Penyuluhan GOW

Imani Sehati
Dipublikasi pada 09 September 2025

Deskripsi

Rabu, 10 September 2025
Bertempat di halaman Paud Desa Melati Putih Gambah Luar Muka, diadakan
penyuluhan Oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hulu Sungai Selatan (HSS) tentang penyuluhan untuk
keluarga. Penyuluhan ini diikuti oleh anggota dan kader PKK, kader Posyandu, RT/RW, anggota Dasawisma, dan
perwakilan dari organisasi wanita lainnya. Kegiatan tersebut juga dihadiri dan dibuka oleh Ketua Gabungan Organisasi
Wanita (GOW), Hj. Misnawati Suriani.

Dalam sambutannya, Ketua GOW, Hj. Misnawati Suriani, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa di tengah kemajuan teknologi dan media sosial yang membawa
banyak manfaat, terdapat pula dampak negatif yang harus diwaspadai.
"Salah satu dampak yang kita rasakan adalah maraknya pornografi. Saya berharap agar kegiatan penyuluhan
yang kita selenggarakan hari ini, paling tidak dapat menambah wawasan dan memberikan pemahaman lebih luas bagi
seluruh anggota GOW, sehingga mereka memiliki "benteng kuat" untuk mengantisipasi bahaya pornografi, khususnya
terhadap anak-anak dalam keluarga. Pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga, yang dilandasi oleh nilai-nilai
agama dan moral" ungkapnya.

Ditambahkannya, penanggulangan masalah pornografi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung
jawab bersama, khususnya keluarga, dan terutama para ibu rumah tangga.
Sebagai narasumber, Novia Sherlyana, S. Psi, M. Psi, seorang Psikolog Klinis Ahli Pertama dari RSUD. H.
Hasan Basry, Kandangan, menjelaskan bahwa definisi pornografi tidak hanya sebatas film atau video porno.
"Banyak hal yang selama ini dianggap biasa saja, ternyata bisa masuk dalam kategori pornografi, baik dalam
interaksi sehari-hari di tengah masyarakat. Pornografi tidak hanya berupa gambar atau video, tapi juga ada dalam
penampilan, perkataan ataupun tulisan" paparnya.

Ia juga menyoroti bahwa di era modern saat ini, gadget dan internet menjadi media yang paling berpengaruh
karena mudah diakses tanpa adanya filter yang memadai. Menurutnya, pencegahan pornografi yang paling efektif
berasal dari pendidikan di rumah. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan yang baik
kepada anak-anak mereka, terutama dalam hal-hal yang sensitif.
Acara ini berjalan dengan interaktif, ditandai dengan antusiasme para peserta, khususnya kaum ibu, yang
secara aktif bertanya dan berbagi pengalaman serta permasalahan terkait pornografi yang mereka hadapi dalam
keluarga.
Sesi Kegiatan Keagamaan

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 43
Minggu ini: 88
Bulan ini: 99
Total: 199