Gambaran Umum


Gambaran Umum

 

A.  GAMBARAN UMUM

LATAR BELAKANG
Secara Umum
                  Mendengar istilah “Kampung?, kesan yang muncul di pikiran kita pasti akan tertuju pada suatu tempat hunian dari sekumpulan orang atau keluarga dengan segala keterbelakangan, keterbatasan, tertinggal, kolot, kumuh, terpencil, dan beberapa sebutan lainnya yang terkait dengan kampung.
                  Memang tidak dapat kita pungkiri, bahwa kampung sangat identik dengan istilah-istilah seperti itu, begitu juga halnya dengan istilah Kampung KB yang akhir-akhir ini menjadi icon yang cukup populer tidak hanya dikalangan para pengelola program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK) dalam hal ini BKKBN, akan tetapi juga banyak diperbincangkan oleh lembaga-lembaga departemen ataupun non-departemen mulai dari tingkat daerah sampai ketingkat pusat.
                Sejak Kampung KB ini dicanangkan oleh Bapak Presiden RI (Ir.Joko Widodo) pada bulan januari 2016, bahwa Kampung KB ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat mulai dari kalangan bawah, menengah sampai kepada masyarakat kalangan elit, dan bahkan tulisan-tulisan mengenai kampung KB banyak mengisi kolom-kolom pemberitaan di media massa (surat kabar, majalah, tabloid) dan bahkan menjadi pemberitaan yang cukup hangat dan populer di media-media elektronik.                

Lantas kenapa kampung KB ini dibentuk, ada beberapa hal yang melatar belakanginya, yaitu

1. Program KB tidak lagi bergema dan terdengar gaungnya seperti pada era          Orde Baru

2. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara         melalui program KKBPK serta pembangunan sector terkait dalam rangka

     mewujudkan keluarga kecil berkualitas;

3. Penguatan program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk      masyarakat;

4. Mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia yang tertuang dalam Nawacita terutama agenda prioritas ke 3 yaitu “Memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan" serta Agenda Prioritas ke

5, yaitu "Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia";
5. Mengangkat dan menggairahkan kembali program KB guna menyongsong tercapainya bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2010 – 2030.


TUJUAN PEMBENTUKAN
               Secara umum, tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan secara khusus, Kampung KB ini dibentuk selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN
Pada dasarnya ada tiga hal pokok yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai syarat dibentuknya Kampung KB dalam suatu wilayah, yaitu :
•    Pertama, tersedianya data kependudukan yang akurat.
•    Kedua, dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah.
•    Ketiga, partisipasi aktif masyarakat

 

KRITERIA WILAYAH
Dalam memilih atau menentukan wilayah yang akan dijadikan lokasi Kampung KB ada tiga kriteria yang dipakai, yaitu :

1

Kriteria utama: yang mencakup dua hal, yaitu:

 

a.     

Jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan KS 1 (miskin) di atas rata-rata Pra Sejahtera

b.     

jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan   Di  mana kampung KB tersebut berlokasi.

       

c.      

jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan   Di  mana kampung KB tersebut berlokasi.

 

 

 

2

 

 

 

 

Kriteria wilayah: yang mencakup 10 kategori wilayah (dipilih salah satu), yaitu:

 

1.     

Kumuh

2.     

Pesisir

3.     

Daerah aliran sungai

4.     

Bantaran Kereta Api

5.     

Kawasan Miskin

6.     

Terpencil

7.     

Perbatasan

8.     

Kawasam Industri

9.     

Kawasan Wisata

10.  

Kawasan Padat Penduduk

Selanjutnya dalam menentukan kriteria wilayah yang akan dijadikan sebagai lokasi pembentukan Kampung KB dapat dipilih satu atau lebih dari sepuluh criteria yang ada.

3

Kriteria Khusus: yang mencakup 5 hal, yaitu:

 

1.     

kriteria data di mana setiap RT/RW memiliki Data dan Peta Keluarga,

2.     

kriteria kependudukan di mana angka partisipasi penduduk usia sekolah rendah,

3.     

kriteria program KB di mana peserta KB Aktif dan Metode Kontrasepsi Jangka    Panjang (MKJP) lebih rendah dari capaian rata-rata tingkat desa/kelurahan serta tingkat unmet need lebih tinggi dari rata-rata tingkat desa/kelurahan

4.     

kriteria program pembangunan keluarga di mana partisipasi keluarga

dalam pembinaan ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi dan

partisipasi remaja dalam kegiatan GenRe melalui PIK-R masih rendah,

5.     

kriteria program pembangunan sektor terkait yang mencakup

setidaknya empat bidang, yakni kesehatan, ekonomi, pendidikan,

 pemukiman dan lingkungan, dan masih bisa ditambah dengan

program lainnya sesuai dengan perkembangan



 

 

SASARAN KEGIATAN
                   Sasaran kegiatan yang merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada Kampung KB selain keluarga. PUS, lansia, dan remaja juga keluarga yang memiliki balita, keluarga yang memiliki remaja dan keluarga yang memiliki lansia.
                   Sedangkan sasaran sektoral disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing yang pelaksananya adalah Kepala Desa/Lurah, Ketua RW, Ketua RT, PKB, Petugas lapangan sektor terkait, TP PKK, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam hal ini PPKBD dan Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokohagamat, tokoh pemuda serta kader pembangunan lainnya.

 

Kenapa Harus Kampung KB?
                   Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai dasar pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menekan kewenangan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk tidak memfokuskan hanya pada masalah Pengendalian Penduduk saja namun masalah Pembangunan Keluarga juga harus mendapatkan perhatian. Karena itu, dalam rangka penguatan program KKBPKtahun 2015-2019, BKKBN diharapkan dapat menyusun suatu kegiatan yang dapat memperkuat upaya pencapaian target atau sasaran yang secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
                  Sehubungan dengan itu, maka untuk menjawab tantangan tersebut digagaslah program Kampung KB. Melalui wadah Kampung KB ini nantinya diharapkan pelaksanaan program KKBPK dan program-program pembangunan lainnya dapat berjalan secara terpadu dan bersamaan. Hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Agenda Prioritas Pembangunan terutama agenda prioritas ke 3 yaitu “Memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan".
                 Oleh karena itu cukup beralasan apabila pembangunan kependudukan dimulai dari wilayah-wilayah pinggiran yaitu kampung. Karena kampung merupakan cikal bakal terbentuknya desa, dan apabila pembangunan pada seluruh kampung maju, maka desapun akan maju. Dan apabila seluruh desa maju maka sudah barang tentu negarapun akan menjadi maju.


KAMPUNG KAB SEBAGAI WAHANA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
               Walaupun pembentukan Kampung KB diamanatkan kepada BKKBN, akan tetapi pada prinsipnya Kampung KB merupakan perwujudan dari sinergi antara beberapa kementerian terkait dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, mitra kerja, dan pemangku kepentingan, serta tidak ketinggalan partisipasi langsung masyarakat setempat. Oleh sebab itu Kampung KB ini diharapkan menjadi miniatur atau gambaran (potret) dari sebuah desa yang didalamnya terdapat keterpaduan dari program pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga yang disinergikan dengan program pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.
              Hal ini sesuai dengan definisi dari Kampung KB itu sendiri yaitu ”satuan wilayah setingkat RW, dusun, atau yang setara, yang memiliki kriteria tertentu, di mana terdapat keterpaduan Program KKBPK dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis?.
               Jadi Kampung KB sebenarnya dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program KKBPK guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan dan mengaflikasikan 8 (delapan) fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat. Dengan demikian kegiatan yang dilakukan pada Kampung KB tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi, akan tetapi merupakan sebuah program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya.
                  Sehingga wadah Kampung KB ini dapat kita jadikan sebagai wahana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam program yang mengarah pada upaya merubah sikap, prilaku dan cara berfikir (mindset) masyarakat kearah yang lebih baik, sehingga kampung yang tadinya tertinggal dan terbelakang dapat sejajar dengan kampung-kampung lainnya, masyarakat yang tadinya tidak memiliki kegiatan dapat bergabung dengan poktan-poktan yang ada, keluarga yang tadinya tidak memiliki usaha dapat bergabung menjadi anggota UPPKS yang ada.

 

 

 

 

 

GAMBARAN UMUM KELURAHAN SALOK API LAUT
A.    WILAYAH

DESA

JATIDROJOG

LUAS WILAYAH

182,13 Ha

Batas wilayah

 

Sebelah Utara

Desa Kradenanrejo

Sebelah Selatan

Desa Warungering

Sebelah Timur

Desa Tlanak

Sebelah  Barat

Desa  Mojodadi



Desa

Jatidrojog

Kepala Desa JATIDROJOG

Edy hartono,s.pD

Sekretaris Desa

Vega Rahma Dhanince Lombo

Kepala Urusan

 

1.    Keuangan

2.    Umum dan Perencanaan

Edy Siswanto

Munijan Hadi  Saputro

Kepala Seksi

1.    Pemerintahan

2.    Pelayanan

3.    Kesmas

 

Paojan

Dian Eko Puryanti

Joko Prasetyo

 




 

 

 

 

B.    KEPENDUDUKAN

B.1

Jumlah Penduduk

 

 

Jumlah Penduduk

2.083  Jiwa

 

Jumlah Penduduk Laki Laki

 1.035   Jiwa

 

Jumlah Penduduk  Perempuan

  1.048  Jiwa

 

Jumlah Kepala Keluarga

   615   Jiwa

 

 

 

B.2

Jumlah Penduduk Pra Sejahtera

 

 

Jumlah Pra Sejahtera

………….Kepala Keluarga

 

Jumlah Warga yang mendapatkan Bantuan

………….Kepala Keluarga

 

 

 

B.3

Jumlah Penduduk berdasarkan Agama

 

 

Islam

2.083 Jiwa

 

Kristen

……… Jiwa

 

Khatolik

……… Jiwa

 

Budha

……… Jiwa

 

Hindu

……… Jiwa

 

 

 

B.4

Jumlah Penduduk berdasarkan Pendidikan

 

 

Pasca Sarjana  S.2

4 Orang

 

Sarjana S.1

95 Orang

 

Diploma D.1 D.2 D.3

13 Orang

 

SLTA

854 Orang

 

SLTP

235 Orang

 

SD

169 Orang

 

Paud

60 Orang

 

Tidak Tamat / Tidak Sekolah

55 Orang

 

 

 

B.5

Jumlah Penduduk berdasarkan mata pencaharian

 

 

Petani

652 Orang

 

Buruh Tani

664 Orang

 

Pegawai Negeri Sipil

6 Orang

 

Pedagang Keliling

4 Orang

 

Peternak

5 Orang

 

Montir

4 Orang

 

TNI

3 Orang

 

POLRI

………Orang

 

Pensiunan PNS/TNI ? POLRI

6 Orang

 

Pengusaha Mikro / Menengah

10 Orang

 

Karyawan Perusahaan                    

705 Orang

 

Guru                                                

20 Orang

 

Honorer

4 Orang

 

 

……….Orang

 

C

POTENSI SDA (KOMODITAS UNGGULAN)        

 

C.1

Perkebunan

 

 

Jeruk Sambal

……….Orang

 

Dst …

 

C.2

Perikanan

 

 

Bandeng

……….Orang

 

Dst

……….Orang

C.3

Peternakan

 

 

Ayam Potong

 ………… Ekor

 

Ayam petelur

………… Ekor

 

Kambing

………… Ekor

 

Sapi

………… Ekor

 

 

 


              

         
                 
       

 

 

 

 

 


D.    KELEMBAGAAN

Adapun kelembagaan yang ada di Desa JATIDROJOG   Kecamatan  Kedungpring  sebagai berikut:

1

BPD

7 Orang

2

LPM

9 Orang

3

KPM

1 Orang

4

Karang Taruna

30 Orang

5

PKK

60 Orang

6

Kelompok Tani

350 Orang

7

Dst

……….Orang


E.    SARANA DAN PRASARANA        

NO

KETERANGAN

JUMLAH

1

PAUD

1

2

SD

1

3

SMP

0

4

SMA

0

5

POYANDU

3

6

MASJID

3

7

MUSHOLAH

7

8

BALAI DESA

1

9

GEDUNG PKK

1

10

LAPANGAN SEPAK BOLA

1

11

DST

 


       

 

 

 

 

 

 

PROFIL KAMPUNG KB   DESA JATIDROJOG

 

PROFIL KAMPUNG KB  DESA JATIDROJOG

 

 

 

 

Pendahuluan

Kampung KB adalah salah satu program Pemerintah Indonesia yang  bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan keluarga dan masyarakat melalui peningkatan pelayanan perencanaan keluarga. Kampung KB berfokus pada penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam upaya menjaga kelangsungan hidup manusia.

 

Manfaat Kampung KB sangat penting bagi kesehatan keluarga dan masyarakat, antara lain memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan keluarga, membantu mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Di sisi lain, program ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, karena keterlibatan masyarakat dalam program ini juga berdampak pada peningkatan taraf ekonomi dan pendidikan.

 

Sejarah Berdirinya Kampung KB  Desa JATIDROJOG

KAMPUNG KB  DESA JATIDROJOG  adalah Satuan  Kelompok Kegiatan (Poktan) masyarakat yang dibentuk dan telah dikukuhkan struktur organisasi kepengurusannya melalui SK Kepala Desa JATIDROJOG  nomor: 188 /KEP/71/SK/KPKB, tanggal 12 Desember 2019, yang kemudian direvisi melalui SK:       Tanggal   Tentang Pengesahan Kampung KB

 

Sejarah awal berdirinya Kampung KB   Desa JATIDROJOG  berawal dari berdirinya kelompok kegiatan masyarakat yang bernama BINARS (Bina Anak dan Remaja JATIDROJOG ) pada tahun 2019, dimana anggotanya terdiri dari para santri dan anak remaja yang bertempat tinggal di wilayah RT.01 RW.01  Desa JATIDROJOG  Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan

 

Berbagai bentuk kegiatan dilaksanakan oleh anggota Binars dibawah pembinaan Heri Purnomo. SH , seorang ASN    dengan dibantu oleh Ketua Pokja I PKK Desa JATIDROJOG  Siriani , SPd, antara lain kegiatan dalam bidang pendidikan, keagamaan, kesenian, kesehatan, sosial budaya dan kegiatan lainnya.

 

DASAR HUKUM

1.    Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

2.    Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Tahun 2020-2024

3.    Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/70/SJ Tahun 2016 untuk Pencanangan Kampung KB

4.    Permendagri Nomor 22 Tahun 2018 tentang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2019

5.    Permendesa  Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Penetapan Prioritas Pembangunan Dana Desa 2018

6.    SK Kepala Desa JATIDROJOG nomor: 188/KEP /71/SK/KPKB tentang Pengesahan Kampung KB Desa JATIDROJOG

 

VISI

Terwujudnya Kampung KB yang Mandiri, Inovatif, Bersinergi, Berkualitas dan sejahtera.

MISI JAWARA:

1.    Jalankan Program Bangga Kencana Dengan Semangat Kebersamaan.

2.    Aktif, Kreatif dan Inovatif  Membangun Kampung KB

3.    Warga Masyarakat  Berpartisipasi Mengembangkan Kampung KB Terintegrasi/ Lintas Sektor.

4.    Aktif dan Inovatif  Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Reproduksi Masyarakat.

5.    Rumah Data Kependudukan Menyajikan Data Yang Berkualitas.

6.    Aktivitas Poktan Mendukung Ketahanan dan Kesejahteraan Masyarakat.

 

TUJUAN:

1.    Mendekatkan pelayanan program KKBPK dan pelayanan dasar

2.    Penguatan 8 Fungsi Keluarga

3.    Partisipasi aktif masyarakat

4.    Pembangunan yang terintegrasi dan lintas sektor

  

INDIKATOR

 

Adapun indikator yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :

1.    Tersedianya data dan cakupan pemenuhan administrasi kependudukan

2.    Terlaksananya advokasi dan komunikasi perubahan perilaku masyarakat

3.    Meningkatnya akses dan pelayanan kesehatan

4.    Terdapat pendampingan pelayanan pada keluarga resiko stunting

5.    Meningkatnya cakupan layanan dan akses pendidikan

6.    Meningkatnya cakupan layanan sosial keluarga miskin serta rentan

7.    Terdapat kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat

8.    Penataan lingkungan, peningkatan akses air bersih serta sanitasi dasar

 

 

SEKILAS DESA JATIDROJOG

 

Geografis Desa JATIDROJOG

Desa JATIDROJOG merupakan desa agraris di wilayah Kecamatan Kedungpring Kabupaten Karawang Propinsi Jawa Barat, dengan kondisi daerah yang bergantung kepada hasil sektor pertanian, industri dan jasa.

Secara geografis Desa JATIDROJOG terletak di dataran sedang dengan ketinggian 23 mdpl dengan  luas Wilayah 182,13  Ha  terdiri  dari   tanah sawah dengan irigasi teknis seluas 100  Ha,  tanah sawah irigasi setengah teknis seluas 153,95 Ha, serta tanah darat dan pemukiman seluas 35,94  Ha.

 

Administratif Desa JATIDROJOG

Secara administratif Desa Jatidrojog yang berbatasan langsung dengan

 sebelah utara berbatasan dengan Desa Kradenanrejo

 sebelah timur berbatasan dengan Tlanak

 sebelah selatan berbatasan dengan Desa Warungering

 sebelah barat berbatasan dengan desa Mojodadi

 

Stratifikasi Desa

Mayoritas penduduk Desa Jatidrojog terdiri   bekerja di pabrik, sebagian menjadi pedagang, petani, pekerja lepas dan sebagian lagi tidak bekerja atau pengangguran.

 

Akses Menuju Desa

Akses jalan menuju Desa Jatidrojog cukup baik dan jaraknya dapat ditempuh dari arah Kota Kedungpring  sekitar 8 km.

 

Profil Masyarakat Desa JATIDROJOG

Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga dan Pemutakhiran 2025, jumlah penduduk Desa Jatidrojog tercatat 2.083 jiwa atau 615 KK , terdiri dari 1.035 penduduk laki-laki dan 1.048 penduduk Perempuan. 450 tercatat sudah menikah (Pendataan Keluarga dan Pemutakhiran 2025).

 

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan usia di Desa JATIDROJOG sebanyak 1.550 jiwa yang terbagi kedalam penduduk menurut kelompok umur dari 0 – 75+ tahun. Berdasarkan hasil pendataan keluarga dan pemutakhiran 2022 komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan usia di dominasi oleh penduduk kelompok umur 30-34 tahun dengan jumlah 648 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk berusia muda dan penduduk lanjut usia relatif sedikit dengan pertumbuhan penduduk sangat cepat (Pendataan Keluarga dan Pemutakhiran 2022).


Sarana dan Fasilitas

KAMPUNG KB  DESA JATIDROJOG saat ini telah memiliki sarana   Sekretariat Bersama dengan Sekretariat Binars dan Sekretariat Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga (RDKIK) Lestari,  yang berlokasi di Dusun JATIDROJOG Desa JATIDROJOG.  Kantor Sekretariat  ini telah dilengkapi dengan Rumah Baca BINARS dengan 1.000 koleksi buku perpustakaan bantuan dari Pemerintah Desa JATIDROJOG dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Lamongan  

 

Kondisi Desa Sebelum Hadirnya Kampung KB

Sebelum hadirnya Program Kampung KB, kondisi di Desa JATIDROJOG masih banyak hal-hal yang perlu mendapat perhatian, antara lain: masih banyak keluarga yang tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses terhadap alat kontrasepsi, kelahiran yang tidak terkontrol  menyebabkan banyak ibu hamil yang tidak siap dan tidak terpenuhi kebutuhan nutrisi dan kesehatannya. Selain itu, banyak keluarga di desa yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau klinik sehingga mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai.

 

Dengan demikian, maka Kampung KB Desa JATIDROJOG bersama-sama dengan masyarakat dan Kelompok Kerja PKK Desa JATIDROJOG dan lintas sektor lainnya telah bergerak melakukan kegiatan-kegiatan yang mencakup 8 fungsi keluarga serta kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, antara lain: memberikan akses terhadap alat kontrasepsi, pelayanan kesehatan reproduksi, dan edukasi tentang reproduksi yang sehat bagi masyarakat di Desa JATIDROJOG. Selain itu,  juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengendalikan jumlah kelahiran untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat pada umumnya.

 

Dalam penanganannya, program Kampung KB Desa JATIDROJOG menerapkan berbagai macam pendekatan, mulai dari pendekatan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif

 

Pendekatan promotif dalam Kampung KB merupakan tindakan yang mendukung kampanye penggerakan perilaku sehat di masyarakat. Pendekatan ini didasarkan pada upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku warga untuk merubah pola hidup menjadi lebih sehat dan aktif. Salah satu program pendekatan promotif dalam Kampung KB adalah penyuluhan kesehatan dan sosialisasi tentang pendidikan keluarga.

 

Penyuluhan kesehatan dan sosialisasi tentang pendidikan keluarga adalah salah satu poin penting dalam Kampung KB. Melalui program ini, masyarakat diberikan informasi tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan manajemen rumah tangga. Selain itu, pendidikan keluarga juga penting dilakukan kepada remaja dan anak-anak untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang kesehatan reproduksi.


Pendekatan preventif dalam Kampung KB dilakukan dengan pemberian informasi sebelum terjadinya hal yang tidak diinginkan atau sebelum munculnya masalah. Dalam Kampung KB, pendekatan preventif dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi sejak dini pada para remaja dan pendamping keluarga. Selain itu, pendekatan preventif juga dilakukan melalui program deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan dan program kesehatan reproduksi. Melalui program deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan, warga kampung KB dapat mengetahui kondisi kesehatan reproduksinya secara dini. Kemudian, petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan intervensi yang tepat guna mengurangi angka kehamilan di luar rencana pada kelompok warga yang berisiko tinggi.

 

Pendekatan Kuratif Kampung KB adalah salah satu bentuk program untuk menurunkan angka kelahiran yang secara khusus ditujukan untuk masyarakat di pedesaan. Pendekatan ini menggabungkan metode konseling dan pelayanan kesehatan dengan pendekatan partisipatif masyarakat sehingga program dapat dilaksanakan secara efektif. Fokus dari program ini adalah pada peningkatan penggunaan alat kontrasepsi dan pengurangan angka kelahiran.

 

Pendekatan rehabilitatif dalam Kampung KB dilakukan dengan memberikan dukungan dan edukasi kepada warga yang membutuhkan. Pendekatan ini meliputi pemberian dukungan psikologis, layanan kesehatan mental, dan bantuan finansial bagi warga yang membutuhkan. Pada umumnya, pendekatan rehabilitatif diberikan terhadap warga yang gagal mematuhi program atau yang sedang menghadapi masalah dalam keluarganya. Dalam Kampung KB, pendekatan rehabilitatif dilakukan melalui program pendampingan pasca kelahiran, pelayanan keluarga berencana, dan konseling keluarga. Program pendampingan pasca kelahiran memberikan dukungan kepada ibu yang baru melahirkan untuk memastikan kesehatan ibu dan bayinya. Sedangkan, konseling keluarga membantu dalam mengatasi permasalahan keluarga dan memberikan dukungan psikologis.

 

Komitemen Kepala Desa dan Sinergitas Lintas Sektor

Pendirian kampung KB  Desa JATIDROJOG memang mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa JATIDROJOG,   Terbukti dengan adanya alokasi dana untuk pembuatan sarana jalan lingkungan dan renovasi Gedung Sekretariat  serta biaya operasional kegiatan Kampung KB  

Selain itu mendapat dukungan dan bantuan biaya operasional kegiatan dari Koordinator Satpel PPKB Kecamatan Kedungpring

 

 

 

 Sinergitas Lintas Sektor

Dukungan lintas sektor (pemerintah, masyarakat, dan swasta) sangat penting dalam mendorong kesuksesan Program Kampung KB. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, program ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuannya.

 

Sejalan dengan hal tersebut, maka dalam kegiatan operasionalnya Pengurus Kampung KB Desa JATIDROJOG melakukan  kerjasama atau Sinergitas Lintas Sektor antara lain dengan:

 

1.    Puskesmas Dradah   , melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gratis

2.    Dengan Lembaga Pendidikan PAUD/TK di sekitar Desa JATIDROJOG melakukan      Pembinaan Minat Baca Murid.

3.    Polsek Kedungpring , melaksanakan Penyuluhan Narkoba bagi Remaja

4.    Telaga Desa KIIC Karawang, melaksanakan Pelatihan Tanaman Polybag dan  penanaman pohon.

5.   KUA kecamatan Kedungpring melaksanakan penyuluhan calon pengantin

 

 

INOVASI KEGIATAN 8 FUNGSI KELUARGA

Selain itu Kampung KB   Desa JATIDROJOG melaksanakan berbagai program kegiatan  yang mengacu kepada 8 fungsi keluarga,  antara lain:

 

 Program SASAJI, Santri JATIDROJOG Mengaji – Seksi Keagamaan melaksanakan program santri mengaji setiap magrib di lokasi Musholla   dan Masjid Jami    

   

 SEKSI PENDIDIKAN DAN SOSIALISASI  membentuk kelompok BINARS, Bina Anak Remaja JATIDROJOG, mendirikan Grup   Hadroh  yang mengusung moto Seni Untuk Berdakwah.

 

SEKSI REPRODUKSI

bekerjasama dengan Balai Penyuluh KB KecamatanKedungpringmelaksanakan penyuluhan program Keluarga Berencana.

 

SEKSI EKONOMI

telah membantu mempromosikan potensi ekonomi usaha warga desa. antara lain: Home Industri   dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lamongan  melaksanakan Bintek Perkoperasian dan UKM.

 

 

SEKSI PERLINDUNGAN

selain melaksanakan penyuluhan narkoba untuk anak remaja, juga menjaga kampung sesuai dengan jadwal ronda malam.

 ·      

SEKSI KASIH SAYANG

telah melaksanakan beberapa kegiatan antara lain pengumpulan uang untuk pembelian kain kapan.

 

SEKSI SOSIAL BUDAYA,

mendirikan grup Kadroh ,  

 

SEKSI PEMBINAAN LINGKUNGAN

bekerjasama dengan Pemerintah Desa JATIDROJOG merenovasi Rumah Tidak Layak Huni. Jugam melaksanakan gerakan penanaman tanaman di halaman rumah maupun jalan lingkungan. Selain itu melaksanakan Program SASASIH, JATIDROJOG SAPU BERSIH, gerakan kebersihan kampung dan jalan lingkungan secara bergotong royong.

 

Peran Masyarakat

Kampung KB tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan Kampung KB dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu berbagai upaya telah dilaksanakan oleh jajaran pengurus Kampung KB   Desa JATIDROJOG didalam menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat antara lain:

 

1.    Memberikan edukasi dan pemahaman yang cukup mengenai pentingnya program Kampung KB. Dalam hal ini, masyarakat dapat membantu dengan menyebarkan informasi dan mengajak orang lain untuk bergabung dalam program ini. Contohnya, masyarakat dapat memberikan penyuluhan tentang manfaat dari program Kampung KB pada lingkungan sekitar.

 

2.    Meningkatkan Partisipasi: Masyarakat dapat meningkatkan partisipasi dalam program Kampung KB dengan bergabung dalam kelompok atau komunitas Kampung KB setempat. Mereka dapat bersama-sama merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang dapat mendukung program ini, seperti mengadakan sosialisasi dan membuat program kreatif untuk mendukung program KB.

 

3.    Masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam pengawasan program Kampung KB. Dalam hal ini, masyarakat dapat memberikan masukan dan tanggapan atas program yang telah dilaksanakan oleh Kampung KB.

 

Dokumentasi Medsos

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung KB Lestari Desa JATIDROJOG sejak tahun 2019, terdokumentasi dengan baik dan diunggah di Media Sosial melalui FB: Kampung KB JATIDROJOG, Bumdes JATIDROJOG,

 

 PENUTUP

Kampung KB adalah sebuah program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan wanita dan keluarga dalam upaya pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Dalam pengelolaan kampung KB, terdapat beberapa pembelajaran baik yang bisa diambil sebagai contoh dalam pembangunan masyarakat, antara lain:

 

1.    Pemberdayaan Masyarakat:

Pengelolaan kampung KB melibatkan seluruh anggota masyarakat mulai dari perempuan, laki-laki, anak-anak, dan lansia untuk berpartisipasi aktif dan didorong untuk memiliki peran serta dalam pembangunan Kampung KB  .

 

2.    Kolaborasi Antar Lembaga: 

Dalam pengelolaan kampung KB   terdapat kolaborasi antar lembaga pemerintah,      dalam menyelenggarakan program-program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi tersebut, dapat mempererat hubungan antar lembaga dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program Kampung KB  

 

3.    Inovasi Berkelanjutan:

Dalam pengelolaan kampung KB  selalu mencari inovasi terbaru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bagaimana mencari cara untuk menarik minat dan perhatian masyarakat dalam memperhatikan isu KB dan kesehatan reproduksi. Inovasi tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga program yang diselenggarakan dapat terus berjalan dengan baik.

 

4.    Kewirausahaan dan Pemberdayaan Ekonomi:

Melalui program kampung KB, masyarakat dibimbing untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan mengenai kewirausahaan, sehingga dalam jangka panjang program ini bisa membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

 

Demikian sekilas profile KAMPUNG KB   DESA JATIDROJOG, semoga dengan adanya kerjasama dan kolaborasi semua pihak baik dari Pemerintah Desa, Kecamatan, Pemerintah kabupaten, pengembang usaha, Swasta serta masyarakat setempat dapat bersama-sama menjaga keberlangsungan program Kampung KB di Desa JATIDROJOG dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.

 




Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1589
Jumlah Kepala Keluarga
539
Jumlah PUS
209
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
69
Keluarga yang Memiliki Remaja
264
Keluarga yang Memiliki Lansia
248
Jumlah Remaja
264
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
180
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
29

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Tidak Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Dra. HERTA SRI ARUM
19690410199312 2 004
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 16 orang pokja terlatih
dari 16 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 36
Minggu ini: 38
Bulan ini: 73
Total: 79