Gambaran Umum


PROFIL KAMPUNG KB SABALANA DESA SABALANA KECAMATAN LIUKANG TANGAYA

1.Pendahuluan

Desa Sabalana adalah sebuah desa berbentuk kepulauan yang menjadi bagian dari Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa ini terdiri dari banyak pulau kecil, dengan Pulau Sabalana sebagai pusat pemerintahannya, dan masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Kehidupan di desa ini cenderung terbatas, dengan harga kebutuhan pokok yang mahal dan akses transportasi yang bergantung pada kapal, terutama saat cuaca buruk. 

Sabalana adalah nama sebuah desa berbentuk kepulauan di Kecamatan Liukang TangayaKabupaten Pangkajene dan KepulauanProvinsi Sulawesi SelatanIndonesia.[1] Desa ini terdiri atas 15 pulau, yakni MeongSanane LompoGusungbiraSanane CaddiMatalaangPattayangangGusunglilikangMakaranganaSantigiangPamolikangSabalana (pusat pemerintahan), LaiyaSabaruLilikang, dan Banawaiya.

Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Desa Sabalana adalah sebagai berikut:

  • Jarak dari Dusun Sabalana: 9 mil (14,48 km)
  • Jarak dari Dusun Sanane: 9 mil (14,48 km)
  • Jarak dari Pulau Pamolikang: 9 mil (14,48 km)
  • Jarak dari Pulau Lilikang: 10 mil (16,09 km)
  • Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan (Sapuka): –
  • Jarak dari pusat pemerintahan kabupaten (Pangkajene): 229 mil (369 km)
  • Jarak dari pusat pemerintahan provinsi (Makassar): –

Desa Sabalana memiliki 5 (empat) wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V (lima) berupa dusun sebagai berikut:

  1. Dusun Makarangana (Pulau Makarangana)
  2. Dusun Matalaang (pusat pemerintahan, Pulau Matalaang)
  3. Dusun Sabalana (Pulau Sabalana)
  4. Dusun Sanane (Pulau Sanane LompoPulau Sanane Caddi)
  5. Dusun Pamolikang
  6. Dusun Lilikang

Desa Sabalana memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.057 jiwa pada tahun 2007 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Dusun Makarangana = 1.308 jiwa
  2. Dusun Matalaang = 968 jiwa
  3. Dusun Sabalana = 427 jiwa
  4. Dusun Sanane = 454 jiwa

Desa Sabalana merupakan sebuah desa kepulauan yang mencakup beberapa pulau kecil di perairan Laut Flores. 

  • Jumlah Pulau: Desa ini memiliki beberapa pulau, termasuk Pulau Sabalana (pusat pemerintahan), Sanane Lompo, Sanane Caddi, Gusungbira, Matalaang, Pattayangang, Gusunglilikang, Makarangana, Santigiang, Pamolikang, Laiya, Sabaru, Lilikang, dan Banawaiya. 
  • Lokasi: Berada di bagian barat daya Kabupaten Pangkep dan berbatasan dengan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Kehidupan Sosial dan Ekonomi

  • Mata Pencaharian: Sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan, yang menangkap ikan dan teripang, serta membudidayakan rumput laut. 
  • Harga Kebutuhan Pokok: Harga barang-barang kebutuhan pokok, seperti gas LPG dan beras, tergolong mahal karena harus diangkut dari daratan menggunakan kapal. 
  • Akses Transportasi: Akses transportasi bergantung pada kapal kayu dan kapal besi, yang sering terganggu oleh cuaca buruk. 
  • Penyediaan Listrik: Listrik tersedia di beberapa pulau, namun operasionalnya terbatas pada jam-jam tertentu. 

Tantangan dan Keterbatasan

  • Keterbatasan Pasokan: Keterbatasan pasokan barang kebutuhan pokok dan tingginya harga merupakan tantangan utama masyarakat di desa ini. 
  • Kondisi Cuaca: Cuaca buruk dan ombak tinggi dapat mengganggu pelayaran kapal, sehingga menghambat pasokan barang dan aktivitas ekonomi lainnya. 

                Sejak dicanangkan oleh Pemerintah Joko Widodo pada tanggal 14 januari 2016 kampung Kb merupakan salah satu Senjata pamungkas baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan,terutama di wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah.

              Kampung KB kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan keluarga Berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). Kehadiran kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

              Prinsipnya KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan  8 fungsi terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan.

              Ada tiga hal yang menjadi program kerja kampung KB yaitu :

1.   Adanya data yang akurat dari segala potensi desa yang ada harus dimanfaatkan secara optimal.

2.  pemerintah yang berdaya dan melayanio secara serius dari semua aspek.

3.  Menyusun rencana kegiatan yang ada baik dari bina keluaga, bina Wanita dan bina berencana.

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
2533
Jumlah Kepala Keluarga
1264
Jumlah PUS
762
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
284
Keluarga yang Memiliki Remaja
510
Keluarga yang Memiliki Lansia
115
Jumlah Remaja
665
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
613
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
149

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
KASMAWATI KAMARUDDIN, SKM
199504022023212035
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 10 orang pokja terlatih
dari 10 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 2
Bulan ini: 2
Total: 43