Gambaran Umum
Kampung KB Kelurahan Koja adalah suatu wilayah setingkat RW yang memiliki Kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga serta sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis . Badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (BKKBN) akan menjadikan program kampung KB menjadi miniatur agenda keluarga bencana dan pembangunan keluarga. Program tersebut juga upaya melaksanakan konsep hidup sehat dan sejahtera.
Profil Kelurahan Koja :
A. Kondisi Geografi
Kelurahan Koja merupakan daerah daratan Pantai yang berada dibawah permukaan air laut, sehingga rawan banjir, baik akibat air laut pasang maupun akibat hujan serta banjir kiriman. Keadaan ini disebabkan sistem tata air diwilayah Kelurahan Koja belum tertata dengan baik serta rendahnya bangunan rumah warga dari rata-rata jalan umum. Dengan luas wilayah Kelurahan Koja adalah 327,50 hektar yang terbagi dalam 13 RW dan 144 RT , Jumlah Kepala Keluarga : 11.864 KK dan Jumlah penduduk sebanyak 35.232 Jiwa
Adapun Batas-batas Kelurahan Koja sebagai berikut :
Sebelah Utara : Pantai Laut Jawa
Sebelah Selatan : Jalan Cipeucang V , Jalan Cibanteng, Lorong 104
Sebelah Barat : Jalan Yos Sudarso , Jalan Sulawesi, Pelabuhan Peti Kemas
Sebelah Timur : Kali Sunter, Jembatan Kresek
B. Kondis Demografi
Sebagaimana umumnya kondisi wilayah DKI Jakarta, Kelurahan Koja juga dihuni oleh masyarakat dari berbagai etnis (suku bangsa) , agama, maupun budaya. Namun demikian pluralisme bukanlah merupakan hambatan dalam pembinaan wilayah, karena terdapat kesadaran yang cukup tinggi dari masyarakat dalam memahami kondisi tersebut. Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Koja bekerja sebagai Karyawan Swasta/Pemerintah, ada juga yang berprofesi sebagai pedagang.
C. Kondisi Masyarakat :
Kesadaran mengikuti Keluarga Berencana di Kelurahan Koja masih rendah , hal ini bisa terlihar dari angka persentase Un meetneed yang masih tinggi yakni sekitar 35% , oleh karena itu para Kader BKB dan Para Penyuluh KB terus berusaha untuk mengadakan pendekatan dan meningkatkan Komunikasi Informasi Edukatif (KIE) kepada Pasangan Usia Subur (PUS) agar mau mengikuti program Keluarga Berencana (Dua anak Cukup).