Gambaran Umum
LANJUT ISI2.1. KONDISI DESA
2.1.1.
Sejarah Desa
2.1.1.1. Legenda Desa (Sasakala)
Sejarah singkat Desa Keboncau
:
Pada terbentuknya Pemerintah Desa Keboncau kabarnya di kampung
yang tepatnya di Dusun Balerante terdapat Banyak Rante-Rante Kapal dan
Kapal-kapal Air tersebut Berlabuh di Pelabuhan , yang tepatnya di Dusun Bojong
Terong Desa Palabuan sebelumnya Desa palabuan masih termasuk kekuasaan
Pemerintah Desa Keboncau.
Pada jaman itu masih-ramai-ramainya Penjajahan dan jaman perang
yang banyak korban kematian akibat penjajahan, konon kabarnya pada jaman
penjajahan Masyarakat Keboncau setiap malam banyak yang bersembunyi didalam
Keboncau, dikarenakan pada saat itu di Wilayah Desa Keboncau semua lahan
ditanami Cau, setelahnya inisiatip itu ada maka masyarakat Keboncau pada saat
bersembunyi merasa aman, dan dianggapnya tidak ada Penjajah yang masuk ke
wilayah Desa Keboncau, sehingga dengan amannya maka timbulah pemerintah pertama
memberi nama DESA KEBONCAU, dimana CAU adalah merupakan Tanaman yang sangat
dingin dan kuat menahan/menyimpan air pada waktu musim kearau tiba, dan CAU
tidak akan mati sebelum Berjasa / mengeluarkan CAU nya.
Maka pada tahun 1920 Wilayah Kekuasaan Pemerintah Desa diberi
Nama DESA KEBONCAU. Dan pada tahun 1976 Nama desa Keboncau diganti Menjadi Desa
SUKARASA, mengingat dengan nama Desa SUKARASA Masyarakat banyak kesulitan dan
ketidak Cocokan maka nama Desa SUKARASA di Ganti Kembali Menjadi DESA KEBONCAU
lagi sampai sekarang.
Mengingat dengan padatnya jumlah penduduk Desa sesuai dengan
Peraturan Pemerintah, No,
Tahun, tentang, jumlah
penduduk desa perlu adanya pemekaran Desa, sehingga pada Tahun 1984 dimekarkan
menjadi 2 Desa yaitu Desa Keboncau dan Desa Palabuan.
2.1.1.2.Kepemimpinan
Desa
Pejabat Kepala
Desa / Kuwu yang pertama sampai dengan sekarang secara berturut- turut
sebagaimana tersebut pada tabel dibawah ini
Tabel : 1
Urutan Pejabat Kepala Desa / Kuwu
Sampai dengan Tahun 2015
|
No |
Nama |
Jabatan |
Priode |
Lamanya |
ket |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
|
1 |
RANU |
KUWU |
|
|
|
|
2 |
ISRAK |
KUWU |
|
|
|
|
3 |
DULEH |
KUWU |
|
|
|
|
4 |
DIDI SUDITA |
KUWU |
|
|
|
|
5 |
ASMA |
KUWU |
|
|
K.KESRA |
|
6 |
KOSAMIHARJA |
KUWU |
|
|
|
|
7 |
ACID KASID |
KUWU |
1975-1983 |
|
|
|
8 |
DIDI SUKARDI |
KUWU |
1984-1992 |
|
|
|
9 |
A. JUHANDA |
PJS |
1993-1996 |
|
SEK-DES |
|
10 |
SYARIF HIDAYAT |
KEPALA DESA |
1996-2003 |
|
|
|
11 |
EMAN SUPARMAN |
PJS |
1999-2000 |
|
SEK-DES |
|
12 |
DODO KUSWANDA |
KEPALA DESA |
2000-2008 |
|
|
|
13 |
WANDI
SUPRIYADI |
KEPALA DESA |
2009-2014 |
|
|
|
14 |
EDI JUHANDA |
PJS |
2012-2013 |
|
SEK-DES |
|
15 |
HENDI R HERMAWAN |
KEPALA DESA |
2013-2019 |
|
|
|
16 |
OHAN,SE |
PJS |
2019-2020 |
|
STAF KECAMATAN |
|
17 |
DODO KUSWANDA |
KEPALA DESA |
2020-2026 |
|
|
2.1.2. Demografi
2.1.2.1. Letak Geografis
Desa
Keboncau terletak antara 6044’ – 70083’ Lintang Selatan
dan 107021’ – 108021’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 1.022.07
Ha, yang terdiri dari 2 Dusun dengan 6 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga
(RT). Desa Keboncau memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut;
Sebelah
Utara : Desa Kudangwangi Kecamatan Ujungjaya
Sebelah
Timur :
Kali Cimanuk / Kabupaten Majalengka
Sebelah
Selatan :
Desa palabuan, Kecamatan Ujungjaya
Sebelah
Barat : Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya
Secara
visualisasi, wilayah administratif dapat
dilihat dalam peta wilayah Desa Keboncau sebagaimana gambar di bawah ini :
Gambar
: 1
Peta
Administratif Desa Keboncau
|
PETA WILAYAH DESA KEBONCAU
|
|
|
|
Jalan
Propinsi : Jalan Kabupaten : Jalan Desa : Jembatan =Saluran Cibubul = Balai Desa = SD Sukarasa I = SD Cimanuk =SD Girijaya = Wil-RW-01 = Wil-RW-02 = Wil–Rw-03 = Wil-RW-04 = Wil-Rw-05 = Wil-Rw-06 |
|
Desa Kudangwangi |
|
Desa Sukamulya |
|
Desa Ujungjaya |
|
Desa Palabuan |
|
Tanah Kehutanan |
|
Kabupaten Majalengka |
|
CIMANUK |
Sumber
: Data Desa Keboncau
2.1.2.2. Topografi
Desa
Keboncau merupakan desa yang berada di daerah Dataran Rendah, dengan ketinggian
antara 40 m (diatas permukaan laut). Sebagian besar wilayah Desa Keboncau
adalah Pesawahan.
2.1.2.3.
Hidrologi dan Klimatologi
Aspek
hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan
pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran Lebak
/ Saluran di wilayah desa Keboncau yang disebut Lebak /Solokan hanya menampung
dan berair diwaktu turun hujan pada saat
sekarang ini Desa Keboncau terhindar dari bahaya bencana Banjir adapun solokan baik skala kecil, sedang, dan
besar, terdapat di bagian barat , seperti :
-
Solokan/Galian Induk terdapat di bagian Barat yang berpungsi
untuk pembagian air Pertanian.
-
Solokan/Galian Pembuang terdapat di Bagian Timur
-
Kali Cimanuk berada di wilayah bagian Timur Desa Keboncau dan
merupakan Batas Desa antara Desa Keboncau dan Desa Babakan, Kabupaten
Majalengka
Disamping
itu Kali Cimanuk dapat dipergunakan untuk MCK bagi penduduk di sekitar Kali
Cimanuk dan bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih, maupun sumber air
untuk pertanian.
Sumber
air utama yang menghidupi masyarakat Desa Keboncau adalah diantaranya :
1.
PAM
2.
Kali Cimanuk
3.
Kali Cipelang
Secara
umum di desa Keboncau sesuai Kalender Musim masih sangat Kekurangan Air, yang
disebabkan tidak adanya Mata Air yang mengalir tetap sebagai sumber kehidupan
masayarakat penggarap sawah. Ditunjang pula oleh
terjadinya
pembalakan hutan yang tidak terkendali, akibat kurangnya pengawasan dari semua
pihak terkait.
2.1.2.4.
Luas dan Sasaran Penggunaan Tanah
Pada
umumnya lahan yang terdapat di Desa Keboncau pada umumnya digunakan secara
produktif, dan hanya sedikit saja yang tidak dipergunakan. Hal ini menunjukkan
bahwa Kawasan Desa Keboncau memiliki Sumber daya alam yang memadai dan siap
untuk diolah. Luas lahan berupa sawah Teknis, 177,125 Ha Setengah teknis seluas
88,110 ha, Tadah hujan 21,375 Ha, dan
yang lainnya berupa pekarangan dan pemukiman 735,46 Ha, Untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan
penggunaannya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel
: 2
Luas
Lahan Menurut Jenis Penggunaan
Di
Desa Keboncau Tahun 2015
|
Sawah (Ha) |
Darat [Ha] |
|||||||
|
½
Teknis |
Tadah
Hujan |
Pekarangan
Pemukiman |
pekarangan |
Kebun |
Kolam |
Kuburan |
Lain-lain |
|
|
177,125 |
88,110 |
21,375 |
27,015 |
21,845 |
2,042 |
2,201 |
- |
|
|
Sawah (Ha) |
Darat [Ha] |
|||||||
|
carik |
pengangonan |
Kehutanan |
Wakap
KUA |
Irigasi |
Jalan |
Titisra |
Lain-lain |
|
|
3,885 |
19,615 |
642,750 |
3,250 |
7,6269 |
3.306 |
- |
1,925 |
|
Sumber : Data DesaKeboncau
2.1.3 Keadaan Sosial
2.1.3.1 Kependudukan
Penduduk
Desa Keboncau berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk Tahun 2020
tercatat sebanyak 4.280
jiwa, selama tiga tahun terakhir ini jumlah penduduk mengalami kenaikan rata-rata
pertahun 1 %.
Untuk lebih jelasnya perkembagan penduduk dapat dilihat
dala tabel dibawah ini.
Tabel : 4
Pertumbuhan Jumlah
Penduduk
Tahun
2018 – 2020
|
No |
Tahun |
Jumlah |
Laju Pertumbuhan ( % ) |
|
|
Jiwa |
KK |
|||
|
1 |
2018 |
4.076 |
1.119 |
27 |
|
2 |
2019 |
4.120 |
1.254 |
30 |
|
3 |
2020 |
4.280 |
1.287 |
30 |
Proyeksi
jumlah penduduk untuk 3 (tiga) Tahun kedepan berdasarkan laju pertumbuhan
penduduk 3 (tiga) tahun terakhir sebagai berikut :
·
Tahun 2018 :
4.076 Jiwa
·
Tahun 2018 :
4.120 Jiwa
·
Tahun 2020 :
4.280 Jiwa
Tabel
: 5
Data Penyebaran Penduduk
|
No |
Dusun |
Jumlah |
Kepadatan
per Km2 |
|
|
Jiwa |
KK |
|||
|
1. |
01 |
2.440 |
805 |
32,99 |
|
2. |
02 |
1.840 |
651 |
35,38 |
2.1.3.2. Indek Pembangunan Manusia (IPM)
Perkembangan capaian Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Desa
Keboncau Tahun 2018 s.d. Tahun
2020 dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel : 5
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Desa Keboncau Tahun 2018 – 2020
|
No |
Uraian |
2018 |
2019 |
2020 |
|
1 |
Indeks Pendidikan |
65,71 |
66,91 |
67,69 |
|
2 |
Indeks Kesehatan |
62,07 |
63,16 |
64,34 |
|
3 |
Indeks Daya Beli |
63,75 |
64,93 |
65,66 |
|
Target IPM Kec. Ujungjaya |
72,38 |
75,70 |
77,70 |
|
|
Target IPM Kab. Sumedang |
73,38 |
73,00 |
75,00 |
|
|
Realisasi IPM |
73,84 |
74,84 |
75,89 |
|
Sumber
: RPJMD Kabupaten Sumedang tahun 2009-2013
2.1.3.3.
Kesehatan
Tenaga kesehatan
di Desa Keboncau pada Tahun 2020 terbagi atas medis/dokter 2 orang, keperawatan
- Orang, bidan 2 orang, Mantri Kesehatan, 2 Orang. dukun beranak – 2 orang, dan
partisipasi masyarakat di bidang kesehatan sebanyak 25 Orang. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini.
Tabel : 6
Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi
Masyarakat
Di Desa Keboncau Tahun 2020
|
No |
Tenaga Kesehatan |
Jumlah |
Ket. |
|
|
1 |
Medis |
Doktor Umum |
1 |
|
|
Dokter Spesialis |
1 |
|
||
|
2 |
Keperawatan |
Bidan |
2 |
|
|
Perawat/ Mantri |
2 |
|
||
|
3 |
Partisipasi Masyarakat |
Dukun Bayi |
2 |
|
|
Posyandu |
5 |
|
||
|
Polindes/Poskesdes |
1 |
|
||
|
POD |
1 |
|
||
|
Desa Siaga |
1 |
|
||
|
Kader Kesehatan Aktif |
25 |
|
||
|
Paraji Sunat |
- |
|
||
|
JUMLAH |
40 |
|
||
Sumber
: Data Desa, dan Desa Siaga serta bidan Desa
Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada tahun 2014 adalah
sebanyak = 32 jiwa, yang terdiri atas
bayi lahir hidup sebanyak = 32 jiwa, bayi lahir mati sebanyak = - jiwa. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini.
Tabel
: 7
Jumlah
Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi
Di
Desa Keboncau Tahun 2018 - 2020 (Jiwa)
|
No |
Uraian |
2018 |
2019 |
2020 |
Rata-rata |
|
1 |
Bayi Lahir Hidup |
24 |
36 |
12 |
|
|
2 |
Jumlah Kematian Bayi |
- |
- |
- |
|
|
JUMLAH |
24 |
36 |
12 |
|
|
Sumber : Data Desa dan Desa Siaga dan Bidan desa
2.1.3.4.
Pendidikan
Pendidikan
adalah sebuah investasi (modal) dasar pembangunan dimasa yang akan datang.
Partisipasi masyarakat dalam pendidikan cukup tinggi, terbukti anak-anak usia
sekolah hampir seluruhnya mengikuti jenjang pendidikan yang telah tersedia.
Data
jumlah murid dan Guru/Ustad sebagaimana tersebut pada tabel dibawah ini.
Tabel : 9
Jumlah Siswa danGuru
|
No |
Uraian |
PAUD/BKB Kemas |
TK |
SD |
MI |
SMP/ MTs |
SMA/ MA |
SMK |
|
1 |
Murid |
47 |
61 |
324 |
89 |
- |
- |
64 |
|
2 |
Guru |
12 |
4 |
23 |
3 |
- |
- |
13 |
Sarana dan Prasarana pendidikan yang ada masih perlu
peningkatan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas guna tercapainya mutu
pendidikan anak didik yang lebih baik lagi.
Data
Sarana dan Prasarana Pendidikan baik Negeri maupun swasta, dan formal maupun
non formal, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel : 10
Data Sarana dan Prasarana Pendidikan
|
No |
Nama
Sekolah
|
Lokasi (RT/RW) |
Jumlah |
Status (Neg/Swt) |
|
1 |
TK/PAUD/RA |
02,06 |
3 |
Swt |
|
2 |
SD |
02,06 |
3 |
Neg |
|
3 |
MI |
- |
- |
- |
|
4 |
SMP |
- |
- |
- |
|
5 |
MTs |
- |
- |
- |
|
6 |
SMA |
- |
- |
- |
|
7 |
MA |
- |
- |
- |
|
8 |
SMK |
01 |
1 |
Swt |
|
9 |
PKBM |
- |
- |
- |
masyarakat
meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan
politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin
berkembangnya dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai
permasalahan sosial.
Keadaan
ini bisa dilihat pada data tabel tentang penyandang masalah sosial (PMKS) dibawah
ini.
Tabel : 11
Data Kondisi
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
|
No |
Masalah
Kesejahteraan Sosial |
Jumlah |
Ket. |
|
1 |
Anak
Terlantar |
- |
|
|
2 |
Anak
Nakal |
- |
|
|
3 |
Anak
Jalanan |
- |
|
|
4 |
Lansia
Terlantar |
- |
|
|
5 |
Pengemis |
- |
|
|
6 |
Gelandangan |
- |
|
|
7 |
Pekerja
Sek Komersial |
- |
|
|
8 |
Eks
Narapidana |
7 |
|
|
9 |
Penyandang
cacat |
64 |
|
|
10 |
Keluarga
Miskin Sosial |
645 |
|
|
11 |
Keluarga
Barmasalah Sosial Psiklg |
3 |
|
|
12 |
Keluarga
Rumahnya Tidak Layak Huni |
154 |
|
|
13 |
Korban
NAPZA |
- |
|
|
14 |
Wanita
Rawan Sosial Ekonomi |
32 |
|
|
15 |
Pemulung |
- |
|
|
16 |
Janda
PKRI |
5 |
|
|
17 |
Lainya |
54 |
|
2.1.3.5. Kesejahteraan Sosial
Tantangan
yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses
globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang
berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan
meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial. Keadaan
ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel 11 penyandang masalah
kesejahteraan social (PMKS) di bawah ini.
Tabel : 11
Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan
Sosial (PMKS)
Di Desa Keboncau Tahun 2020
|
No |
Masalah Kesejahteraan Sosial |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Anak terlantar |
- |
|
|
2 |
Anak Nakal |
- |
|
|
3 |
Anak Balita terlantar |
- |
|
|
4 |
Anak jalanan |
- |
|
|
5 |
Lansia Terlantar |
- |
|
|
6 |
Pengemis |
- |
|
|
7 |
Gelandangan |
- |
|
|
8 |
Korban NAPZA |
- |
|
|
9 |
Pekerja Sek Komersial |
- |
|
|
10 |
Eks Narapidana |
7 |
|
|
11 |
Penyandang
Cacat |
64 |
|
|
12 |
Penyandang
Cacat Eks Penyakit Kronis |
2 |
|
|
13 |
Keluarga
Miskin Sosial |
645 |
|
|
14 |
Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis |
- |
|
|
15 |
Keluarga Rumahnya Tidak layak Huni |
154 |
|
|
16 |
Wanita Rawan Sosial Ekonomi |
32 |
|
|
17 |
Pemulung |
- |
|
|
18 |
Janda PKRI |
5 |
|
|
19 |
Korban Bencana Alam |
- |
|
|
20 |
Masyarakat yang tinggal di daerah bencana |
- |
|
|
21 |
Komunitas adat terpencil |
- |
|
Sumber : Data Desa kbc
2.1.3.6.
Ketenaga Kerjaan
Berkaitan
dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Keboncau sampai
akhir tahun 2015, masih menunjukkan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain
masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang
cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis
ekonomi dan kenaikan harga BBM. Banyaknya pencari kerja di Desa Keboncau adalah
sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja
(PHK). Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan
sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan
seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja
yang tidak terproyeksikan sebelumnya.
Jumlah
angkatan kerja pada tahun 2020 sebanyak = 428
orang. Jumlah pencari kerja berjumlah = 136 yang dapat tersalurkan dan ditempatkan di
perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak = 97 orang,
sedangkan sisanya sebesar = 168 orang belum mendapatkan perkerjaan.
Untuk
tahun 2020 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 213 Orang, sedangkan
perempuan sebanyak 84 orang,
Dari
segi pendidikan, lulusan SLTP menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase
pencari kerja yang belum berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja,
yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 42 %.
Dalam hal penyerapan tenaga kerja,
jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami
penurunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel 12 di bawah ini.
Tabel
: 12
Jumlah
Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan Lowongan Kerja
Di
Desa Keboncau Tahun 2020
|
No |
Yang Terdaftar |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Pencari Kerja |
428 |
|
|
2 |
Yang Ditempatkan |
97 |
|
|
3 |
Lowongan Kerja |
- |
|
|
4 |
Sisa Pencari Kerja |
168 |
|
Sumber : Data Desa
Dari
tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2020 pencari kerja mengalami
kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat
ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja, sehingga jumlah pencari
kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi
kuantitasnya lebih sedikit daripada pencari kerja.
Faktor
lain yang menjadi penyebab utamanya adalah kompetensi yang dimiliki, dikaitkan
dengan skill yang dibutuhkan oleh lapangan kerja.
2.1.3.7.
Pemuda dan Olah Raga
Dalam
hal kepemudaan, pada tahun 2020 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi
Karang Taruna, baik level desa maunun level RW, sedangkan jumlah anggota karang
taruna aktif untuk level desa berjumlah + 30 orang, serta hampir seluruh
usia karang taruna terlibat aktif di kepengurusan Tingkat RW, baik pengurus
aktif, maupun anggota biasa.
Sedangkan
organisasi keolahragaan yang ada di desa Keboncau cukup variatif, namun semua
organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran
kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat
dalam tabel 13 di bawah ini.
Tabel
: 13
Data
Klub / Perkumpulan Olahraga
Di
Desa Keboncau Tahun 2020
|
No |
Klub Olahraga Yang Terdaftar |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Klub Sepakbola |
6 |
|
|
2 |
Klub Bola Voli |
6 |
|
|
3 |
Klub Bulu Tangkis |
1 |
|
|
4 |
Klub Tenis Meja |
6 |
|
|
5 |
Klub Senam Sehat |
1 |
|
|
6 |
Klub Jantung Sehat |
- |
|
|
7 |
Klub Pencaksilat |
- |
|
|
8 |
Klub Futsal |
- |
|
|
JUMLAH |
20 |
|
|
Sumber : Data Desa
Dari
klub olahraga diatas, sedikitnya telah menambah minat Masyarakat / Pemuda untuk
meningkatkan Berolahraga, walaupun Club-Club tersebut di atas tidak ada yang
lebih mahir, apalagi sampai termasuk Club-Club Kecamatan ataupun Kabupaten,
hanya para Pemuda dalam berolahraga / berlatih tidak merasa berputus asa terus
berjuang, dan mencari bibit-bibit, agar Club-club tersebut di tahun yang akan
dating ada yang digunakan oleh club Tingkat Kecamatan sampai ke Tingkat
Propinsi.
2.1.3.8.
Kebudayaan
Kebudayaan
yang ada di desa Keboncau merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi
pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur
merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh
mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam. Salah satu aspek yang ditangani dan
terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok
kesenian.
Pemerintah
terus membina kelompok dan organisasi kesenia yang ada, walaupun dengan
keterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di
desa Keboncau terus berusaha menjaga, merawat, serta memeliharanya agar budaya
dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.
Beberapa
kelompok kesenian yang ada di Desa Keboncau yang masih eksis dan terawat
walaupun kondisinya sangat memprihatinkan diataranya dapat dilihat pada tabel 14 dibawah ini.
Tabel
: 14
Data
Kelompok Budaya dan Kesenian
Di
Desa Keboncau Tahun 2020
|
No |
Jenis Kelompok Kesenian yang ada |
Jumlah Group |
Status |
|
1 |
Wayang Golek |
1 |
aktip |
|
2 |
Wayang Kulit |
1 |
Pasip |
|
3 |
Organ Tunggal |
1 |
Aktif |
|
4 |
Jaipongan |
1 |
Aktip |
|
5 |
Reog |
- |
- |
|
6 |
Pencaksilat |
2 |
Pasip |
|
7 |
Upacara Adat |
1 |
Pasip |
|
8 |
Qasidah |
4 |
aktif |
|
9 |
Obrog |
6 |
Aktif |
|
JUMLAH |
11 |
|
|
Sumber : Data Desa
Keterangan :
- Aktif = Masih sering melakukan latihan
rutin
- Pasif = Melakukan Latihan, kalau mau ada
pentas saja
Di bidang pariwisata, Desa Keboncau belum ada lokasi yang
setrategis untuk wilayah Pariwisata yang menyenangkan dan untuk di aktipk
2.1.3.9. Tempat Peribadatan
Tabel
: 15
Tabel
Tempat Peribadatan
Di
Desa Keboncau Tahun 2020
|
No |
Jenis |
Jumlah |
Ket. |
|
1 |
Masjid |
5 |
|
|
2 |
Mushola |
7 |
|
|
3 |
Langgar |
- |
|
|
4 |
Madrasah |
- |
|
Sumber : Data Desa
2.1.4.4.
Prasarana dan Sarana Ekonomi
Prasaran dan
sarana ekonomi menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Selain
bergerak di bidang pertanian masyarakat desa Keboncau banyak juga yang bergerak
dibidang usaha, seperti industri rumah tangga, perdagangan, pertukangan dan
jasa lainya.
Lembaga Perekonomian yang tumbuh dan berkembang selain
Bank Pemerintah dan swasta juga , KUD dan Koperasi-koperasi Simpan Pinjam.
Data Prasarana dan Sarana Ekonomi sebagimana tersebut
dalam tabel dibawah ini
Tabel : 19
Data Prasarana dan Sarana Ekonomi
Tahun
2020
|
No |
Jenis
Usaha |
Jumlah |
Ket. |
|
|
1 |
Industri
/Perusahaan |
heller |
1 |
|
|
bengkel |
7 |
|
||
|
2 |
Perdagangan |
1. Toko |
32 |
|
|
2. Warung |
49 |
|
||
|
1.
Lainya |
16 |
|
||
|
3 |
Bank |
- |
- |
|
|
- |
- |
|
||
|
4 |
Koperasi |
1. KUD |
1 |
|
|
- |
- |
|
||
2.1.4.5.
Transportasi dan Perhubungan
Prasarana
jalan di Desa Keboncau terdiri dari jalan Negara, jalan provinsi dan jalan
kabupaten. Kondisi jalan pada umumnya cukup memadai baik dari sisi kuantitas
maupun kualitas fisik, kecuali
jalan-jalan desa masih perlu peningkatan.
Data
keadaan prasarana jalan/perhubngan pada saat ini dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.
Tabel : 20
Keadaan Prasana Jalan/Perhubungan
Tahun 2020
|
No |
Jenis
Jalan |
Panjang (Km) |
Keadaan Baik/Rusak |
Ket. |
|
1 |
Jalan
Negara |
- |
- |
|
|
2 |
Jalan
Provinsi |
3,5 |
Baik |
|
|
3 |
Jalan
Kabupaten |
2 |
Rusak |
|
|
4 |
Jalan Desa |
3 |
Rusak |
|
|
5 |
Jalan
Setapak |
6 |
Rusak |
|
|
6 |
Gang |
3 |
Rusak |
|
2.1.4.6.
Telekomunikasi dan Informasi
Penggunaan
jaringan komunikasi di Desa Keboncau khususnya sambungan telepon telah ada, menyebar
diseluruh wilayah desa Keboncau. Jumlah sambungan yang ada (konsumen) yang
menggunakan jasa telepon mencapai
12 Rumah.
Selanjutnya
jaringan Telephon seluler (HP) telah marak digunakan sebagian besar penduduk
telah banyak menggunakan jaringan telephone seluler (HP) kalau diprosentasekan
mencapai 73 % penduduk dewasa menggunakan jasa telephon seluler amat membantu
mobilisasi komunikasi dan distribusi barang, sehingga berbagai transaksi bisnis
maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau.
2.1.4.7.
Pengairan dan Keirigasian
Penanganan
keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para petani
sawah dan kolam air tawar, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di
desa Keboncau pada tahun 2020 ini kondisinya
sangat memprihatinkan, mengingat kondisi irigasi sebagian besar telah rusak
berat sejak tahun 2013 dibangun hingga sekarang hanya para petani memberbaiki
dengan swadaya seadanya.hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa
maksimal, sedangkan pada musim kemarau
tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di desa Keboncau
sebagai akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi) saluran air.
Hal
lain diperparah oleh menurunnya produksi air dari hutan sebagai akibat terjadinya
adanya Penebangan Liar, ditunjang oleh kurangnya pengawasan dari pihak terkait.
Dari
kondisi diatas, pemerintah desa Keboncau dan Kecamatan merasa perlu melakukan
terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, dan hal ini merupakan
program unggulan yang menjadi prioritas program pembangunan desa pada periode
kepeminpinan sekarang ini.
Namun
upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah
daerah maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan
irigasi ini, padahal hampir 80 % masayarakat Desa Keboncau memerlukan air untuk
mengairi sawah agar menjadi lebih produktif dan berkualitas.
2.1.4.8.
Drainase
Sistem
drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 (dua) macam
sistem, yaitu sistem drainase melalui sungai, solokan, atau saluran sekunder
atau disebut drainase makro, dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya
digunakan di Desa Keboncau, serta sistem yang melalui saluran-saluran
lingkungan atau disebut drainase mikro.
Drainase
(Penembokan Saluran air Bah) sebagian besar dialirkan ke Galian.
Pada musim hujan
badan Jalan Propinsi. Jalan Kabupaten dan Jalan Desa mengalami kerusakan
dikarenakan Drainase jalan-jalan tersebut mendangkal dan nyaris hilang,
sehingga mayoritas jalan tersebut menjadi aliran air bah tersebut.
2.1.4.9. Air Bersih
Air
bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya seperti minum, memasak, mencuci, dan sebagainya. Untuk memenuhi
kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk desa keboncau sebagian besar
menggunakan Jasa PAM.
Untuk lebih
jelasnya lagi lihat table 18
Tabel
: 18
Jenis
Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masayarakat
Di
Desa Keboncaur Tahun 2020
|
No |
Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan Masyarakat |
Jumlah Rumah Tangga Pengguna |
Persentase (%) |
|
1 |
PAM |
734 |
76 |
|
2 |
Sumur Pompa |
2 |
7 |
|
3 |
Artesis |
- |
- |
|
4 |
Sumur Gali |
7 |
8 |
|
5 |
Fasilitas Air Bersama |
- |
- |
|
6 |
Pipanisasi |
- |
- |
Sumber : Data Desa
2.1.4.10.
Air Limbah
Jenis limbah yang terdapat di Desa Kboncau
dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik.
Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan rumah tangga dari kegiatan
mandi, cuci, dan kakus. Sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang
dihasilkan oleh kegiatan non rumah
tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industry rumah
tanngga dan sebagainya.
Sistem pembuangan limbah domestik di desa
Keboncau selain menggunakan jamban keluarga berupa septictank/cubluk, juga
memanfaatkan Saluran Air, dan kolam, dan pembuangan langsung ke saluran
drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tahun 2015 ini, sudah
sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septictank.
2.1.4.11. Energi
Pada
umumnya masyarakat desa Keboncau sudah hampir 90% tersambung jaringan listrik.
Mengingat jaringat listrik sudah sampai ke setiap RW di Desa Keboncau, hanya
masih ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena satu kendala
yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik kepada tetangga
terdekatnya. Jumlah rumah tangga yang memasang sambungan listrik di Desa
Keboncau pada tahun 2015 sebanyak 1.135 Rumah tangga.
2.1.4.12.
Musim
Di
desa Keboncau ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
2.1.4.13. Pola Penggunaan Lahan Pertanian
1.
Lahan Sawah dimusim penghujan ditanami padi dan musim Kemarau
kadang ditanami palawija, atau bahkan masih ada petani yang tidak mau
memanpaatkan sawahnya disebabkan dengan paktor Air.
2.
Lahan
Pekarangan ditanami macam-macam tanaman kecil, pohon Buah-buahan, Sayuran dan
Kayu bahan Bangunan.
2.2.
KONDISI PEMERINTAHAN DESA
2.2.1. Pembagian Wilayah Desa
Desa Keboncau terbagi dalam 2 Dusun, 6 RW dan 25 RT, masing-masing sebagai berikut :
·
Dusun 1 terdiri dari 13 RT / 3 RW
·
Dusun 2 terdiri dari 12 RT / 3 RW