Pelaksanaan BKL

WARENG
Dipublikasi pada 18 February 2026

Deskripsi

Pemeriksaan kesehatan pada kelompok BKL (Bina Keluarga Lansia) biasanya dilakukan melalui integrasi dengan Posyandu Lansia. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini masalah kesehatan kronis dan memantau tingkat kemandirian lansia secara rutin.

Berikut adalah komponen utama pemeriksaan kesehatan lansia dalam kerangka BKL:


1. Pemeriksaan Fisik Rutin (Skrining)

Petugas kesehatan (perawat atau bidan desa) dibantu kader melakukan pengecekan dasar yang meliputi:

  • Tekanan Darah: Untuk mendeteksi hipertensi yang merupakan risiko utama stroke dan jantung.

  • Pengukuran Antropometri: Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan untuk memantau Indeks Massa Tubuh (IMT) guna mencegah malnutrisi atau obesitas.

  • Cek Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat: Dilakukan secara berkala (biasanya 1-3 bulan sekali) untuk mengontrol penyakit tidak menular (PTM).

  • Pemeriksaan Mata dan Telinga: Skrining sederhana untuk melihat adanya penurunan penglihatan (katarak) atau pendengaran.


2. Penilaian Tingkat Kemandirian (Instrumen ADL)

Dalam BKL, penting untuk mengetahui sejauh mana lansia bisa melakukan aktivitas harian tanpa bantuan. Ini diukur menggunakan Indeks Barthel (ADL - Activities of Daily Living), yang meliputi:

  • Kemampuan makan dan minum sendiri.

  • Kemampuan berpindah (dari tempat tidur ke kursi).

  • Kemampuan kebersihan diri (mandi, cuci muka, menyisir rambut).

  • Kemampuan mengontrol buang air besar dan kecil.

Sesi Kegiatan Reproduksi

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0