Gambaran Umum


--GAMBARAN UMUM KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS

 

1.1    Latar Belakang Kampung Keluarga Berkualitas

Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependududkan dan Pembangunan Keluarga sebagai dasar pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Menekankan kewenangan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) untuk tidak menfokuskan hanya pada masalah kependudukan saja namun masalah pembangunan keluarga juga harus mendapatkan perhatian, karena ,dalam rangka penguatan program Bangga Kencana (Pembangunan KeluargaKependudukandanKeluargaBerencana)Tahun 2022, BKKBN diharapkan dapat memperkuat percepatan target dasan sasaran yang secara langsung beresentuhan dan memberikan mnafaat kepada masyarakat. Maka untuk menjawab tantangan tersebut dijelaskan program Kampung Berkualitas (Kampung KB) nantinya perwujudan dari pelaksaanaan Bangga Kencana dan Program-program lainnya adapat berjalan secara terpadu dan bersamaam.

Kelurahan Deblot Sundoro bagian dari 7 dari kelurahan yang ada di Kecamatan Padang Hilir yang berada di Lingkungan 6, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi dan sudah dicanangkan pada tanggal 6 Juni 2022.Kampung Berkualitas Kelurahan Deblot Sundoro dipimpin oleh Bapak Lurah yang sangat disegani oleh masyarakat disana disamping masih muda Bapak Lurah sangat Energik dan legowo dan memberikan energi positif bagi warganya sehingga warganya sangat antusias dalam program apapun di wilayahnya yang langsung di ketuai oleh Bapak Kepala Lingkungan dan sekaligus Ketua Kampung Keluarga Berkualitas. Sehingga apapun program Bangga Kencana seperti : Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, UPPKA, PIK-R dan Rumah Dataku ada disini karena banyak ruangan yang dikelola secara mandiri yang tidak terlepas dari pantauan dari pemerintah setempat. Dari adanya rumah data bisa kita lihat susunan kepengurusan dari Kampung Keluarga Berkualitas dan Kampung ini temasuk dari salah satu locus Stunting(  10 Kasus ) dari 10 locus yang ada dan akan dipantau oleh Instansi terkait.

 

 

1.2    Profil Wilayah Kelurahan Deblod Sundoro

A.           Sekilas Tentang Kelurahan Deblod Sundoro

Kelurahan Deblot Sundoro merupakan salah satu Kelurahan dari 7 Kelurahan yang berada di Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi.

 

B.            Letak Geografis

Wilayah Kelurahan Deblod Sundoro Kecamatan Padang Hilir terletak pada pusat Kota Tebing Tinggi dengan ketinggian berkisar 25 - 30 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 250 – 290 C.

 

C.           Batas Wilayah

Secara Administratif Kelurahan  Deblot Sundoro, sebagai berikut :

Ø  Luas wilayah                                  :           Ha

Ø  Jumlah Lingkungan                        :  6 Lingkungan

Ø  Jumlah Dasa Wisma                       :      Kelompok

Luas wilayah Kelurahan Deblot Sundoro adalah berkisar       Km2  /      HA ( % dari Luas Kecamatan Padang Hilir) dengan batas-batas sebagai berikut :

o    Sebelah Utara berbatas dengan Kelurahan Rambung dan Pasar Gambir

o    Sebelah Timur berbatas dengan Kelurahan Tebing Tinggi;

o    Sebelah Selatan berbatas dengan Kelurahan Bagelen

o    Sebelah Barat Kelurahan Persiakan/ Bandara Sono

 

 


1.3    Profil Penduduk

Adapun data-data Kelurahan Deblod Sundoro adalah sebagai berikut:

-          Jumlah Lingkungan       : 6 Lingkungan

-          Jumlah Penduduk          : 4372 Jiwa

a.       Laki-laki                      : 2057 Jiwa

b.      Perempuan                 : 2315 Jiwa


-       Jumah Kepala Keluarga : 1330 KK

       a. KK Laki                             :  645 KK

       b. KK perempuan             : 685 KK

- Kader Kelompok Kerja                 :     35 orang

Kampung KB

-          Jumlah Kader PKDRT                  :     6    orang

-          Jumlah PUS                                     :        743   orang

-          Jumlah WUS                                    :         321  orang

-          Jumlah KB Aktif                              :           521  orang

-          Jumlah Peserta KB Baru             :         87  orang

-          Jumlah Kasus Stunting               :    4  orang

 

1.4    Potensi Wilayah Kelurahan Deblot Sundoro

Sumber Daya Manusia dari Kelurahan Deblot Sundoro merupakan tempat strategis karena dekat dengan pusat kota jadi sangat memungkinkan untuk meningkatkan perdagangan karena masyarakat disana memang rata-rata berjualan seperti : pabrik tempe, Kue bawang, Keripik bawang dll yang merupakan bimbingan dari Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan wadah pembelajaran untuk mengenal usaha skala rumah tangga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraaan keluarga, khusus KPS dan KS 1. Artinya, UPPKS berusaha mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Dengan adanya Sumber Daya Manusia dan Sumber Alamnya ini diharapkan Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Deblot Sundoro ini memanfaatkan Faktor-faktor yang ada yaitu :

-          Faktor Pendukung :

Dengan adanya  Sumber Daya Manusia dan Sumber daya Alam yang dimilki ditanbag dengan posisi sangat strategis ini bisa memberikan potensi memajukan masyarakat dalam hal perdagangan dimana hasil dari UPPKS dan UMKM yang lainnya bisa di promosikan dan dipasarkan disini sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

a.       Faktor Pendukung

-          Sarana dan Prasarana yang memadai seperti penyediaan tenda dan lapak tempat penjualan produk UPPKS dan UMKM yang ada.

-          Anggaran untuk peningkatan produk UPPKS dan UMKm yang ada sehingga produksi bisa memenuhi permintaan pasar.

-          Posisi persimpangan yang sangat strategis

 

b.      Faktor Penghambat

-          Masih kurangnya sarana dan prasarana untuk pemasaran UPPKS dan UMKM seperti tenda dan tempat parkir yang aman untuk pemasaran produk.

-          Minimnya anggaran untuk UPPKS dan UMKM sehingga produksi yang dihasilkan masih kurang mencukupi permintaan pasar.

-          Keamanan yang masih perlu ditingkatkan dilihat dari adanya pencurian (Alat-alat Rumah Tangga dll).

 

c.       Faktor Peluang

-          Meningkatkan sarana dan Prasarana dengan membuat proposal  pada perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar wilayah kampung Keluarga Berkualitas dan memohon bantuan pada Instansi terkait dengan UMKM  (OPD Perdagangan)

-          Meningkatkan anggaran baik itu secara mandiri dan swadaya lokal/ pemerintah  dalam hal peningkatan hasil produksi UPPKS dan UMKM sehingga bisa memenuhi permintaan pasar.

-  

 

d.      Tantangan/hambatan

-          Dengan adanya proposal-proposal pengajuan dana pada perusahaan dan instansi terkaitdi  Kampung Keluarga Berkualitas membuatsuatukomitmen dalampemberianbantuanuntuk selalu meningkatkan hasil produksi yang mereka miliki.

-          Membuat stategi yang aman untuk meningkatkan hasil produksi UPPKS dan UMKM sehinggabisamemenuhipermintaanpasarwalaupun minim anggaran.

 

            Sumber daya manusia dan sumber daya alam merupakam modal dasar pembanguna sehingga adalam rangka mendukukung tercapainya sasaran tersebut diperlu Sumber Daya Manusia berkualitas sehingga faktor pendukung, peluang, hambatan dan tantangan bisa diatasi dengan mudah.

 

 

 

  

 

BAB II

PENGELOLAAN KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS

 

2.1  Mekanisme Pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas

Kampung Keluarga Berkualitas merupakan salah satu senjata pamungkas untuk memecahkan masalah kependudukan terutama di wilayah-wilayah yang jarang terlihat oleh pandangan pemerintah. Kampung Keluarga Berkualitas merupakan ikon Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangungan Keluarga (Bangga Kencana). Kehadirannya bertujuan untuk meningkatkan kwalitas hidup masayarakat di tingkat Kelurahan melalui progran Bangga Kencana serta pembangunan sektor lain dalam rangka menciptakan keluarga kecil berkualitas. Yang menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan semua sektor di masyarakat.

Kampung Keluarga Berkualitas merupakan satuan wilayah setingkat RW/dusun atau setara yang memilki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program Bangga Kencana yang dilakukan secara sistemik dan sistematis seperti : Peningkatan Ketahahan dan Kesejahteraan Keluarga bisa ditelusui dari 8 Fungsi keluarga yaitu: Fungsi Keagamaan, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi sosial dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi dan Fungsi Pembinaan Lingkungan. Manfaat dari kampung berkualitas bisa mengentasken kemiskinann juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat sehingga bisa menguragi ledakan penduduk dan meningkatkan potensi masyarakat agar lebih berperan dalam pembangunan.

Intergrasi lintas sektor merupakan pelayanan terpadu antara sektor yang menjadi kebutuhan masayarakat seperti pelayanan KB, pelalayanan pembuatan akta, pembangunan jalan dan jembatan, pembuatan KTP, peneyediaan buku-buku bacaaan, posyandu, PAUD dll

Mekanisme Pengelolaan Kampung Kelurga Berkualitas Kelurahan Deblot Sundoro memuat tentang :

a.       Kepemilikan Sekretariat dimana Sekretariat sangat penting dalam pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas di Kelurahan Tambangan Hulu yaitu terletak di Lingkungan 1, karena tidak akan jalan program-prorgam yang sudah ditentukan apabila tidak ada kesektetariatannya. .

b.      Susunan Pengurus Pokja Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Deblot Sundoro Kecamatan Padang Hilir seperti di bagan ini

 

 Kelompok Kerja ( Pokja) yaitu Susunan Pengurus Pokja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

c.       SK Pokja Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Deblod Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi ditetapkan oleh Kepala Kelurahan Deblod Sundoro pada tanggal 06 Juni 2022

d.        Rencana Kerja Pokja

Rencana Kerja Pokja tertuang pada Rencana Kerja Masyarakat yang disesuakan dengan seksi yang ada di Pokja yang sidah ditetapkan berdasarkan surat Keputusan yang ditanda tangai oleh Kepala Kelurahan Deblot Sundoro pada tanggal 06 Juni 2022

 

 

e.         Kepemilikan Rumah Dataku

Rumah Dataku terletak di Lingkungan 6 yang merupakan kegiatan Posyandu dan BKB.

 

f.          Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana diperoleh dari:

-          Dinas Pengendalian Penduduk dan KB

-          Mitra Kerja

-          Instansi Terkait


g.         Kebijakan

-          Surat Keputusan Walikota

-          Surat Keputusan Camat

-          Surat Keputusan Kelurahan

 

i.          

2.2Program dan Kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas

Program Kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas adalah sebagai berikut:

A.    Pengelolaan DASHAT

1.      Proram Keluarga Berencana

a.       Meningkatkan peserta KB aktif

b.      Meningkatkan penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang

c.       Menurunkan Unmeeet Need

2.      Program Pembangunan Keluarga / Bangga Kencana

a.       Partisipasi keluarga dalam keluarga pembinaan ketahanan keluarga

b.      Partisipasi keluarga dalam program pemberdayaan peningkatan ekonomi keluarga

c.       Parstisipasi remaja dalam kegiatan generasi berencana ( Grnre) melalui pusat informasi dan konseling ( PIK-R)

3.      Prorgam pembangunan sektor terkait

a.       SektorKesehatan kegiatan sesuai dengan tupoksinya

b.      Sosial ekonomi kegiatan sesuai dengan tupoksinya

c.       Pensidikan kegiatan sesuai dengan tupoksinya

d.      Pemukiman dan Lingkungan hidup sesuai dengan tupoksinya

e.       Program lainnya dengan perkembangan

Untuk itu sektor tekait harus sesuai dengan Tugas dan Fungsi sudah berkontribusi dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia dan Sumber daya Alam yang ada di Kampung Keluarga Berkualitas di Kelurahan Deblod Sundoro

 

B.     Pengelolaan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting)

Kegiatan DASHAT mencakup edukasi perbaikan gizi dan konsumsi pangan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Dalam hal ini masyarakat akan diberi sosialisasi terkait pangan lokal yang terjangkau, bercita rasa dan bergizi baik. Kegiatan ini juga membagikan makanan gratis pada kelompok sasaran keluarga beresiko stunting. Adapula upaya pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal untuk kelompok sasaran dan masyarakat umum dengan metode penjualan.

Dengan adanya DASHAT diharapkan ibu hamil, ibu yang hendak hamil dan ibu menyusui lebih memperhatikan asupan nutrisi sehingga secara ideologis tentang kemandirian pangan yang merupakan kedaulatan pangan yang bertujuan mengkonsumsi makanan lokal yang dihasilkan sendiri bukan dari luar yang harganya lebih murah karena makanan sehat tidak selalu mahal dan pemerintah daerah berusaha mengalokasikan anggaran untuk peningkatan konsumsi ikan dan penurunan stunting di daerah melalui Gerakan Memamsyarkatkan Makan Ikan ( GEMARIKAN) sesuai dengan intruksi presiden nomor 1 thaun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.Dan ini sudah dimulai dengan kegiatan posyandu dan pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas sudah menerapkan ini di setiap kegiatannya adalah tradisi mengonsumsi ubi baik sebagai makanan utama  maupun sampinganatau cemilan  dengan istilah “Manggadong” ( bahasa Batak).

Keberadaan Kampung KB ini merupakan suatu potensi besar untuk pemberdayaan berbasis masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting.  Atas dasar pertimbangan potensi ini, kami membuat sebuah rancangan salah satu kegiatan yang dapat dilaksanakan di Kampung Keluarga Berkualitas yaitu Dapur Sehat Bergizi Atasi Stunting(Dashat). Dengan menerapkan asah, asih, asuh dalam kemasan 8 fungsi keluarga yang diimplementasikan pula pada tataran sosial setingkat desa, Dashat ini memiliki nilai kasih sayang, berbagi dengan sesama, menganggap keluarga sasaran menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya nilai kasih sayang, Dashat ini juga diharapkan dapat mengembangkan nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok pengelola Dashat.

Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu. Melalui pemanfaatan sumberdaya lokal (termasuk bahan pangan lokal) yang dapat dipadukan dengan sumberdaya/ko ntribusi dari mitra lainnya.

 

D.    Pengelolaan Kelompok Kegiatan (POKTAN BKB, BKR,UPPKA, PIK-R)

           Pembinaan Poktan Kampung Keluarga Berencana merupakan kegiatan pembinaan terhadap Poktan di Kampung Keluarga Berkualitas
supaya kegiatan yang di agendakan dapat berjalan dengan lancar dalam kegiatan ini masing-masing poktan  memanfaatkan kegiatannya serta kendala yang di hadapi untuk kemudian di cari solusi atau jalan keluar bersama baik kegiatan catur bina ,UPPKS, maupun program kegiatan lainnya. Serta di cari solusi  jika ditemukan kendala.

           

E.     Posyandu

            Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Keluarga Berkualitas  di  Lingkungan Imerupakan kegiatan Posyandu dan BKB Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain :

1)        Peningkatan mutu pelayanan Posyandu dengan pelaksanaan penyegaran kepada Kader Posyandu dengan mengikuti Pelatihan di Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi.

2)        Peningkatan kegiatan di Posyandu, seperti :

a)        Pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)

b)        Pelayanan Imunisasi

c)        Penimbangan

d)        Penyuluhan

e)        GiziKeluarga

3)   Penyuluhan Kegiatan Posyandu kepada masyarakat khususnya para ibu – ibu balita dan pembinaan BKB.

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
4348
Jumlah Kepala Keluarga
1330
Jumlah PUS
743
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
257
Keluarga yang Memiliki Remaja
539
Keluarga yang Memiliki Lansia
309
Jumlah Remaja
739
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
561
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
182

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
DEWI INDRIYANI
19881119 201001 2 007
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 25 orang pokja terlatih
dari 33 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral
Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi:
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Tahunan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0