Gambaran Umum
A. Keadaan Geografis :
. Ketinggian tanah dari permukaan laut : 3 Meter
. Curah hujan : 60 - 80 mm/tahun
. Topografi : Dataran Rendah Orbitrasi : . Jarak dari Pusat Pemerintahan Kec. Bubutan : 1 Km
. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota Surabaya : 3 Km
. Jarak dari Pusat Pemerintahan Prop. Jatim : 1 Km
. Jarak dari Ibukota Negara Indonesia : 1000 Km
B. Letak Wilayah :
. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Gundih Kec. Bubutan
. Sebelah Utara berbatasan dengan Kec. Krembangan
. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Dupak Kec. Krembangan
. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Krembangan Selatan, Kec. Krembangan
C. Demografi :
. Luas Wilayah : 0.83 km2
. Jumlah Penduduk : 25.559 jiwa, ( laki-laki = 12.725 , perempuan = 12.834 )
. Jumlah RT : 97
. Jumlah RW : 9
. Jumlah KK : 6.725 ( Rata-rata jumlah anggota keluarga tiap KK berjumlah 4 orang ).
D. Program
- Kelurahan Jepara merupakan salah satu kelurahan dari 5 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Bubutan. Kelurahan Jepara memiliki beberapa bidang kemasyarakatan, seperti umumnya kelurahan lainnya di wilayah Kota Surabaya, yang meliputi 1 LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan ), 9 RW dan 97 RT. Adapun Rincian jumlah jiwa di masing-masing RW adalah sebagai berikut :
- RW 1 --------> L = 1.288 P = 1.321
- RW 2 --------> L = 2.750 P = 2.728
- RW 3 --------> L = 909 P = 940
- RW 4 --------> L = 920 P = 1.022
- RW 5 --------> L = 1.353 P = 1.379
- RW 6 --------> L = 1.701 P = 1.678
- RW 7 --------> L = 1.172 P = 1.189
- RW 8 --------> L = 1.600 P = 1.579
- RW 9 --------> L = 1.032 P = 998
Awal sebelum wilayah Kelurahan Jepara dijadikan Kampung KB skala 1 kelurahan, di Tahun 2017 masih mencakup 1 RW yaitu di wilayah RW 8 Kelurahan Jepara. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang memiliki aspek demografi daerah kawasan kumuh, padat penduduk, daerah pinggiran rel, pencapaian KB terutama MKJP masih rendah, Usia pernikahan pertama wanita masih cukup rendah ( dibawah 20 tahun ), Sanitasi masih jauh dari baik, masih banyak warga yang belum memiliki MCK, tempat penyimpanan air masih banyak ditemui adanya jentik-jentik, penghijauan sangat jauh dari tercukupi. Akan tetapi dengan berjalannya waktu, wilayah RW 8 bisa berkembang dengan lebih baik dan sehat, bahkan bisa meraih juara 2 dalam lomba PKK, KB Kes se Kota Surabaya. Hal ini diharapkan juga bisa membawa dampak positif bagi wilayah/RW lainnya Se Kelurahan Jepara. Dimana salah satunya wilayah Kelurahan Jepara sekarang juga sudah bebas ODF (Open Defecation Free )/ Stop Buang Air Besar Sembarangan.
Kelurahan Jepara merupakan wilayah yang menunjukkan dinamika sosial yang aktif dengan kepadatan penduduk tinggi dan partisipasi masyarakat yang cukup baik. Warga Kelurahan Jepara mayoritas bekerja di sektor informal, perdagangan, dan jasa. Selain itu, terdapat berbagai fasilitas umum seperti tempat ibadah, pusat perdagangan kecil, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan yang tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat. Masyarakat/Penduduk di wilayah Kelurahan Jepara juga terdiri dari berbagai suku yang berbeda ( Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan etnis Cina ), sehingga seringkali permasalahan yang dihadapi juga seringkali cukup kompleks karena juga ada beberapa wilayah yang rumah warganya dijadikan tempat pengepul barang bekas.
Dalam bidang pembangunan keluarga, Kelurahan Jepara juga turut mengintegrasikan program-program pemerintah seperti Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana) serta program dari sektor lainnya. Kegiatan-kegiatan ini dilakukan secara terpadu dan didukung oleh berbagai elemen masyarakat dan stakeholder, dengan tujuan yang sama yaitu menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan berkualitas bagi seluruh warga. Potensi terbanyak yang berkembang di wilayah Kelurahan Jepara adalah berupa pengembangan UMKM dan tersebarnya usaha-usaha kuliner yang bahkan sangat dikenal di Kota Surabaya. seperti Depot Ikan bakar BAMARA, tempat produksinya Dimsum Manan dan depot nasi Madura SURAMADU. Disamping itu, juga tidak kalah tumbuh cukup banyak usaha/jasa konveksi seragam sekolah/kerja.
Tingkat Pendidikan Masyarakat Kelurahan Jepara pada umumnya adalah berpendidikan formal, baik laki-laki maupun perempuan. Terbanyak di tingkat pendidikan menengah, atas hingga sarjana, merata di kelompok laki-laki maupun perempuan.
Fasilitas kesehatan yang ada adalah POSYANDU/POSGA, bidan kelurahan, bidan praktek swasta, klinik swasta maupun dokter praktek swasta yang menangani secara dini berbagai keluhan sakit yang diderita masyarakat. Disamping itu juga terdapat beberapa apotik yang ada di wilayah Kelurahan Jepara. Saat ini di wilayah Kelurahan Jepara juga sudah berdiri adanya Poskeskel, yaitu di balai RW 5, dimana Poskeskel tersebut buka setiap hari. Sehingga semakin memudahkan jangkauan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah.
Untuk kegiatan kelompok BKB, sudah terintegrasi dengan PAUD, dimana dari 9 RW yang ada, semua RW sudah memiliki PAUD yang berkegiatan di balai RW masing-masing. Dari 9 RW tersebut juga semuanya sudah pernah melaksanakan SOTH yang dimulai sejak Tahun 2024. BKB tersebut juga terintegrasi dengan POSYANDU, sehingga tumbuh kembang balita dapat lebih terpantau secara kontinyu.
Kampung KB Kelurahan Jepara juga sudah menjalankan program DASHAT dengan sasaran pemberian kepada balita Stunting, Pra Stunting, Gizi kurang dan gizi buruk, baik yang ber KTP wilayah Kelurahan Jepara maupun yang berdomisili di wilayah Kelurahan Jepara meskipun kependudukan/KTP orangtuanya adalah diluar Kelurahan Jepara ataupun di luar Kota Surabaya. DASHAT tersebut diadakan setiap hari Jum'at, dikemas menjadi Jum'at Berkah Dapur Sehat Menuju Zero Stunting, yang dilakukan secara bergilir penyedianya, dimulai dari RW 1 hingga RW 9, dan diberikan kepada seluruh Balita sasaran. Sistem pembagiannya, setiap hari Jum'at kader TPK akan datang ke balai RW penyedia, kemudian mereka membagi/mengirim ke masing-masing rumah balita sasaran di wilayahnya. Kegiatan DASHAT ini telah berjalan sejak Tahun 2022, dan merupakan hasil kerjasama yang baik antara Penyuluh KB/Perwakilan BKKBN, pihak Kelurahan, PKK Kecamatan, Para Kader Kampung KB, RW, RT dan Kader dari masing-masing RW.