Gambaran Umum
PROFIL KAMPUNG KELUARGA BERENCANA (KB) DESA BUNGAPATI
KECAMATAN TANALILI
I.
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Program KKBPK dan berbagai kegiatan prioritas
didalamnya senantiasa diarahkan untuk mewujudkan Nawa Cita dan untuk
BKKBN mengarah pada Agenda
Prioritaske-3 (ketiga), yaitu “membangun Indonesia dari pinggiran dengan
memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Sekaitan
dengan hal itu, salah satu integrasi yang dilakukan oleh BKKBN adalah dengan
menggalakkan pendekatan Kampung KB.
Kampung
KB dibentuk untuk membangun keluarga sejahtera dan juga sebagai pintu masuk
optimalisasi percepatan penggarapan program KKBPK di tingkat akar rumput.
Definisi Kampung KB itu sendiri adalah sebagai satuan wilayah setingkat Rukun
Warga (RW), dusun, atau setara lainnya, yang memiliki kriteria tertentu, dimana
terdapat keterpaduan Program KKBPK dan pembangunan sektor terkait dalam rangka
mewujudkan keluarga berkualitas dan sejahtera.
Agar
manfaat program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat, maka
pembentukan kampung KB diprioritaskan dibentuk di
wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan di
seluruh tanah air. Selain itu juga lebih fokus kepada masyarakat kurang mampu dan
masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan. Dengan pencanangan Kampung KB, Program KB diharapkan akan dapat bergema kembali dan menjangkau masyarakat
terutama yang berada di desa-desa, dusun-dusun, wilayah padat penduduk, wilayah miskin perkotaan dan
kampung-kampung di seluruh Indonesia.
Walaupun pembentukan kampung KB diamanatkan kepada BKKBN,
namun Kampung KB merupakan perwujudan dari sinergitas antara beberapa
kementerian terkait dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, mitra
kerja, dan pemangku kepentingan, serta tidak ketinggalan partisipasi langsung
masyarakat setempat. Dengan pelaksanaan meliputi: 1) Kependudukan; 2) Keluarga
Berencana dan Kesehatan Reproduksi; 3) Ketahataanan Keluarga dan Pemberdayaan
Keluarga (pembangunan keluarga); 4) Kegiatan Lintas Sektor seperti pemukiman,
sosial ekonomi, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak –
disesuaikan dengan kebutuhan wilayah Kampung KB.
Dengan demikian, istilah KB pada Kampung KB tidak hanya
identik dengan peningkatan penggunaan kontrasepsi saja, namun lebih luas lagi
yaitu semua sektor yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan pendekatan
keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan
utama, maka diharapkan nilai-nilai etos kerja, integritas, dan gotong royong
akan dapat lebih terinternalisasi bagi anggota keluarga maupun masyarakat
sekitarnya.
B.
PENGERTIAN
Kampung
KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria
tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana,
pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara
sistematik dan sistematis.
C.
TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Meningkatkan
kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program
kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan
sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
2. Tujuan
Khusus :
Meningkatkan peran pemerintah daerah, kecamatan, desa,
lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, pendampingan dan
pembinaan masyarakat untuk menyelenggarakan program kependudukan, keluarga
berencana, pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait.
II.
PEMBAHASAN
1.
Letak Geografis, Demografi dan Sosial Ekonomi
a.
Letak Geografis
Pemilihan Kampung KB Dusun
Batupapa, Desa Bungapati, dibentuk berdasarkan kriteria tingkat kepadatan
penduduk yang masih tinggi dan sebagian besar wilayah termasuk kawasan kumuh
dan merupakan daerah pegunungan. Dengan luas wilayah sekitar 16,6 km², letak Dusun Bungapati, berjarak sekitar 39 km dari ibu kota Kabupaten Luwu Utara dan sekitar 3 km dari ibu kota Kecamatan. Di sebelah utara berbatas dengan perkebunan kelapa sawit, sebelah Selatan dengan teluk bone sebelah Barat dengan Desa patila dan sebelah timur berbatasan dengan Desa bungadidi
·
Batas Wilayah :
o
Sebelah Utara : perkebunan kelapa sawit
o
Sebelah Selatan : Desa sumberdadi /Teluk Bone
o
Sebelah Barat : Desa Patila
o
Sebelah Timur : Desa Bungadidi
·
Jarak Tempuh :
o
Dari Ibu Kota Kabupaten : 31 KM
o
Dari Ibu Kota Kecamatan : 3 KM
b.
Demografi
a. Jumlah
KK : 619 kk
b. Jumlah
Pendududuk
o Laki-laki : 1.301 jiwa
o
Perempuan : 1.489 jiwa
o
Total : 2.790 jiwa
| DUSUN : | LAKI-LAKI | PEREMPUAN | JUMLAH |
| KAPIPE | 665 | 767 | 1.432 |
| MINNA | 327 | 414 | 741 |
| BATUPAPA | 221 | 201 | 422 |
| HOMEBASE TO' BETAU | 88 | 107 | 195 |
c.
Sosial Ekonomi
Kampung KB Desa Bungapati yang memiliki
penduduk dengan jumlah jiwa sebanyak 2.790, sebagian besar bekerja disektor
pertanian sebanyak 64% petani sawit, 37% peternak, wiraswasta, PNS dan karyawan.
d.
Keluarga
Sejahtera :
a. KS
I : 46 KK
b. Keluarga
Sejahtera II : 86 KK
c. Keluarga
Sejahtera III : 8 KK
d. Keluarga
Sejahtera III Plus : 0
2. Sarana dan Prasarana
a. Rumah
Ibadah (Gereja) : 9 bangunan
b. Rumah
Ibadah ( Mesjid ) : 4 bangunan
c. Sekolah Dasar : 2 bangunan
d. Taman kanak-kanak : 2 bangunan
e. Lapangan
bola voley : 1 bangunan
f. Posyandu : 3 bangunan
g. Draenase :