Pemeriksaan Kesehatan Lansia PJP

BATU PAPA
Dipublikasi pada 06 November 2025

Deskripsi

Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Lansia merupakan program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendeteksi dini masalah kesehatan pada kelompok usia lanjut di wilayah [Nama Lokasi/Desa/Kecamatan]. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif dan promotif guna mendukung kemandirian lansia dan mengurangi morbiditas (angka kesakitan) di usia senja.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan:

  1. Program Kerja Tahunan Bidang Kesehatan Komunitas [Nama Instansi/Puskesmas/Organisasi].

  2. Tingginya angka penyakit tidak menular (PTM) seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus pada kelompok lansia.

    Adapun tujuan kegiatan ini adalah :

  • Tujuan Umum: Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan lansia di wilayah kerja.
  • Tujuan Khusus:

    • Melakukan skrining dan deteksi dini penyakit kronis (Hipertensi, Diabetes Melitus, dll.).

    • Memberikan edukasi kesehatan terkait pola hidup sehat pada lansia.

    • Memberikan konsultasi medis dan rujukan jika ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

    • Memantau status gizi dan risiko jatuh pada lansia.

        Parameter                  Keterangan
Nama KegiatanPemeriksaan Kesehatan Rutin Lansia
Tanggal Pelaksanaan07 November 2025
Waktu PelaksanaanPukul 08.00 - selesai
LokasiPosyandu Bakti Setia III
Jumlah Peserta21 orang
Tim Pelaksana2 petugas kesehatan

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 di posyandu bakti setia III, dusun batupapa desa bungapati kecamatan tanalili : 

  • Stasiun Pendaftaran:    Peserta lansia mendaftar ulang dan dilakukan pencatatan data dasar (nama, usia, riwayat keluhan utama).
  • Stasiun Pengukuran Antropometri dan Tanda Vital:

    • Dilakukan pengukuran Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).

    • Pengukuran Tekanan Darah menggunakan sphygmomanometer digital/manual.

    • Pengukuran Gula Darah Sewaktu (GDS) sebagai skrining cepat diabetes.

  • Stasiun Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik:

    • Lansia menjalani sesi konsultasi (anamnesis) dengan dokter/perawat mengenai keluhan, pola hidup, dan kepatuhan minum obat.

    • Dilakukan pemeriksaan fisik sederhana (misalnya, pemeriksaan penglihatan, pendengaran, dan pemeriksaan jantung/paru jika diperlukan).

    • Skrining risiko jatuh menggunakan kuesioner sederhana juga dilakukan pada stasiun ini.

  • Stasiun Edukasi dan Pemberian Suplemen:

    • Hasil pemeriksaan diinterpretasikan oleh tim kesehatan.

    • Lansia yang terdeteksi memiliki hasil abnormal (misalnya Hipertensi atau GDS tinggi) diberikan edukasi spesifik mengenai diet, aktivitas fisik, dan rencana tindak lanjut (rujukan ke Puskesmas atau kontrol rutin).

    • Peserta diberikan suplemen vitamin atau makanan tambahan [sebutkan jika ada, contoh: kalsium, susu rendah lemak].

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan tertib, dengan antusiasme yang tinggi dari para lansia dan kader kesehatan setempat.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan lansia rutin ini sangat efektif sebagai sarana deteksi dini dan edukasi. jika ditemukan tingginya kasus hipertensi dan gula darah tinggi menunjukkan perlunya tindak lanjut berupa:

  1. Meningkatkan frekuensi kegiatan pemeriksaan rutin menjadi [Contoh: satu bulan sekali].

  2. Pembentukan kelompok senam lansia rutin untuk meningkatkan aktivitas fisik.

  3. Pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) bagi lansia dengan hasil abnormal.



Sesi Kegiatan Sosial Budaya

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0