BINA KELUARGA REMAJA
Deskripsi
Kegiatan BKR MULIA
KAMPUNG KB KEMBANG TANJUNG , KELURAHAN TANJUNG PURWOKERTO SELATAN TELAH DI LAKSANAKAN PADA :
SABTU, 8 NOVEMBER 2025
DI RUMAH IBU MELY
RT 5/1
DENGAN TEMA ,
POLA ASUH YG DIAM DIAM MERUSAK OTAK ANAK TAPI TERLIHAT BAIK DI MATA ORANG BANYAK.
DESKRIPSI
Semakin sering orang tua memuji anaknya dengan kalimat"anak pintar"atau "kamu baik sekali", semakin tinggi pula potensi anak kehilangan daya juangnya. Kedengarannya aneh tapi spikologi modern justru menemukan bahwa terlalu banyak" Kebaikan semu"dalam pola asuh bisa mengganggu perkembangan pola otak anak dalam jangka panjang. Berikut ada 7 pola asuh yg diam diam merusak otak anak tapi terlihat baik di mata orang banyak.
1. PUJIAN YANG SALAH ARAH
Pujian yg berlebihan seperti kata_ kata kamu anak paling hebat, mungkin terdengar positif. Tapi bagi otak anak ,ini menjadi tekanan.
Sebaliknya, ketika pujian di arahkan seperti, kamu sudah berusaha keras, anak belajar bahwa kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan. Pujian yg cerdas bukan memanjakan ego, melainkan melatih daya tahan mental.
2.TERLALU PROTEKTIF MENUMPULKAN NALAR ANAK.
Anak yang tidak pernah gagal akan tumbuh dengan kecemasan tinggi saat menghadapi dunia nyata. Mereka tidak tahu bagaimana bereaksi terhadap tekanan. Contohnya anak yg di larang ikut lomba, karna takut kalah, akan menjadi pribadi yg menghindari tantangan. Ia tumbuh aman, tapi rapuh secara mental.
3.SELALU MENYENANGKAN ANAK ADALAH RACUN HALUS.
Banyak orang tua banngga di sebut, teman bagi anaknya. Namun jika keinginan anak selalu di turuti, otaknya kehilangan konsep batas. Tanpa batas, anak sulit memahami struktursosial dan nilai moral. Ia akan tumbuh dg ego besar dan empati rendah.
4.PENDIDIKAN EMOSIONAL YANG TERLALU MANIS.
Orang tua sering berkata tidak apa_ apa jangan sedih, setiap kali anak menangis. Maksudnya baik, tapi efeknya membuat menekan emosinya. Padahal emosi bagian dari kecerdasan. Anak perlu belajar bahwa marah, kecewa, atau sedih adalah hal normal.
5. MEMBANDINGKAN ANAK DENGAN DALIH MEMOTIVASI
Alih_alih menumbuhkan motivasi, perbandingkan membuat anak merasa gagal bahkan sebelum berusaha.
6.TERLALU BANYAK ATURAN TERLALU SEDIKIT TELADAN
Anak_anak lebih peka terhadap tindakan daripada kata_kata.Saat orang tua sibuk mengatur, tetapi tidak memberi contoh, otak anak menangkap sinyal terhadap konsistennya.
7.TIDAK MEMBERI RUANG UNTUK SALAH.
Anak yg tidak di berikan kesempatan salah, tidaka akan belajar memperbaiki diri. Kesalahan adalah bahan bakar bagi kecerdasan. Namun banyak orang tua menganggap kesalahan adalah sebagai bukti ketidakmampuan, bukan kesempatan belajar.
Pola asuh yg terlihat baik belum tentu sehat bagi otak anak. Kadang cinta yg berlebihan justru berubah menjadi kontrol halus yang menumpulkan kemampuan berpikir dan tangguhnya jiwa.