Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri

KAMPUNG KB SAHAJA BULUSARI
Dipublikasi pada 26 August 2024

Deskripsi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas cakupan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri (rematri) di seluruh Indonesia. Kali ini, program tidak hanya menyasar rematri di sekolah, tetapi juga menjangkau mereka yang tidak mengenyam pendidikan formal, yaitu remaja putri usia 12-18 tahun yang tidak bersekolah.

Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi masalah anemia yang masih tinggi di kalangan remaja. Anemia dapat berdampak buruk pada kesehatan, termasuk menghambat pertumbuhan, menurunkan konsentrasi belajar, dan meningkatkan risiko komplikasi saat hamil kelak.

Remaja putri yang tidak sekolah juga memiliki risiko tinggi mengalami anemia, oleh karena itu, dilakukan pendekatan khusus untuk memastikan mereka juga mendapatkan akses terhadap TTD dan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang.

Pemberian TTD kepada rematri yang tidak sekolah akan dilakukan melalui berbagai mekanisme, termasuk:

  • Pemberian langsung dari kader kesehatan atau posyandu: Petugas kesehatan akan mendatangi rumah-rumah rematri yang tidak sekolah untuk memberikan TTD dan memberikan edukasi.

  • Melalui program pemberdayaan masyarakat: Bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal, Kemenkes akan mengintegrasikan program TTD ke dalam kegiatan yang sudah ada, seperti pengajian, arisan, atau perkumpulan remaja.

  • Pemanfaatan data kependudukan: Kemenkes akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendapatkan data remaja putri yang tidak bersekolah, sehingga program dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.

Setiap rematri akan diberikan TTD secara gratis dan dianjurkan untuk mengonsumsinya satu tablet setiap minggu. Selain itu, mereka juga akan diberikan informasi mengenai cara pencegahan anemia, seperti mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati ayam, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Program ini diharapkan dapat menekan angka prevalensi anemia di kalangan remaja putri, mempersiapkan mereka memasuki masa dewasa dengan sehat, dan pada akhirnya dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas.

Anemia pada remaja putri disebabkan oleh kekurangan zat besi, yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah. Kondisi ini dapat diperparah oleh kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti kurang mengonsumsi makanan sumber zat besi, serta menstruasi yang menyebabkan kehilangan darah. Gejala anemia meliputi mudah lelah, lesu, pusing, dan sulit konsentrasi.

Sesi Kegiatan Reproduksi

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0