PEMBERIAN PMT UNTUK BADUTA
Deskripsi
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Baduta (Anak Bawah Dua Tahun/usia 0–23 bulan) merupakan intervensi gizi spesifik yang sangat krusial karena berada dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Berbeda dengan sekadar "snack" atau jajanan, PMT untuk baduta bertujuan untuk mengejar ketertinggalan nutrisi dan mencegah terjadinya stunting.
Peran Penyuluh KB & Kader dalam Pembagian PMT
Dalam konteks lapangan (seperti di Posyandu atau BKB), proses pembagian biasanya mengikuti langkah berikut:
Penimbangan & Pengukuran: Menentukan status gizi anak (hijau, kuning, atau merah di KMS).
Pemberian Makanan: Pembagian porsi PMT lokal (misal: telur rebus atau bubur kacang hijau dengan santan).
Demo Masak: Penyuluh menunjukkan cara mengolah bahan lokal yang murah namun bergizi tinggi.
Edukasi "Isi Piringku": Menjelaskan porsi protein hewani yang harus lebih dominan dibandingkan karbohidrat untuk balita.
Monitoring dan Evaluasi
Pembagian PMT dianggap berhasil bukan hanya saat anak menghabiskan makanannya, tetapi jika terjadi kenaikan berat badan yang dipantau setiap bulan pada buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Jika PMT sudah diberikan namun berat badan tetap tidak naik, biasanya akan dilakukan rujukan ke Puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut (cek infeksi laten seperti TBC atau ISPA).