Gambaran Umum
GAMBARAN UMUM KAMPUNG KB “PULAU SABARU”
DESA SABARU
KECAMATAN LIUKANGTANGAYA
A. Batas dan Luas Wilayah
Sabaru adalah nama sebuah desa berbentuk kepulauan di Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Desa ini terdiri atas 2 pulau, yakni Sabaru (pusat pemerintahan) dan Jailamu.
Desa Sabaru secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Pulau yang secara administratif masuk dalam desa ini adalah Pulau Sabaru, yang secara geografis terletak di antara gugusan Kepulauan Sabalana di perairan Selat Makassa, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Desa Sabaru adalah sebagai berikut:
- Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan (Sapuka): –
- Jarak dari pusat pemerintahan kabupaten (Pangkajene): 202 mil (325 km)
- Jarak dari pusat pemerintahan provinsi (Makassar): –
Desa Sabaru memiliki 2 (dua) wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V (lima) berupa dusun sebagai berikut:
- Dusun I (pusat pemerintahan)
- Dusun II
B. Demografi dan Keluarga Berencana
Desa Sabaru memiliki jumlah penduduk sebanyak 830 jiwa pada tahun 2007 dengan rincian sebagai berikut:
- Dusun I = 457 jiwa
- Dusun II = 373 jiwa
Selanjutnya dalam bidang Keluarga Berencana dapat kami sampaikan bahwa jumlah peserta KB Aktif di Pulau Sabutung sampai dengan Desember 2021 tercatat sebanyak 160 ( 60,37 % ) dari total PUS sebanyak 265, dengan kualitas penggunaan kontrasepsi masih didominasi oleh penggunaan kontrasepsi suntik, penggunaan kontrasepsi jangka panjang hanya 3,1% dari total peserta KB aktif 160.
C. Potensi dan Sumber Daya
Dalam rangka pelaksaan kegiatan program pembangunan di wilayah kampung KB khususnya, maka terkait dengan potensi atau sumber daya baik yang menyangkut sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat berpengaruh terhadap kelancaran program pembangunan. Adapun potensi serta faktor-faktor yang kami maksud disini adalah :
a. Faktor Pendukung
Untuk mendukung lancarnya pelaksanaan kegiatan program KKBPK dan pembangunan lainnya di Kampung KB sangat ditentukan oleh adanya factor pendukung ini, adapun fakctor yang kami maksud adalah faktor-faktor yang terkait dengan keadaan serta potensi wilayah, sumber daya alam, ataupun manusia, sarana dan prasarana baik yang menyangkut phisik maupun non phisik yang dapat kami rincikan sebagai berikut :
1. Adanya PPKBD dan SUB PPKBD
2. Adanya data Penduduk dan Keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya
3. Adanya PLKB/PKB
4. Adanya Bidan Desa
5. Adanya poktan (BKB, BKR, BKL,UPPKS)
6. Adanya PIK- Remaja
7. Dukungan Toga dan Toma
8. Adanya Fasilitas Jalan
9. Dukungan ADD
10. Adanya Sekolah (SMA (terbuka), SMP (terbuka) SD dan TK/PAUD)
11. Adanya Posyandu
12. Kader, dll
b. Faktor Penghambat
1. Kondisi jalan desa yang kurang memadai
2. Tingkat pendidikan Masyarakat yang masih rendah
3. Operasional Kader masih rendah
4. Keterlibatan para stake holder dalam kegiatan di kampung KB masih rendah
5. Tingkat Pendidikan Kader yang masih rendah
6. Keterlibatan para tokoh dalam setiap kegiatan poktan masih kurang
7. Jumlah penduduk tinggi dengan kualitas rendah
8. Income perkapita masyarakat masih rendah
9. Kondisi lingkungan yang belum tertata dengan baik
10. Adanya retribusi umtuk setiap pelayanan kontrasepsi (suntik)
11. dll
c. Peluang
1. Undang-undang No 52 Tentang Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
2. Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita) terutama Nawacita ke-3 yaitu membangun masyarakat dari wilayah pinggiran
3. SK Tentang POKTAN dan Kader IMP
4. Sikap dan sifat gotong royong yang masih tertanam kuat
d. Tantangan
1. Pemahaman para tokoh yang ada tentang KKBPK masih rendah sehingga seringkali menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan program
2. Pro kontra tentang MKJP terutama IUD dan Kontap yang masih ada dikalangan para tokoh agama
3. Ego sektoral dari beberapa dinas yang masih tnggi
4. Masih ada sebahagian masyarakat yang beranggapan bahwa Kampung KB dianggap milik BKKBN saja sehingga agak sulit untuk diajak dalam setiap kegiatan berpartisipasi
5. dll
D. Visi dan Misi
a. Visi
Adapun visi dari kampung KB “Pulau Sabaru” adalah Terwujudnya Keluarga yang Mandiri dan berpendidikan yang layak menuju kehidupan yang lebih baik dengan SDM yang memadai.
Adapun makna yang terkandung dalam Visi ini adalah
1. Keluarga , dalam arti unit terkecil dalam masyarakat
2. Mandiri, dalam arti bahwa mampu berdiri sendiri dengan menggali potensi sumber alam yang ada di desa
b. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka dirumuskan suatu misi Sbb :
1. Membentuk kepengurusan Kampung KB yang dikukuhkan dengan keputusan
2. Menyiapkan sasaran pembinaan yang terdiri dari :
Para keluarga yang mempunyai anak Balita, Remaja, dan Lansia serta PIK Remaja dan Kelompok Kegiatan lainnya
3. Menyiapkan Metode dan Materi Pembinaan serta Penyuluhan kepada sasaran
4. Melaksanakan pembinaan sesuai dengan metode dan materi yang sudah dipersiapkan, antara lain :
· Melaksanakan penyuluhan, penerangan dan motivasi
· Melaksanakan Pertemuan- Pertemuan
· Melaksanakan Pelatihan-Pelatihan (life skill)
· Melaksanakan Pendidikan, kursus kepada keluarga sasaran dll
5. Menyelenggarakan kegiatan administrantif dan dokumentasi
6. Melaksanakan kegiatan fasilitas terbhadap program kegiatan di Kampung KB
7. Melakukan monotoring dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan di Kampung KB