KEGIATAN BKR MULIA
KAMPUNG KB KEMBANG TANJUNG
Dipublikasi pada
05 June 2026
Deskripsi
Bahaya Paylater dan Gaya Hidup Konsumtif di Kalangan RemajaPendahuluan
-Perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan berbelanja. Saat ini, masyarakat dapat membeli barang hanya melalui ponsel tanpa harus datang ke toko. Salah satu fitur yang semakin populer adalah paylater atau “beli sekarang, bayar nanti”.
Fitur ini banyak digunakan oleh remaja karena dianggap praktis dan memudahkan pembelian barang. Namun, di balik kemudahannya, paylater juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama jika digunakan tanpa kontrol. Kemudahan tersebut sering memicu gaya hidup konsumtif, yaitu kebiasaan membeli barang secara berlebihan demi keinginan, bukan kebutuhan.
Oleh karena itu, remaja perlu memahami bahaya penggunaan paylater agar dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan.
-Pembahasan
1. Pengertian Paylater
Paylater adalah metode pembayaran yang memungkinkan seseorang membeli barang terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari, baik secara cicilan maupun sekaligus.
Fitur ini tersedia di berbagai aplikasi belanja online dan layanan digital. Pengguna hanya perlu mendaftar, lalu dapat langsung melakukan transaksi tanpa membayar saat itu juga.
2. Penyebab Remaja Menggunakan Paylater
a. Pengaruh Media Sosial
Media sosial sering menampilkan gaya hidup mewah, tren fashion, gadget terbaru, dan konten influencer yang membuat remaja ingin mengikuti tren tersebut.
b. Banyak Promo dan Diskon
Aplikasi belanja sering menawarkan cashback, gratis ongkir, dan potongan harga jika menggunakan paylater.
c. Keinginan Mengikuti Tren
Banyak remaja membeli barang agar dianggap tidak ketinggalan zaman oleh lingkungan pergaulan.
d. Kurangnya Literasi Keuangan
Sebagian remaja belum memahami cara mengatur uang dan risiko utang.
3. Dampak Negatif Paylater dan Gaya Hidup Konsumtif
a. Menimbulkan Kebiasaan Boros
Kemudahan berbelanja membuat seseorang membeli barang tanpa berpikir panjang.
b. Terjebak Utang
Jika tidak mampu membayar tagihan tepat waktu, pengguna akan terkena bunga dan denda.
c. Sulit Mengatur Keuangan
Uang saku atau pendapatan menjadi habis untuk membayar cicilan.
d. Ketergantungan Belanja
Remaja menjadi terbiasa membeli barang demi kepuasan sesaat.
e. Menurunkan Sikap Hidup Sederhana
Gaya hidup konsumtif membuat seseorang lebih mementingkan gengsi daripada kebutuhan.
4. Cara Menghindari Dampak Buruk Paylater
a. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Belilah barang yang benar-benar diperlukan.
b. Membuat Anggaran Keuangan
Mengatur pemasukan dan pengeluaran agar tidak boros.
c. Mengurangi Belanja Impulsif
Tidak mudah tergoda promo atau diskon.
d. Menabung Sejak Dini
Membiasakan diri menyimpan uang untuk kebutuhan penting di masa depan.
e. Menggunakan Teknologi Secara Bijak
Memanfaatkan kemudahan digital dengan tanggung jawab.
-Kesimpulan
Paylater memang memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga memiliki risiko jika digunakan secara berlebihan. Penggunaan paylater yang tidak bijak dapat mendorong gaya hidup konsumtif, menimbulkan utang, dan membuat remaja sulit mengatur keuangan.
Oleh karena itu, remaja harus belajar mengelola keuangan dengan baik, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tidak mudah terpengaruh tren agar dapat hidup lebih hemat dan bertanggung jawab.
-Penutup
“Bijak menggunakan uang hari ini akan menentukan masa depan yang lebih baik.”
Sesi Kegiatan Keagamaan