Gambaran Umum
- 1. BATAS DAN LUAS WILAYAH.
Kampung KB deli Sejahtera Kelurahan Betara Kiri Kecamatan Kuala Betara merupakan salah satu dar 10 Desa /Kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Kuala Betara yang secara tipologi wilayahnya terbentang dan memanjang dari Timut ke Barat dengan luas wilayah lebih kurang 21,12 Km, dengan batas Kelurahan Betara Kiri:
- Utara: Laut/Selat Berhala
- Selatan: Desa Betara Kanan
- Barat: Desa Sungai Gebar / Desa Sungai Dualap
- Timur: Selat Berhala / Wilayah pesisir
a. Jarak dari Kelurahan ke Kecamatan : 0,4 Km
b. Jarak dari Kelurahan ke Kabupaten : 9,0 Km
c. Jarak dari Kelurahan ke Provinsi : 136 KM
d. Ketinggian dari Permukaan Laut : 3 Meter
Secara administratif Kelurahan Betara Kiri terbagi menjadi 12 RT yang masing-masing RT dikepalai atau dipimpin oleh Ketua RT.
2. DEMOGRAFI DAN KELUARGA BERENCANA
Berdasarkan data rekapitulasi keluarga tahun 2026 bahwa jumlah penduduk Kelurahan Betara Kiri tercatat sebanyak 1.867 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 587 KK.
Selanjutnya dalam bidang Keluarga Berencana dapat kami sampaikan bahwa jumlah peserta KB aktif di Kelurahan Betara Kiri sampai dengan Maret 2026 tercatat sebanyak 215 dari total PUS sebanyak 301 didominasi oleh pengguna kontrasepsi suntikan dan pil.
3. POTENSI DAN SUMBER DAYA
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan program pembangunan di wilayah Kampung KB khususnya, maka terkait dengan potensi atau sumber daya baik yang menyangkut sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat berpengaruh terhadap kelancaran program pembangunan. Adapun potensi serta faktor-faktor yang kami maksud disini adalah :
a. Faktor Pendukng
Untuk mendukung lancarnya pelaksanaan kegiatan program Bangga Kencana dan Pembangunan lainnya di Kampung KB sangat ditentukan oleh adanya faktor pendukung yang terkait dengan keadaan serta potensi wilayah, sumber daya alam, ataupun manusia, sarana dan prasarana baik yang menyangkut fisik maupun non fisik yang dapat dirincikan senagai berikut :
1. Adanya PPKBD dan SUB PPKBD
2. Adanya Tim Pendamping Keluarga (TPK)
3. Adanya data Penduduk dan data Keluarga
4. Adanya PKB
5. Adanya Bidan Desa
6. Adanya Poktan (BKB, BKR, BKL, PIK-R dan UPPKS)
7. Adanya Dukungan Toga dan Tomas
8. Adanya Fasilitas Jalan
9. Adanya Sekolah (TK/PAUD, SD, SMP dan SMA)
10. Adanya Posbindu
11. Adanya Posyandu Balita dan Posyandu Lansia
12. Adanya Perlindungan Anak terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)
13. Adanya Upaya Keselamatan Kerja (UKM)
14. Adanya Pendidikan Kewirausahaan
15. Adanya Usaha Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
16. Adanya Karang Taruna
17. Adanya TP-PKK dan Pokja-pokjanya yang ikut berperan aktif
18. Kader dan lain-lain.
b. Faktor Penghambat
1. Sarana Kesehatan kurang memadai.
2. Kondisi jalan yang kurang memadai
3. Tingkat Pendidikan Masyarakat yang masih rendah
4. Operasional Kader masih rendah (tidak ada anggaran)
5. Keterlibatan para stake holder dalam kegiatan di kampung KB masih rendah
6. Tingkat pendidikan Kader yang masih rendah
7. Keterlibatan para tokoh dalam setiap kegiatan poktan masih kurang
8. Masih tingginya angka Pra Sejahtera dan Sejahtera I
9. Income perkapital masyarakat masih rendah
10. Sulitnya pengurusan izin koperasi untuk nelayan dan perempuan pesisir
11. Penggunaan Kontrasepsi sederhana masih cukup tinggi
12. Kondisi lingkungan belum tertata dengan baik
13. Masih adanya anak usia pra SD belum masuk PAUD
14. Masih adanya angka perkawinan dibawah umur
15. SDM Masyarakat masih rendah
16. Masih adanya akses jalan yang belum tersentuh pembagunan
17. Masih adanya yang belum medapatkan bantuan yang tepat sasaran
18. Masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang menjaga kebersihan lingkunga.
c. Peluang
1. Undang-undang No 52 tentang perkembangan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga berencana dan pembangunan keluarga.
2. Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita) terutama Nawacitake-3 yaitu membangun masyarakat dari wilayah pinggiran.
3. Sikap dan sifat gotong royong yang masih tertanam kuat.
d. Tantangan
1. Pehaman para tokoh yang ada tentang program Bangga Kencana masih rendah sehingga seringkali menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan program.
2. Pro kontra tentang MKJP terutama IUD dan Kontap yang masih ada dikalangan tokoh agama.
3. Ego sektoral dari beberapa dinas yang masih tinggi.
4. Masih ada sebahagian masyarakat yang beranggapan bahwa Kampung KB dianggap milik BKKBN saja sehingga agak sulit untuk diajak dalam setiap kegiatan berpartisipasi.
5. Pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih kurang baik.
6. Pengetahuan tentang Pendidikan, kesehatan kepada orang tua masih rendah.
7. Masih banyaknya jumlah anak putus sekolah dan pernikahan usia dini
e. Visi dan Misi
a. Visi
Adapun visi dari kampung KB Deli Sejahtera adalah terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang sehat dalam rangka terciptanya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera serta mencptakan generasi muda yang tangguh dan berkualitas.
b. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka dirumuskan suatu misi sebagai berikut:
- Membentuk kepengurusan Kampung KB yang dikukuhkan dengan keputusan.
- Menyiapkan sasaran pembinaan yang terdiri dari :para keluarga yang mempunyai anak balita, remaja, dan lansia serta pik remaja dan kelompok kegiatan lannya.
- Menyiapkan Metode dan Materi Pembinaan serta Penyuluhan kepada sasaran.
- Melaksanakan pembinaan sesuai dengan metode dan materi yang sudah dipersiapkan
- Menyelenggaran kegiatan administrantif dan dokumentasi
- Melaksanakan kegiatan fasilitas terhadap program kegiatan di Kampung KB.
- Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan di KAmpung KB.