Gambaran Umum


LANJUT ISI2.1. KONDISI DESA

2.1.1. Sejarah Desa

2.1.1.1. Legenda Desa (Sasakala)                      

                   Sejarah singkat Desa Keboncau :

 

          Pada terbentuknya Pemerintah Desa Keboncau kabarnya di kampung yang tepatnya di Dusun Balerante terdapat Banyak Rante-Rante Kapal dan Kapal-kapal Air tersebut Berlabuh di Pelabuhan , yang tepatnya di Dusun Bojong Terong Desa Palabuan sebelumnya Desa palabuan masih termasuk kekuasaan Pemerintah Desa Keboncau.

Pada jaman itu masih-ramai-ramainya Penjajahan dan jaman perang yang banyak korban kematian akibat penjajahan, konon kabarnya pada jaman penjajahan Masyarakat Keboncau setiap malam banyak yang bersembunyi didalam Keboncau, dikarenakan pada saat itu di Wilayah Desa Keboncau semua lahan ditanami Cau, setelahnya inisiatip itu ada maka masyarakat Keboncau pada saat bersembunyi merasa aman, dan dianggapnya tidak ada Penjajah yang masuk ke wilayah Desa Keboncau, sehingga dengan amannya maka timbulah pemerintah pertama memberi nama DESA KEBONCAU, dimana CAU adalah merupakan Tanaman yang sangat dingin dan kuat menahan/menyimpan air pada waktu musim kearau tiba, dan CAU tidak akan mati sebelum Berjasa / mengeluarkan CAU nya.

Maka pada tahun 1920 Wilayah Kekuasaan Pemerintah Desa diberi Nama DESA KEBONCAU. Dan pada tahun 1976 Nama desa Keboncau diganti Menjadi Desa SUKARASA, mengingat dengan nama Desa SUKARASA Masyarakat banyak kesulitan dan ketidak Cocokan maka nama Desa SUKARASA di Ganti Kembali Menjadi DESA KEBONCAU lagi sampai sekarang.

Mengingat dengan padatnya jumlah penduduk Desa sesuai dengan Peraturan Pemerintah, No,        Tahun,       tentang, jumlah penduduk desa perlu adanya pemekaran Desa, sehingga pada Tahun 1984 dimekarkan menjadi 2 Desa yaitu Desa Keboncau dan Desa Palabuan.

2.1.1.2.Kepemimpinan Desa

Pejabat Kepala Desa / Kuwu yang pertama sampai dengan sekarang secara berturut- turut sebagaimana tersebut pada tabel dibawah ini

 

 

 

 

 

 

Tabel :  1

Urutan Pejabat Kepala Desa / Kuwu

Sampai dengan Tahun 2015

 

No

Nama

Jabatan

Priode

Lamanya

ket

1

2

3

4

5

6

1

RANU

KUWU

 

 

 

2

ISRAK

KUWU

 

 

 

3

DULEH

KUWU

 

 

 

4

DIDI SUDITA

KUWU

 

 

 

5

ASMA

KUWU

 

 

K.KESRA

6

KOSAMIHARJA

KUWU

 

 

 

7

ACID KASID

KUWU

1975-1983

 

 

8

DIDI SUKARDI

KUWU

1984-1992

 

 

9

A. JUHANDA

PJS

1993-1996

 

SEK-DES

10

SYARIF HIDAYAT

KEPALA DESA

1996-2003

 

 

11

EMAN SUPARMAN

PJS

1999-2000

 

SEK-DES

12

DODO KUSWANDA

KEPALA DESA

2000-2008

 

 

13

WANDI SUPRIYADI

KEPALA DESA

2009-2014

 

 

14

EDI JUHANDA

PJS

2012-2013

 

SEK-DES

15

HENDI R HERMAWAN

KEPALA DESA

2013-2019

 

 

16

OHAN,SE

PJS

2019-2020

 

STAF KECAMATAN

17

DODO KUSWANDA

KEPALA DESA

2020-2026

 

 

 

2.1.2. Demografi

2.1.2.1. Letak Geografis

 

Desa Keboncau terletak antara 6044’ – 70083’ Lintang Selatan dan 107021’ – 108021’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 1.022.07 Ha, yang terdiri dari 2 Dusun dengan 6 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT). Desa Keboncau memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut;

 

Sebelah Utara     :  Desa Kudangwangi Kecamatan Ujungjaya

Sebelah Timur    :  Kali Cimanuk / Kabupaten Majalengka

Sebelah Selatan  :  Desa palabuan, Kecamatan Ujungjaya

Sebelah Barat     :  Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya               

 

Secara visualisasi, wilayah administratif  dapat dilihat dalam peta wilayah Desa Keboncau sebagaimana gambar di bawah ini :

Gambar : 1

Peta Administratif Desa Keboncau

 

 

PETA WILAYAH DESA

KEBONCAU

 

  

 

 

 

 

 Jalan  Propinsi

: Jalan Kabupaten

: Jalan Desa

: Jembatan

=Saluran Cibubul

= Balai Desa

= SD Sukarasa I

= SD Cimanuk

=SD Girijaya

= Wil-RW-01

= Wil-RW-02

= Wil–Rw-03

= Wil-RW-04

= Wil-Rw-05

= Wil-Rw-06

 

 

Desa Kudangwangi

Desa Sukamulya

Desa Ujungjaya

Desa Palabuan

Tanah Kehutanan

Kabupaten Majalengka

CIMANUK

 

 

 

 

 

 

 


Sumber : Data Desa Keboncau

 

2.1.2.2. Topografi

Desa Keboncau merupakan desa yang berada di daerah Dataran Rendah, dengan ketinggian antara 40 m (diatas permukaan laut). Sebagian besar wilayah Desa Keboncau adalah Pesawahan.

2.1.2.3. Hidrologi dan Klimatologi

 

Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran Lebak / Saluran di wilayah desa Keboncau yang disebut Lebak /Solokan hanya menampung dan berair diwaktu turun hujan  pada saat sekarang ini Desa Keboncau terhindar dari bahaya bencana Banjir adapun  solokan baik skala kecil, sedang, dan besar, terdapat di bagian barat , seperti :

 

-      Solokan/Galian Induk terdapat di bagian Barat yang berpungsi untuk pembagian air Pertanian.

-      Solokan/Galian Pembuang terdapat di Bagian Timur

-      Kali Cimanuk berada di wilayah bagian Timur Desa Keboncau dan merupakan Batas Desa antara Desa Keboncau dan Desa Babakan, Kabupaten Majalengka

 

Disamping itu Kali Cimanuk dapat dipergunakan untuk MCK bagi penduduk di sekitar Kali Cimanuk dan bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih, maupun sumber air untuk pertanian.

 

Sumber air utama yang menghidupi masyarakat Desa Keboncau  adalah diantaranya :

 

1.    PAM

2.    Kali Cimanuk

3.    Kali Cipelang

 

Secara umum di desa Keboncau sesuai Kalender Musim masih sangat Kekurangan Air, yang disebabkan tidak adanya Mata Air yang mengalir tetap sebagai sumber kehidupan masayarakat penggarap sawah. Ditunjang pula oleh

terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali, akibat kurangnya pengawasan dari semua pihak terkait.

 

 

 

 

2.1.2.4. Luas dan Sasaran Penggunaan Tanah

 

Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Keboncau pada umumnya digunakan secara produktif, dan hanya sedikit saja yang tidak dipergunakan. Hal ini menunjukkan bahwa Kawasan Desa Keboncau memiliki Sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah Teknis, 177,125 Ha Setengah teknis seluas 88,110 ha, Tadah hujan 21,375  Ha, dan yang lainnya berupa pekarangan dan pemukiman 735,46 Ha,   Untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan penggunaannya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel : 2

Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan

Di Desa Keboncau Tahun 2015

 

Sawah (Ha)

Darat [Ha]

½ Teknis

Tadah Hujan

Pekarangan Pemukiman

pekarangan

Kebun

Kolam

Kuburan

Lain-lain

177,125

88,110

21,375

27,015

21,845

2,042

2,201

-

 

Sawah (Ha)

Darat [Ha]

carik

pengangonan

Kehutanan

Wakap KUA

Irigasi

Jalan

Titisra

Lain-lain

3,885

19,615

642,750

3,250

7,6269

3.306

-

1,925

 

Sumber : Data DesaKeboncau

2.1.3  Keadaan Sosial

          2.1.3.1  Kependudukan

Penduduk Desa Keboncau berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 tercatat sebanyak 4.280 jiwa, selama tiga tahun terakhir ini jumlah penduduk mengalami kenaikan rata-rata pertahun 1  %.

Untuk lebih jelasnya perkembagan penduduk dapat dilihat dala tabel dibawah ini.

 

 

 

 

                                                Tabel  : 4

                            Pertumbuhan Jumlah Penduduk

                                       Tahun 2018 – 2020

No

Tahun

Jumlah

Laju

Pertumbuhan

( % )

Jiwa

KK

1

2018

4.076

1.119

27

2

2019

4.120

1.254

30

3

2020

4.280

1.287

30

 

Proyeksi jumlah penduduk untuk 3 (tiga) Tahun kedepan berdasarkan laju pertumbuhan penduduk 3 (tiga) tahun terakhir sebagai berikut :

 

·      Tahun 2018     :  4.076 Jiwa

·      Tahun 2018     :  4.120 Jiwa

·      Tahun 2020     :  4.280 Jiwa

 

Tabel : 5

Data Penyebaran Penduduk

No

 Dusun

Jumlah

Kepadatan per Km2

Jiwa

KK

1.

01

2.440

805

32,99

2.

02

1.840

651

35,38

 

2.1.3.2.  Indek Pembangunan Manusia (IPM)

                Perkembangan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa

                Keboncau Tahun 2018 s.d. Tahun 2020 dapat dilihat pada tabel di

                bawah ini :

 

Tabel : 5

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Desa Keboncau Tahun 2018 – 2020

No

Uraian

2018

2019

2020

1

Indeks Pendidikan

65,71

66,91

67,69

2

Indeks Kesehatan

62,07

63,16

64,34

3

Indeks Daya Beli

63,75

64,93

65,66

Target IPM Kec. Ujungjaya

72,38

75,70

77,70

Target IPM Kab. Sumedang

73,38

73,00

75,00

Realisasi IPM

73,84

74,84

75,89

 

Sumber : RPJMD Kabupaten Sumedang tahun 2009-2013

 

2.1.3.3. Kesehatan

Tenaga kesehatan di Desa Keboncau pada Tahun 2020 terbagi atas medis/dokter 2 orang, keperawatan - Orang, bidan 2 orang, Mantri Kesehatan, 2 Orang. dukun beranak – 2 orang, dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan sebanyak 25 Orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini.

 

Tabel : 6

Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat

Di Desa Keboncau Tahun 2020

 

No

Tenaga Kesehatan

Jumlah

Ket.

1

Medis

Doktor Umum

1

 

Dokter Spesialis

1

 

2

Keperawatan

Bidan

2

 

Perawat/ Mantri

2

 

3

Partisipasi Masyarakat

Dukun Bayi

2

 

Posyandu

5

 

Polindes/Poskesdes

1

 

POD

1

 

Desa Siaga

1

 

Kader Kesehatan Aktif

25

 

Paraji Sunat

-

 

JUMLAH

40

 

 

Sumber : Data Desa, dan Desa Siaga serta bidan Desa

 

Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada tahun 2014 adalah sebanyak =  32 jiwa, yang terdiri atas bayi lahir hidup sebanyak = 32 jiwa, bayi lahir mati sebanyak = - jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini.

 

 

 

 

 

Tabel : 7

Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi

Di Desa Keboncau Tahun 2018 - 2020 (Jiwa)

 

No

Uraian

2018

2019

2020

Rata-rata

1

Bayi Lahir Hidup

24

36

12

 

2

Jumlah Kematian Bayi

-

-

-

 

JUMLAH

24

36

12

 

Sumber : Data Desa dan Desa Siaga dan Bidan desa

 

2.1.3.4. Pendidikan

Pendidikan adalah sebuah investasi (modal) dasar pembangunan dimasa yang akan datang. Partisipasi masyarakat dalam pendidikan cukup tinggi, terbukti anak-anak usia sekolah hampir seluruhnya mengikuti jenjang pendidikan yang telah tersedia.

Data jumlah murid dan Guru/Ustad sebagaimana tersebut pada tabel dibawah ini.

                                             Tabel  : 9

                                                                Jumlah Siswa danGuru

No

Uraian

PAUD/BKB Kemas

TK

SD

MI

SMP/

MTs

SMA/

MA

SMK

1

Murid

47

61

324

89

-

-

64

2

Guru

12

4

23

3

-

-

13

 

Sarana  dan Prasarana pendidikan yang ada masih perlu peningkatan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas guna tercapainya mutu pendidikan anak didik yang lebih baik lagi.

Data Sarana dan Prasarana Pendidikan baik Negeri maupun swasta, dan formal maupun non formal, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

                                          Tabel  : 10

                                                   Data Sarana dan Prasarana Pendidikan

No

Nama Sekolah

 

Lokasi

(RT/RW)

Jumlah

Status

(Neg/Swt)

1

TK/PAUD/RA

02,06

3

Swt

2

SD

02,06

3

Neg

3

MI

-

-

-

4

SMP

-

-

-

5

MTs

-

-

-

6

SMA

-

-

-

7

MA

-

-

-

8

SMK

01

1

Swt

9

PKBM

-

-

-

 

masyarakat meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembangnya dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial.

Keadaan ini bisa dilihat pada data tabel tentang penyandang masalah sosial (PMKS) dibawah ini.

 

                                               Tabel  : 11

                                   Data Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

No

Masalah Kesejahteraan Sosial

Jumlah

Ket.

1

Anak Terlantar

-

 

2

Anak Nakal

-

 

3

Anak Jalanan

-

 

4

Lansia Terlantar

-

 

5

Pengemis

-

 

6

Gelandangan

-

 

7

Pekerja Sek Komersial

-

 

8

Eks Narapidana

7

 

9

Penyandang cacat

64

 

10

Keluarga Miskin Sosial

645

 

11

Keluarga Barmasalah Sosial Psiklg

3

 

12

Keluarga Rumahnya Tidak Layak Huni

154

 

13

Korban NAPZA

-

 

14

Wanita Rawan Sosial Ekonomi

32

 

15

Pemulung

-

 

16

Janda PKRI

5

 

17

Lainya

54

 

 

2.1.3.5.  Kesejahteraan Sosial

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel 11 penyandang masalah kesejahteraan social (PMKS) di bawah ini.

 

 

Tabel : 11

Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Di Desa Keboncau  Tahun 2020

No

Masalah Kesejahteraan Sosial

Jumlah

Keterangan

1

Anak terlantar

-

 

2

Anak Nakal

-

 

3

Anak Balita terlantar

-

 

4

Anak jalanan

-

 

5

Lansia Terlantar

-

 

6

Pengemis

-

 

7

Gelandangan

-

 

8

Korban NAPZA

-

 

9

Pekerja Sek Komersial

-

 

10

Eks Narapidana

7

 

11

Penyandang Cacat

64

 

12

Penyandang Cacat Eks Penyakit Kronis

2

 

13

Keluarga Miskin Sosial

645

 

14

Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis

-

 

15

Keluarga Rumahnya Tidak layak Huni

154

 

16

Wanita Rawan Sosial Ekonomi

32

 

17

Pemulung

-

 

18

Janda PKRI

5

 

19

Korban Bencana Alam

-

 

20

Masyarakat yang tinggal di daerah bencana

-

 

21

Komunitas adat terpencil

-

 

 

Sumber : Data Desa kbc

 

 

 

2.1.3.6. Ketenaga Kerjaan

Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Keboncau sampai akhir tahun 2015, masih menunjukkan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM. Banyaknya pencari kerja di Desa Keboncau adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksikan sebelumnya.

 

Jumlah angkatan kerja pada tahun 2020 sebanyak = 428  orang. Jumlah pencari kerja berjumlah = 136  yang dapat tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak = 97 orang, sedangkan sisanya sebesar = 168 orang belum mendapatkan perkerjaan.

Untuk tahun 2020 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 213 Orang, sedangkan perempuan sebanyak  84 orang,

Dari segi pendidikan, lulusan SLTP menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase pencari kerja yang belum berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 42 %.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 12 di bawah ini.

 

Tabel : 12

Jumlah Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan Lowongan Kerja

Di Desa Keboncau Tahun 2020

No

Yang Terdaftar

Jumlah

Keterangan

1

Pencari Kerja

428

 

2

Yang Ditempatkan

97

 

3

Lowongan Kerja

-

 

4

Sisa Pencari Kerja

168

 

 

Sumber : Data Desa

 

Dari tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2020 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja, sehingga jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit daripada pencari kerja.

Faktor lain yang menjadi penyebab utamanya adalah kompetensi yang dimiliki, dikaitkan dengan skill yang dibutuhkan oleh lapangan kerja.

 

2.1.3.7.  Pemuda dan Olah Raga

Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2020 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa maunun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level desa berjumlah + 30 orang, serta hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif di kepengurusan Tingkat RW, baik pengurus aktif, maupun anggota biasa.

Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di desa Keboncau cukup variatif, namun semua organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat dalam tabel 13 di bawah ini.

 

Tabel : 13

Data Klub / Perkumpulan Olahraga

Di Desa Keboncau Tahun 2020

No

Klub Olahraga Yang Terdaftar

Jumlah

Keterangan

1

Klub Sepakbola

6

 

2

Klub Bola Voli

6

 

3

Klub Bulu Tangkis

1

 

4

Klub Tenis Meja

6

 

5

Klub Senam Sehat

1

 

6

Klub Jantung Sehat

-

 

7

Klub Pencaksilat

-

 

8

Klub Futsal

-

 

JUMLAH

20

 

 

Sumber : Data Desa

 

Dari klub olahraga diatas, sedikitnya telah menambah minat Masyarakat / Pemuda untuk meningkatkan Berolahraga, walaupun Club-Club tersebut di atas tidak ada yang lebih mahir, apalagi sampai termasuk Club-Club Kecamatan ataupun Kabupaten, hanya para Pemuda dalam berolahraga / berlatih tidak merasa berputus asa terus berjuang, dan mencari bibit-bibit, agar Club-club tersebut di tahun yang akan dating ada yang digunakan oleh club Tingkat Kecamatan sampai ke Tingkat Propinsi.

 

 

 

2.1.3.8. Kebudayaan

 

Kebudayaan yang ada di desa Keboncau merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian.

 

Pemerintah terus membina kelompok dan organisasi kesenia yang ada, walaupun dengan keterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di desa Keboncau terus berusaha menjaga, merawat, serta memeliharanya agar budaya dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.

Beberapa kelompok kesenian yang ada di Desa Keboncau yang masih eksis dan terawat walaupun kondisinya sangat memprihatinkan diataranya dapat dilihat  pada tabel 14 dibawah ini.

Tabel : 14

Data Kelompok Budaya dan Kesenian

Di Desa Keboncau Tahun 2020

No

Jenis Kelompok Kesenian yang ada

Jumlah Group

Status

1

Wayang Golek

1

aktip

2

Wayang Kulit

1

Pasip

3

Organ Tunggal

1

Aktif

4

Jaipongan

1

Aktip

5

Reog

-

-

6

Pencaksilat

2

Pasip

7

Upacara Adat

1

Pasip

8

Qasidah

4

aktif

9

Obrog

6

Aktif

JUMLAH

11

 

 

Sumber : Data Desa

Keterangan :

-       Aktif = Masih sering melakukan latihan rutin

-       Pasif = Melakukan Latihan, kalau mau ada pentas saja

Di bidang pariwisata, Desa Keboncau belum ada lokasi yang setrategis untuk wilayah Pariwisata yang menyenangkan dan untuk di aktipk

 

 

2.1.3.9.  Tempat Peribadatan

Tabel : 15

Tabel Tempat Peribadatan

Di Desa Keboncau Tahun 2020

No

Jenis

Jumlah

Ket.

1

Masjid

5

 

2

Mushola

7

 

3

Langgar

-

 

4

Madrasah

-

 

Sumber : Data Desa

 

 

2.1.4.4. Prasarana dan Sarana Ekonomi

Prasaran dan  sarana ekonomi menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Selain bergerak di bidang pertanian masyarakat desa Keboncau banyak juga yang bergerak dibidang usaha, seperti industri rumah tangga, perdagangan, pertukangan dan jasa lainya.

Lembaga Perekonomian yang tumbuh dan berkembang selain Bank Pemerintah dan swasta juga , KUD dan Koperasi-koperasi Simpan Pinjam. 

Data Prasarana dan Sarana Ekonomi sebagimana tersebut dalam tabel dibawah ini

                                              Tabel  : 19

Data Prasarana dan Sarana Ekonomi

Tahun 2020

No

Jenis Usaha

Jumlah

Ket.

1

Industri /Perusahaan

heller

1

 

bengkel

7

 

2

Perdagangan

1. Toko

32

 

2. Warung

49

 

1.  Lainya

16

 

3

Bank

-

-

 

-

-

 

4

Koperasi

1. KUD

1

 

-

-

 

 

 

2.1.4.5. Transportasi dan Perhubungan

Prasarana jalan di Desa Keboncau terdiri dari jalan Negara, jalan provinsi dan jalan kabupaten. Kondisi jalan pada umumnya cukup memadai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas fisik,  kecuali jalan-jalan desa masih perlu peningkatan.

Data keadaan prasarana jalan/perhubngan pada saat ini dapat  dilihat dalam tabel dibawah ini.

 

 

Tabel : 20

Keadaan Prasana Jalan/Perhubungan

Tahun 2020

 

No

Jenis Jalan

Panjang

(Km)

Keadaan

Baik/Rusak

Ket.

1

Jalan Negara

-

-

 

2

Jalan Provinsi

3,5

Baik

 

3

Jalan Kabupaten

2

Rusak

 

4

Jalan Desa

3

Rusak

 

5

Jalan Setapak

6

Rusak

 

6

Gang

3

Rusak

 

 

2.1.4.6. Telekomunikasi dan Informasi

 

Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Keboncau khususnya sambungan telepon telah ada, menyebar diseluruh wilayah desa Keboncau. Jumlah sambungan yang ada (konsumen) yang menggunakan jasa telepon mencapai  12  Rumah.

Selanjutnya jaringan Telephon seluler (HP) telah marak digunakan sebagian besar penduduk telah banyak menggunakan jaringan telephone seluler (HP) kalau diprosentasekan mencapai 73 % penduduk dewasa menggunakan jasa telephon seluler amat membantu mobilisasi komunikasi dan distribusi barang, sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau.

 

2.1.4.7. Pengairan dan Keirigasian

 

Penanganan keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para petani sawah dan kolam air tawar, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di desa Keboncau pada tahun 2020  ini kondisinya sangat memprihatinkan, mengingat kondisi irigasi sebagian besar telah rusak berat sejak tahun 2013 dibangun hingga sekarang hanya para petani memberbaiki dengan swadaya seadanya.hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa maksimal, sedangkan  pada musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di desa Keboncau sebagai akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi) saluran air. 

Hal lain diperparah oleh menurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya adanya Penebangan Liar, ditunjang oleh kurangnya pengawasan dari pihak terkait.

Dari kondisi diatas, pemerintah desa Keboncau dan Kecamatan merasa perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan program unggulan yang menjadi prioritas program pembangunan desa pada periode kepeminpinan sekarang ini.

Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80 % masayarakat Desa Keboncau memerlukan air untuk mengairi sawah agar menjadi lebih produktif dan berkualitas.

 

2.1.4.8. Drainase

 

Sistem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan, atau saluran sekunder atau disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya digunakan di Desa Keboncau, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau disebut drainase mikro.

Drainase (Penembokan Saluran air Bah) sebagian besar dialirkan ke Galian.

Pada musim hujan badan Jalan Propinsi. Jalan Kabupaten dan Jalan Desa mengalami kerusakan dikarenakan Drainase jalan-jalan tersebut mendangkal dan nyaris hilang, sehingga mayoritas jalan tersebut menjadi aliran air bah tersebut.

 

2.1.4.9. Air Bersih

 

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk desa keboncau sebagian besar menggunakan Jasa PAM.

Untuk lebih jelasnya lagi lihat table 18

 

 

 

 

 

 

 

Tabel : 18

Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masayarakat

Di Desa Keboncaur Tahun 2020

No

Jenis Sumber Air Bersih

Yang Digunakan Masyarakat

Jumlah Rumah Tangga Pengguna

Persentase

(%)

1

PAM

734

76

2

Sumur Pompa

2

7

3

Artesis

-

-

4

Sumur Gali

7

8

5

Fasilitas Air Bersama

-

-

6

Pipanisasi

-

-

Sumber : Data Desa

 

2.1.4.10. Air Limbah

Jenis limbah yang terdapat di Desa Kboncau dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik. Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan rumah tangga dari kegiatan mandi, cuci, dan kakus. Sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang dihasilkan  oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industry rumah tanngga dan sebagainya.

Sistem pembuangan limbah domestik di desa Keboncau selain menggunakan jamban keluarga berupa septictank/cubluk, juga memanfaatkan Saluran Air, dan kolam, dan pembuangan langsung ke saluran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tahun 2015 ini, sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septictank.

 

 2.1.4.11. Energi

Pada umumnya masyarakat desa Keboncau sudah hampir 90% tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringat listrik sudah sampai ke setiap RW di Desa Keboncau, hanya masih ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga terdekatnya. Jumlah rumah tangga yang memasang sambungan listrik di Desa Keboncau pada tahun 2015 sebanyak 1.135 Rumah tangga.

2.1.4.12. Musim

Di desa Keboncau ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

 

2.1.4.13. Pola Penggunaan Lahan Pertanian

1.   Lahan Sawah dimusim penghujan ditanami padi dan musim Kemarau kadang ditanami palawija, atau bahkan masih ada petani yang tidak mau memanpaatkan sawahnya disebabkan dengan paktor Air.

2.   Lahan Pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon Buah-buahan, Sayuran dan Kayu bahan Bangunan.

 

2.2. KONDISI PEMERINTAHAN DESA

       2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

Desa Keboncau terbagi dalam  2  Dusun, 6 RW dan  25 RT,  masing-masing sebagai berikut :

·         Dusun 1  terdiri dari 13 RT / 3 RW

·         Dusunterdiri dari 12 RT / 3 RW

2.2.2.

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
3797
Jumlah Kepala Keluarga
1359
Jumlah PUS
566
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
227
Keluarga yang Memiliki Remaja
557
Keluarga yang Memiliki Lansia
478
Jumlah Remaja
726
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
451
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
115

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
MEITIANA SAPUTRI
198605012024212002
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
SK Kecamatan tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 1 orang pokja terlatih
dari 10 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi:
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 92
Minggu ini: 121
Bulan ini: 131
Total: 234