Skrining kesehatan bagi catin
Ngestikarya
Dipublikasi pada
16 March 2026
Deskripsi
Skrining kesehatan bagi Calon Pengantin (Catin) bukan sekadar formalitas administratif untuk KUA atau Catatan Sipil, melainkan langkah krusial untuk membangun fondasi keluarga yang sehat.
Tujuan utamanya adalah mendeteksi dini risiko penyakit menular atau genetik yang dapat memengaruhi pasangan maupun calon buah hati di masa depan.
📋 Komponen Utama Skrining Catin
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan 3 bulan sebelum hari H agar jika ditemukan masalah kesehatan, masih ada waktu untuk pengobatan atau intervensi.
1. Pemeriksaan Fisik & Dasar
Tanda-tanda Vital: Tekanan darah (deteksi hipertensi), suhu tubuh, dan frekuensi nadi.
Status Gizi: Pengukuran Berat Badan, Tinggi Badan, dan Lingkar Lengan Atas (LiLA).
Catatan: LiLA < 23,5 cm pada wanita menunjukkan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang bisa berdampak pada pertumbuhan janin.
Cek Golongan Darah & Rhesus: Penting untuk mengantisipasi ketidakcocokan rhesus antara ibu dan janin.
2. Pemeriksaan Laboratorium (Tes Darah)
Hemoglobin (Hb): Mendeteksi anemia. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko pendarahan saat persalinan dan stunting pada anak.
Gula Darah: Deteksi dini Diabetes Melitus.
Skrining Penyakit Menular:
HIV/AIDS, Sifilis, dan Hepatitis B: Mencegah penularan ke pasangan dan transmisi vertikal ke janin.
TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, Herpes): Opsional, namun sangat disarankan untuk mencegah keguguran atau cacat bawaan.
Skrining Penyakit Genetik:
Thalassemia & Anemia Sel Sabit: Penyakit kelainan darah yang bisa diturunkan secara genetik.
3. Imunisasi
Imunisasi TT (Tetanus Toxoid): Sangat diwajibkan bagi calon pengantin wanita untuk mencegah tetanus neonatorum pada bayi baru lahir. Biasanya diberikan hingga dosis TT5 untuk perlindungan jangka panjang (25 tahun).
Sesi Kegiatan Reproduksi