pembinaan bkb

PAMMESAKANG
Dipublikasi pada 14 August 2026

Deskripsi

Langkah-langkah mungil itu belum sepenuhnya seimbang, tetapi rasa ingin tahunya melangkah lebih cepat dari kakinya. Usia 1–2 tahun adalah masa ketika anak belajar berdiri, berjalan, menyebut kata pertama, dan mengenali dunia sebagai ruang yang luas. Di fase inilah, pembinaan Bina Keluarga Balita (BKB) digelar dengan tema pola asuh anak usia 1–2 tahun—sebuah pertemuan yang menghadirkan keluarga sebagai kompas pertama kehidupan.

Ruangan sederhana itu berubah menjadi ruang belajar bersama. Para orang tua duduk melingkar, sebagian memangku anak yang sesekali turun untuk menjelajah lantai, memegang kursi, atau tertawa kecil tanpa sebab yang jelas. Di hadapan mereka, materi tentang pola asuh dipaparkan seperti peta yang menunjukkan arah pertumbuhan: bagaimana membangun kedekatan emosional, memberi stimulasi sesuai usia, hingga menanamkan kebiasaan positif sejak dini.

Usia 1–2 tahun disebut sebagai masa emas perkembangan. Pada fase ini, anak mengalami lonjakan kemampuan motorik, bahasa, dan sosial. Setiap respons orang tua—dari cara berbicara hingga cara menenangkan tangisan—menjadi bagian dari fondasi karakter yang sedang dibangun. Pembinaan BKB menggarisbawahi bahwa pola asuh bukan sekadar rutinitas harian, melainkan proses pembentukan lingkungan yang aman dan mendukung eksplorasi anak.

Iswarawi, SE, selaku penyuluh KB yang hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pembinaan BKB bertujuan memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama dan utama bagi anak. “Tujuan pembinaan BKB adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak sesuai tahapan usianya. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat memberikan stimulasi yang seimbang antara kasih sayang dan pembiasaan disiplin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan BKB juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarorang tua. “Melalui BKB, keluarga dapat saling bertukar cerita dan solusi. Dengan begitu, pola asuh yang diterapkan tidak hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun, tetapi juga berdasarkan pemahaman yang lebih terarah,” jelas Iswarawi.

Diskusi berlangsung terbuka. Beberapa orang tua bertanya tentang cara menghadapi anak yang mulai menunjukkan sikap keras kepala, sementara yang lain berbagi pengalaman tentang membiasakan anak makan sendiri. Setiap pertanyaan dijawab dengan pendekatan yang praktis dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Pembinaan BKB hari itu seperti menuntun langkah kecil di jalan yang panjang. Anak-anak mungkin belum mengerti arah, tetapi keluarga yang memegang tangan mereka sedang belajar menjadi penunjuk jalan yang lebih mantap. Di antara tawa balita dan catatan para orang tua, masa depan sedang dipersiapkan—dimulai dari pola asuh yang tepat di usia emas 1–2 tahun.

Kegiatan ini terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik.

Sesi Kegiatan Keagamaan

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0