa Lamatti Riawang menjadi 5 dusun hingga saat ini yaitu:

1. Dusun Jerrung I

2. Dusun Jerrung II

3. Dusun Macconggi[1]

4. Dusun Paria I

5. Dusun Paria II

Pada tahun 2008 masa jabatan Bolle M telah berakhir dan diadakan kembali pemilihan Kepala Desa untuk ketiga kalinya di Desa Lamatti Riawang. Terdapat 4 calon saat itu yaitu Andi Alfian, Muhammad Nur, Muhsinin, dan Hasni R. Ibu Hasni R yang merupakan istri dari Bapak Bolle M yang berhasil meraih suara terbanya dan menjabat sebagai Kepala Desa di Desa Lamatti Riawang tahun 2008 – 2013.

Usai periode Hasni R tahun 2014 jabatan Kepala Desa kembali diisi oleh Pelaksana Tugas Kepala Desa Lamatti Riawang yaitu Asdar Kumi, beliau diangkat menjadi pelaksana tugas atas rekomnedasi dari Kecamatan, sementara tahun 2016 diadakan kembali pemilihan kepala desa keempat kalinya untuk periode 2016 - 2021. Kali ini hanya tiga yang mencalonkan menjadi kepala desa diantaranya Bolle M, Muh. Arfah dan Abriawan. Dengan meraih suara terbanyak, Muh. Arfah sebagau Kepala Desa Defenitif Lamatti Riawang Tahun 2016 hingga sekarang.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas administratif Desa Lamatti Riawang

Dengan luas wilayah sekitar 11,3641 km² yang terdiri dari 5 dusun:

  • Dusun Jerrurng I
  • Dusun Jerrung II
  • Dusun Paria I
  • Dusun Paria II
  • Dusun Macconggi

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
2070
Jumlah Kepala Keluarga
618
Jumlah PUS
275
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
32
Keluarga yang Memiliki Remaja
20
Keluarga yang Memiliki Lansia
15
Jumlah Remaja
185
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
236
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
39

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
Dana Desa
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
MAISAR,SE
19661211993021007
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 10 orang pokja terlatih
dari 10 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
Potensi Desa

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 1
Bulan ini: 1
Total: 121