Pupuk organik cair (POC)
Desa Tegal Kertha
Dipublikasi pada
27 October 2025
Deskripsi
pupuk organik cair (POC) dapat dibuat dari bahan buah, seperti sisa buah atau kulit buah,
karena buah mengandung nutrisi dan unsur hara penting untuk tanaman.
Proses pembuatannya umumnya melibatkan penghancuran limbah buah,
pencampuran dengan gula atau molase sebagai sumber energi bagi
mikroorganisme, menambahkan air atau air kelapa, lalu difermentasi
selama beberapa hari hingga minggu sampai menghasilkan cairan pupuk yang
siap digunakan
- Sisa buah atau kulit buah: Hampir semua jenis buah bisa digunakan, terutama yang kaya akan fosfor, kalium, dan vitamin C, seperti kulit jeruk, kulit nanas, atau buah-buahan busuk.
- Sumber karbohidrat: Gula merah atau molase (tetes tebu) berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme untuk proses fermentasi.
- Air bersih: Gunakan air yang tidak mengandung klorin.
- Bakteri starter (opsional): EM4 atau bubuk fermentasi bisa ditambahkan untuk mempercepat proses fermentasi.
- Langkah-Langkah Pembuatan
- Persiapan: Hancurkan atau cacah sisa buah atau kulit buah menjadi potongan kecil.
- Pencampuran: Masukkan limbah buah yang sudah dicacah ke dalam wadah atau tong.
- Penambahan Bahan Lain: Tambahkan gula merah atau molase dan air bersih ke dalam wadah. Jika menggunakan EM4, tambahkan sesuai dosis.
- Fermentasi: Campur semua bahan hingga merata, lalu tutup rapat wadah. Simpan di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
- Proses dan Pemanenan: Biarkan proses fermentasi berlangsung selama beberapa hari hingga dua minggu, tergantung metode yang digunakan. Proses ini menghasilkan gas, sehingga buka tutup botol setiap hari untuk membuang gas (untuk skala kecil).
- Penggunaan: Setelah proses fermentasi selesai dan pupuk beraroma tape, POC siap digunakan. Biasanya, pupuk ini dilarutkan dengan air sebelum disemprotkan atau dialirkan ke tanaman
Bahan yang Dibutuhkan
Sesi Kegiatan Pembinaan Lingkungan