Gambaran Umum


Gambaran Umum Kondisi Nagari


 


A. Sejarah Nagari

Pada jaman dahulu Nagari ini bernama Nagari III Koto yang ditempati oleh tiga kampung yang bernama Koto yaitu Koto Baru, Koto Tinggi, Paninjauan. Pada masa waktu program Kabupaten Babaliak kanagari di tahun 2002 Nagari III Koto mekar menjadi Nagari Duo Koto yang di tempati oleh dua kampung yang mana nama kampung tersebut Koto Baru dan Koto Tinggi dengan bagi wilayah 5 Jorong yaitu Jorong Mudiak, Jorong Railia, Jorong Pasar Ahad, Jorong Tanjuang Batuang, Jorong Koto Tinggi maka disebutlah nama Nagarinya Nagari Duo Koto yang dipimpin oleh dua lembaga Adat yaitu Pamuncak Adat dan MPAN Koto Baru.

Pemekaran tersebut di atas di motori oleh Ninik Mamak Nagari guna mengingat percepatan Pembangunan di Nagari, dan berikut ini nama-nama Walinagari Duo Koto mulai dari berdirinya Nagari Duo Koto sampai Walinagari saat sekarang ini :

No.

Nama Wali Nagari

Periode Jabatan

1.

2.

3.

4.

5.

6

Darmansyah, adalah Walinagari ke I

Reflismen adalah Walinagari ke II

PJS : Rahmadsyah Putra, S.Hut

PJS : Ridwan, S.STP

Joni Safri, S.Pd

Jendrial

Tahun 2005 – 2010

Tahun 2010 – 2016

Tahun 2016

Tahun  2017

Tahun 2017–2023

Tahun 2023-2031

B. Geografis dan Topografis Nagari

Kondisi geografis Nagari Duo Koto cukup bervariasi terdiri dari dataran Rendah, daerah bergelombang sampai dengan perbukitan yang memiliki ketinggian berada pada 450-1250 M diatas permukaan laut. Nagari Duo Koto memiliki luas wilayah 7.22 Km yang terdiri dari 5 jorong yakni Mudiak, Railia, Pasar Ahad, Tanjuang Batuang, Koto Tinggi. Luas Nagari Duo Koto berdasarkan jorong disajikan dalam tabel di bawah ini :

Luas Nagari Duo Koto per Jorong

No

Nama Jorong

Luas (Ha)

1

Mudiak

150

2

Railia

166

3

Pasar Ahad

135

4

Tanjuang Batuang

129

5

Koto Tinggi

142

 

Jumlah

722

Batas wilayah Administratif Nagari Duo Koto meliputi:

  • Sebelah Utara berbatas dengan Nagari Sungai Puar dan Nagari Baringin Kec,Palembayan.
  • Sebelah selatan berbatas dengan Danau Maninjau.
  • Sebelah Timur berbatas dengan Nagari Bayur.
  • Sebelah Barat berbatas dengan Nagari Koto Kaciak dan Nagari Paninjauan.

Secara Topografi Nagari Duo Koto mempunyai  Suhu rata-rata berkisar 29 C – 30 C,  dengan Kelembaban Udara  rata-rata 88 %  dan Kecepatan Angin  antara 2 – 20 KM/Jam. Sedangkan penyinaran matahari rata-rata 58 ngan Curah Hujan cukup tinggi pertahun  mencapai 3.500 -4.000 mm/tahun. Jenis tanah di Nagari Duo Koto merupakan jenis tanah yang berbentuk batu baku yang bersifat tahan terhadap erosi dan cocok untuk pertanian,walaupun demikian masih bisa atau masih mampu menampung kegiatan penduduk dengan syarat apabila melakukan pembangunan harus bangunan yang sederhana bukan menggunakan konstruksi yang rumit.

C. Demografi

Jumlah penduduk  Nagari Duo Koto  adalah 3.291 jiwa  yang terdiri dari 1.049 Kepala Keluarga.  Komposisi penyebaran penduduk  di 5 jorong  di wilayah Nagari Duo Koto sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini:

 

Jumlah dan Penyebaran Penduduk Nagari Duo Koto tahun 2017

No

Jorong

Jumlah penduduk

Keterangan

1

Mudiak

665

191 KK

2

Railia

544

163 KK

3

Pasar Ahad

415

81 KK

4

Tanjuang Batuang

1.066

332 KK

5

Koto Tinggi

563

132 KK

 

Jumlah

 

KK

 Struktur penduduk Nagari Duo Koto menurut kelompok umur berdasarkan hasil pendataan tahun 2025 dapat dilihat dalam table berikut:

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Nagari Duo Koto Tahun 2025

 

No

Kelompok

Umur

 

Laki –laki

 

Perempuan

 

Jumlah

1

0 – 4 Tahun

96

96

182

2

5 – 9 Tahun

134

129

263

3

10 –19 Tahun

276

185

467

4

20 – 29  Tahun

299

271

570

5

30 – 69 Tahun

712

756

1.468

17

>70 Tahun

102

145

247

J U M L A H

1.619

1.672

3.291

         Dari data tersebut diatas dapat dilihat kelompok usia produktif merupakan kelompok terbesar, hal ini merupakan sumberdaya yang cukup potensial yang dapat dimanfaatkan dalam menciptakan lapangan kerja baru. Jumlah penduduk Nagari Duo Koto berdasarkan  jenis kelamin pada tahun 2014 diketahui bahwa jumlah penduduk Laki-laki lebih kecil dari pada jumlah  penduduk Perempuan, penduduk Laki-laki berjumlah 1.619 Jiwa dan penduduk Perempuan berjumlah 1.672 jiwa.

D. Keadaan Sosial

Penduduk Nagari Duo Koto 100 alah pemeluk agama Islam. Namun demikian seiring dengan kebijakan pemerintah propinsi Sumatera Barat “babaliak kanagari” di era otonomi daerah, belum mampu diterjemahkan secara konkrit ditengah-tengah kehidupan masyarakat Nagari Duo Koto, sehingga muncul kekhawatiran makin luntur dan rendahnya pemahaman agama bagi generasi muda. Untuk mengantisipasi hal ini,telah dilakukan berbagai langkah dan upaya oleh tokoh masyarakat di Nagari Duo Koto untuk membangun mesjid/mushalla dan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan. Pada saat ini Kehidupan beragama di Nagari Duo Koto didukung sarana ibadah masjid/mushalla berjumlah 25 buah yang tersebar di 5 jorong.

  

Sarana dan Prasarana Masjid dan Mushalla Nagari Duo Koto Tahun 2016

Nama Masjid dan Mushalla

Alamat

Keterangan

Msjd. Nurul Iman

Koto Tinggi

 

Musholla/Surau Simpang dingin

Koto Tinggi

 

Musholla/Surau Sikumbang

Koto Tinggi

 

Mushala/Surau BUaro

Koto Tinggi

 

Musholla/Surau Inyiak

Koto Tinggi

 

Masjid Iistiqamah

Tanjuang Batuang

 

Mushala Nurul Hikmah

Tanjuang Batuang

 

Mushala Nurul Ikhlas

Tanjuang Batuang

 

Mushala Muslimin

Tanjuang Batuang

 

Masjid Nurul Huda

Pasar Ahad

 

Musholla Muslimin

Pasar Ahad

 

Mushala Pincuran Ruyuang

Pasar Ahad

 

Masjid Syuhada

Mudiak

 

Mushala/Surau Tangah

Mudiak

 

Mushala/Surau Gadang

Mudiak

 

Mushala/Surau Aua

Mudiak

 

Mushala/Surau Pincuran Tujuah

Mudiak

 

Mushala/Surau Asahan

Mudiak

 

Mushala/Surau Situpo

Mudiak

 

Mushala/Surau Guguak

Mudiak

 

Mushala/Surau Nurul Iman

Railia

 

Mushala/Surau Kapeh

Railia

 

Mushala/Surau Tinggi

Railia

 

Mushala Surau Bancah

Railia

 

Mushala /Surau Taban

Railia

 

 Dilihat dari tingkat pendidikan masyarakat dapat dilihat dari data di bawah ini :

Tingkat Pendidikan Penduduk Nagari Duo Koto Tahun 2025

TINGKAT PENDIDIKAN

JUMLAH

%

SD

138

36

SMP

90

38.8

SMA

47

17.2

SARJANA

31

8

Dukungan sarana dan prasarana Pendidikan umum yang ada di Nagari Duo Koto yaitu Taman kanak kanak  dan Sekolah Dasar. Keberadaan sekolah tersebut sudah banyak memberikan kontribusi terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia penduduk Nagari Duo Koto, selengkapnya dukungan sarana  pendidikan di Nagari Duo Koto dapat dilihat dalam tabel berikut :

 Sarana dan Prasarana Pendidikan Nagari Duo Koto Tahun 2016

 

No

 

Jenjang Pendidikan

 

Jumlah Sarpras

 

Jumlah Penduduk Usia Sekolah

 

Rata-rata Jarak Sarpras dari Permukiman

1

PAUD/TK

3

60

350 m

2

SD

3

385

250 m

3

MTS

1

60

700 m

 Data sekolah berdasarkan  Rasio guru dan siswa Tahun Ajaran 2015/2016

NO

Nama Sekolah

Jlh Guru

(Orang)

Jlh Murid

(Orang)

RASIO Guru/murid

 

PNS

Honor

1

SDN 10 Koto Baru

8

4

110

1:19

2

SDN 23 Koto Baru

7

2

125

1:20

3

SDN 19 Koto Tinggi

6

4

130

1:20

        Sumber: Hasil Pengolahan data oleh Tim Pendataan Nagari

 Data Sekolah Tingkat Pertama  Rasio guru dan siswa Tahun Ajaran 2015/2016

NO

Nama Sekolah

Jlh Guru

(Orang)

Jlh Murid

(Orang)

RASIO Guru/murid

PNS

Honor

1

MTS P Koto Baru

0

9

50

1:5

 Dari tabel diatas terlihat bahwa rasio guru - murid di Nagari Duo Koto sudah mencukupi. Sesuai standar nasional pendidikan, rasio ideal guru dan murid adalah maksimal 1 orang guru untuk 10 murid. Namun demikian, sarana pendidikan yang ada  belum didukung prasarana penunjang pendidikan yang lengkap seperti  lapangan olahraga,dll.

 Selain sarana pendidikan formal, di Nagari Duo Koto juga dikembangkan lembaga pendidikan agama non formal seperti MDA, TPA dan TPQ. Hal tersebut  sesuai dengan Perda Nomor 5 tahun 2007, yakni agar setiap anak yang melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi harus mampu baca tulis Al-Qur’an, apalagi dengan perkembangan zaman saat ini perlu dilakukan antisipasi untuk menangkal dampak negatif pengaruh globalisasi yang dapat merusak sendi-sendi agama,  untuk itu keberadaan lembaga pendidikan agama non formal  MDA, TPA  &TPQ   sangat penting untuk  memberikan bekal Agama Islam kepada anak sejak dini agar  mengenal dan memahami kaidah-kaidah Agama dan beraklaq mulia.

 Jumlah Guru dan Murid pada Sekolah Agama Nagari Duo Koto Tahun ajaran 2013/2014

NO

Nama Sekolah

Jmlh Guru

(Orang)

Jmlh Murid

(Orang)

KET

1

MDA Muhammadiyah

3

49

 

2

MDA AL-AMIN

0

0

 

3

TPQ Nurul Hikmah

1

33

 

4

MDA Koto Tinggi

3

40

 

5

TPQ Koto Tinggi

3

32

 

6

TPQ Pincuran Ruyuang

3

25

 

7

TPQ Surau Tanggah

3

39

 

8

MDA Tarbiyah Islamiyah

3

44

 

              Sumber: Hasil Pengolahan data oleh Tim Pendataan Nagari

         Di sektor kesehatan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta kebersihan lingkungan merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam proses Pembangunan kesehatan masyarakat. Dukungan sarana prasarana kesehatan  masyarakat di Nagari Duo Koto adalah sebagai berikut :      

 Jumlah fasilitas kesehatan di Nagari Duo Koto

NO

Jorong

Puskesmas

Pustu

Polindes

Posyandu

Dokter

Bidan

1

Mudiak

-

-

-

1

-

-

2

Railia

-

-

-

1

-

-

3

Pasar Ahad

1

-

-

1

-

-

4

Tanjuang Batuang

-

-

-

2

-

-

5

Koto Tinggi

-

-

-

1

-

-

Sumber: Hasil Pengolahan data oleh Tim Pendataan Nagari

 Dari  data diatas, dengan jumlah penduduk sebesar 3293 Jiwa maka jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Nagari Duo Koto sudah memadai walaupun kondisinya sangat memprihatinkan. Puskesmas yang ada di Nagari Duo Koto terletak  di ibu kota Nagari Duo Koto sehingga sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.  Agar pelayanan kesehatan dapat lebih optimal, maka untuk kedepannya masyarakat mengharapkan agar fasilitas sarana Puskesmas yang ada tersebut dapat diperluas sehingga dapat melaksanakan pelayanan yang lebih memuaskan. Selain itu, Nagari duo Koto juga memiliki posyandu sebanyak enam buah yang tersebar di setiap Jorong dengan jumlah  kader aktif sebanyak 18 orang. Pelaksanaan kegiatan posyandu yang ada saat ini  masih menggunakan tempat di kantor jorong dan Perkarangan Masyarakat dikarenakan belum adanya tempat khusus untuk kegiatan Posyandu yang layak dan mandiri, disamping itu tingkat partisipasi  masyarakat untuk mengikuti kegiatan Posyandu juga masih sangat rendah.

 Selanjutnya sebagai  salah satu upaya pencegahan dari berbagai gangguan kesehatan atau penyakit, khususnya sumber penyakit yang berkaitan dengan kebersihan, seperti diare, keracunan, TBC,  Infeksi saluran pernapasan ( ISPA ) terutama pada belita, demam berdarah (DBD), Malaria, Rabies dan lain-lain maka dilakukan usaha menjaga kebersihan lingkungan secara gotong royong. Pada saat ini tingkat kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan lingkungan di Nagari Duo Koto belum memenuhi harapan, hal ini terlihat dari masih banyaknya kebiasaan masyarakat membuang sampah disembarang tempat  atau bahkan ke sungai. Selain itu disekolah-sekolah dan tempat umum lainnya juga belum  sepenuhnya dilengkapi dengan  sarana kebersihan lingkungan seperti Bak sampah.

Di bidang adat Budaya, dalam tata kehidupan masyarakat Nagari Duo Koto Selalu memegang teguh ajaran agama Islam dan Adat Istiadat minangkabau berdasarkan pada falsafah hidup adat basandi Syara’ Syara’ basandi kitabullah yang mempunyai makna Syara’ mangato Adat mamakai. Hal tersebut diantaranya terlihat dari penyelengggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang selalu menggunakan jalan Musyawarah mupakat dalam mengambil Keputusan dengan melibatkan semua Unsur masyarakat yang ada seperti, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan pemuda yang terakomodir dalam wadah Lembaga Badan Permusyawaratan Nagari. Selain itu Nagari senantiasa melakukan upaya untuk mendorong agar masyarakat dapat menghayati dan mengamalkan filosofis ABS-SBK dalam kehidupan sehari-hari.

E. Keadaan Ekonomi

Keadaan ekonomi  Nagari Duo Koto secara umum dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : faktor alam (sumber daya alam), faktor manusia (sumber daya manusia) dan faktor lingkungan sosial masyarakat. Ketiga faktor tersebut merupakan potensi  yang memungkinkan untuk diolah, dikelola dan dikembangkan sehingga memberikan keuntungan dari segi ekonomi, namun demikian pemanfaatan sumberdaya alam harus sesuai dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan.

 Ditinjau dari sumber ekonomi, masyarakat Nagari Duo Koto mayoritas adalah bermata pencaharian sebagai petani,nelayan dan pedagang. Selengkapnya sumber perekonomian Masyarakat Nagari Duo Koto berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : 

 Mata Pencaharian Penduduk Nagari Duo Koto Tahun 2016

No

MATA PENCAHARIAN

JUMLAH

1

Karyawan

 

 

a. Pegawai Negeri Sipil

69

 

b. ABRI

5

 

c. POLRI

11

 

d. Swasta

391

2

Wiraswasta

305

3

Tani

516

4

Pertukangan

58

5

Buruh Tani

66

6

Pensiunan

14

7

Nelayan Tangkap Ikan

33

8

Nelayan Keramba

85

9

Jasa Angkutan

 

 

a. Ojek

26

 

b. Mobil Angkutan

5

 

c. Jasa Angkutan / Truk

14

 Sebagai daerah agraris maka penggunaan tanah di Nagari Duo Koto sebagian besar diperuntukkan untuk pertanian sawah dan perkebunan hutan, sedangkan sisanya digunakan untuk  bangunan pemukiman dan fasilitas-fasilitas lainnya. Penggunaan lahan tersebut selengkapnya dapat dilihat pada table berikut ini :

 Penggunaan lahan di Nagari Duo Koto Tahun 2016 

No

Jorong

Kawasan

Terbanyak

Lahan Pertanian

Hutan

Semak

Belukar

Kolam

Pekarangan

Total

Luas

Sawah

Ladang

1

Mudiak

 

25

65

28

34

2

15

169

2

Railia

 

65

43

21

22

2

13

166

3

Pasar Ahad

 

65

10

-

10

1

12

98

4

Tj.Batuang

 

25

12

-

17

1

15

80

5

Koto Tinggi

 

95

51

45

27

2

20

240

 Sumber: UPT P2DT

Berdasarkan data tersebut di atas penggunaan lahan pertanian merupakan sektor andalan Nagari Duo Koto sampai saat ini, hal ini didukung dengan kondisi alam seperti topografi, iklim, curah hujan dan tanah yang sangat mempengaruhi aktifitas pertanian terutama komoditi padi dan rempah-rempah.

Di Nagari Duo Koto terdapat areal pertanian (lahan basah)  283 Ha lahan kering   181  ha, lahan pertanian terdapat di kelima jorong, jorong Koto tinggi, Railia, Mudiak Tj. Batuang dan Pasar Ahad. Areal pertanian yang paling banyak terdapat di jorong Railia, Koto Tinggi dan Mudiak, sedangkan yang paling sedikit terdapat di jorong Tanjung Batuang dan Pasar Ahad.

Disamping lahan pertanian padi, lahan sawah juga digunakan untuk pembibitan ikan nila. Dilihat dari perkembangan pembibitan yang telah dikembangkan diNagari Duo Koto, sangat menjanjikan untuk perkembangan ekonomi masyarakat dimasa mendatang. Pembibitan ikan di Nagari Duo Koto pemasarannya telah memnuhi kebutuhan bibit petani keramba di nagari lain selingkar Danau maninjau.

Pembibitan ikan yang dilakukan petani di nagari Duo koto merupakan potensi besar jikalau dikelola dengan baik dan mempunyai wadah organisasi peternak ikan ( kelompok tani ) dan mempunyai manjemen yang baik.

Disamping pertanian tanaman pangan perkebunan di Nagari Duo Koto  merupakan potensi yang dapat dikembangkan bagi perekonomian masyarakat, luas lahan perkebunan di Kanagarian Duo Koto 300.25 ha yang dominant dengan perkebunan rempah-rempah seperti garda munggu dan kulit manis, pada tahun ini Nagari Duo Koto telah mencanangkan penanaman lahan perkebunan yang tidur dengan tanaman coklat, Ini merupakan potensi besar, melihat jumlah areal perkebunan / ladang masih banyak yang tidur.

  1. Hutan Rakyat

Nagari Duo Koto memiliki lahan Hutan Rakyat dengan luas 157 Ha.Komoditi perkebunan hutan rakyat yang ada antara lain kopi,kulit manis,dan coklat.Namun saat ini komoditi tersebut belum dibudidayakan dengan baik,sehingga tingkat produksi yang ada rendah begitu juga dengan nilai jualnya. Hal ini tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh petani ,dan pemasaran yang dilakukan melalui para tengkulak. Banyak petani saat ini enggan untuk mengambil hasil perkebunanan mereka dan membiarkannya begitu saja.

Hutan rakyat yang ada saat ini sebahagian telah ditanami dengan tanaman Pinus yang merupakan Gerakan Reboisasi Hutan Lindung pada tahun 80 an .Namun saat ini keberadaan pohon pinus  ini tidak memberikan kontribusi yang berarti pada pendapatan petani,dimana hutan yang semulanya merupakan lahan produktif (tanah hak ulayat) saat ini tidak bisa dimanfaatkan untuk penanaman komoditi lainya.

Pada tahun 2004 dengan Program Gerakan Nasional Hutan Rakyat Lindung Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Barat, Nagari Duo Koto dibantu dalam pengadaan saprodi untuk penanaman hutan rakyat seluas 10 Ha. Adapun bibit yang disediakan antara lain tanaman Manggis, Coklat, Petai, Pohon Surian, pohon Mahoni dan Durian.Kampung KB Restu Ibu terletak di Nagari Duo Koto


 

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
104
Jumlah Kepala Keluarga
942
Jumlah PUS
396
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
121
Keluarga yang Memiliki Remaja
91
Keluarga yang Memiliki Lansia
98
Jumlah Remaja
252
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
276
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
120

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
ROSI FEBRIANI
199105022023212028
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 21 orang pokja terlatih
dari 21 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0