Gambaran Umum
PROFIL KAMPUNG KB “SAPUKA MANDIRI”
KELURAHAN SAPUKA KECAMATAN LIUKANG TANGAYA KABUPATEN PANGKEP
GAMBARAN UMUM KAMPUNG KB “ SAPUKA MANDIRI "
KELURAHAN SAPUKA
KECAMATAN LIUKANG TANGAYA
A. Batas dan Luas Wilayah
Batas wilayah Kelurahan Sapuka berada di dalam Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Secara spesifik, Pulau Sapuka Besar, pusat Kelurahan Sapuka, berbatasan di sebelah Utara dengan Perairan Selat Makassar, Selatan dengan Pulau Sapuka Caddi, Barat dengan Pulau Kembang Lemari, dan Timur dengan Pulau Sambar Jaga.
Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Kelurahan Sapuka adalah sebagai berikut:
- Jarak dari Lingkungan Kembang Lemari: 4,5 mil (7,24 km)
- Jarak dari Lingkungan Tinggalungang: 4,5 mil (7,24 km)
- Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan (Sapuka): 0 km
- Jarak dari pusat pemerintahan kabupaten (Pangkajene): 234 mil (377 km)
- Jarak dari pusat pemerintahan provinsi (Makassar):
- Kelurahan Sapuka memiliki 3 (tiga) wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V (lima) berupa lingkungan sebagai berikut:
- Lingkungan Kembang Lemari (Pulau Kembang Lemari)
- Lingkungan Sapuka Besar (pusat pemerintahan, Pulau Sapuka Lompo)
- Lingkungan Tinggalungang (Pulau Tinggalungang)
B. Demografi dan Keluarga Berencana
Kelurahan Sapuka memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.167 jiwa pada tahun 2007 dengan rincian sebagai berikut:
- Lingkungan Kembang Lemari = 2.032 jiwa
- Lingkungan Sapuka Besar = 627 jiwa
- Lingkungan Tinggalungang = 508 jiwa
Selanjutnya dalam bidang Keluarga Berencana dapat kami sampaikan bahwa jumlah peserta KB Aktif diPulau Sapuka sampai dengan Desember 2024 tercatat sebanyak 241 ( 64,88 % ) dari total PUS sebanyak 168, dengan kualitas penggunaan kontrasepsi masih didominasi oleh penggunaan kontrasepsi suntik, penggunaan kontrasepsi jangka panjang hanya 19% dari total peserta KB aktif 109.
C. Potensi dan Sumber Daya
Dalam rangka pelaksaan kegiatan program pembangunan di wilayah kampung KB khususnya, maka terkait dengan potensi atau sumber daya baik yang menyangkut sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat berpengaruh terhadap
kelancaran program pembangunan. Adapun potensi serta faktor-faktor yang kami maksud disini adalah :
a. Faktor Pendukung
Untuk mendukung lancarnya pelaksanaan kegiatan program KKBPK dan pembangunan lainnya di Kampung KB sangat ditentukan oleh adanya factor pendukung ini, adapun fakctor yang kami maksud adalah faktor-faktor yang terkait dengan keadaan serta potensi wilayah, sumber daya alam, ataupun manusia, sarana dan prasarana baik yang menyangkut phisik maupun non phisik yang dapat kami rincikan sebagai berikut :
1. Adanya PPKBD dan SUB PPKBD
2. Adanya data Penduduk dan Keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya
3. Adanya PLKB/PKB
4. Adanya Bidan Desa
5. Adanya poktan (BKB, BKR, BKL,UPPKS)
6. Adanya PIK- Remaja
7. Dukungan Toga dan Toma
8. Adanya Fasilitas Jalan
9. Dukungan ADD
10. Adanya Sekolah (SMA (terbuka), SMP (terbuka) SD dan TK/PAUD)
11. Adanya Posyandu
12. Kader, dll
b. Faktor Penghambat
1. Kondisi jalan desa yang kurang memadai
2. Tingkat pendidikan Masyarakat yang masih rendah
3. Operasional Kader masih rendah
4. Keterlibatan para stake holder dalam kegiatan di kampung KB masih rendah
5. Tingkat Pendidikan Kader yang masih rendah
6. Keterlibatan para tokoh dalam setiap kegiatan poktan masih kurang
7. Jumlah penduduk tinggi dengan kualitas rendah
8. Income perkapita masyarakat masih rendah
11. Kondisi lingkungan yang belum tertata dengan baik
12. Adanya retribusi umtuk setiap pelayanan kontrasepsi (suntik)
13. dll c. Peluang
1. Undang-undang No 52 Tentang Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
2. Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita) terutama Nawacita ke-3 yaitu membangun masyarakat dari wilayah pinggiran
3. SK Tentang POKTAN dan Kader IMP
4. Sikap dan sifat gotong royong yang masih tertanam kuat
d. Tantangan
1. Pemahaman para tokoh yang ada tentang KKBPK masih rendah sehingga seringkali menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan program
2. Pro kontra tentang MKJP terutama IUD dan Kontap yang masih ada dikalangan para tokoh agama
3. Ego sektoral dari beberapa dinas yang masih tnggi
4. Masih ada sebahagian masyarakat yang beranggapan bahwa Kampung KB dianggap milik BKKBN saja sehingga agak sulit untuk diajak dalam setiap kegiatan berpartisipasi
5. dll
D. Visi dan Misi
a. Visi
Adapun visi dari kampung KB “Sapuka” adalah Terwujudnya Keluarga yang Mandiri dan berpendidikan yang layak menuju kehidupan yang lebih baik dengan SDM yang memadai.
Adapun makna yang terkandung dalam Visi ini adalah
1. Keluarga , dalam arti unit terkecil dalam masyarakat
2. Mandiri, dalam arti bahwa mampu berdiri sendiri dengan menggali potensi sumber alam yang ada di desa
b. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka dirumuskan suatu misi Sbb :
1. Membentuk kepengurusan Kampung KB yang dikukuhkan dengan keputusan
2. Menyiapkan sasaran pembinaan yang terdiri dari :
Para keluarga yang mempunyai anak Balita, Remaja, dan Lansia serta PIK Remaja dan Kelompok Kegiatan lainnya
3. Menyiapkan Metode dan Materi Pembinaan serta Penyuluhan kepada sasaran
4. Melaksanakan pembinaan sesuai dengan metode dan materi yang sudah dipersiapkan, antara lain :
• Melaksanakan penyuluhan, penerangan dan motivasi
• Melaksanakan Pertemuan- Pertemuan
• Melaksanakan Pelatihan-Pelatihan (life skill)
• Melaksanakan Pendidikan, kursus kepada keluarga sasaran dll
5. Menyelenggarakan kegiatan administrantif dan dokumentasi
6. Melaksanakan kegiatan fasilitas terbhadap program kegiatan di Kampung KB
7. Melakukan monotoring dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan di Kampung KB
BAB III
KEBIJAKSANAAN DAN RENCANA KEGIATAN
PROGRAM KAMPUNG KB “SAPUKA”
KELURAHAN SAPUKA KECAMATAN LIUKANG TANGAYA
Dalam rangka pemberdayaan dan pembangunan masyarakat khususnya diwilayah Kampung KB “Sapuka” ada beberapa program kegiatan yang akan kani lakukan yaitu :
1. Memberdayakan para keluarga dalam hal kehidupan berkeluarga yang bertujuan untuk meningkatan ketahanan keluarga melalui bina keluarga Balita (BKB), bina Keluarga Remaja (BKR ), Bina Keluarga Lansia (BKL) , UPPKS dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas, melalui program :
a. Pembinaan terhadap para keluarga yang mempunyai Balita
b. Pembinaan terhadap para keluarga yang mempunyai Remaja
c. Pembinaan terhadap para keluarga yang mempunyai Lansia
d. Pembinaan Keluarga PUS
e. PIK Remaja
f. Dan Kelompok Kegiatan lainnya
2 . Program dan Kegiatan
Program penyiapan kehidupan berkeluarga dengan kegiatan sebagai berikut :
a. Menyiapkan methode dan materi serta melaksanakan penyuluhan yang terkait dengan aspek pendidikan dalam keluarga
b. Menyiapkan methode dan materi serta melaksanakan penyuluhan yang terkait dengan aspek kesehatan reproduksi
c. Menyiapkan methode dan materi serta melaksanakan kegiatan penyuluhan pendewasaan Usia Perkawinan (PUP ) dan penyiapan berkeluarga dikalangan Remaja dan orangtua atau keluarga remaja
d. Menyiapkan methode dan materi serta melaksanakan penyuluhan yang terkait dengan aspek pendidikan
e. Menyiapkan methode dan materi serta melaksanakan penyuluhan yang terkait dengan aspek ekonomi
f. Menyiapkan methode dan materi serta melaksanakan penyuluhan aspek agama dalam keluarga melalu majlis taklim, Pengajian Rutin Bulanan dan pemberantasan buta Baca Al-Qur’an
Demikian sekilas tentang gambaran umum Desa Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tupabbiring yang kami jadikan latar belakang dari terbentuknya Kampung KB “SAPUKA MANDIRI”