Skrining kesehatan bagi Catin
Ngestikarya
Dipublikasi pada
14 February 2026
Deskripsi
Skrining kesehatan bagi Calon Pengantin (Catin) bukan sekadar formalitas administratif untuk KUA atau Catatan Sipil, melainkan langkah krusial untuk membangun fondasi keluarga yang sehat.
βTujuan utamanya adalah mendeteksi dini risiko penyakit menular atau genetik yang dapat memengaruhi pasangan maupun calon buah hati di masa depan.
βπ Komponen Utama Skrining Catin
βPemeriksaan ini sebaiknya dilakukan 3 bulan sebelum hari H agar jika ditemukan masalah kesehatan, masih ada waktu untuk pengobatan atau intervensi.
β1. Pemeriksaan Fisik & Dasar
- βTanda-tanda Vital: Tekanan darah (deteksi hipertensi), suhu tubuh, dan frekuensi nadi.
- βStatus Gizi: Pengukuran Berat Badan, Tinggi Badan, dan Lingkar Lengan Atas (LiLA). βCatatan: LiLA < 23,5 cm pada wanita menunjukkan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang bisa berdampak pada pertumbuhan janin.
- βCek Golongan Darah & Rhesus: Penting untuk mengantisipasi ketidakcocokan rhesus antara ibu dan janin.
- βHemoglobin (Hb): Mendeteksi anemia. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko pendarahan saat persalinan dan stunting pada anak.
- βGula Darah: Deteksi dini Diabetes Melitus.
-
βSkrining Penyakit Menular:
- βHIV/AIDS, Sifilis, dan Hepatitis B: Mencegah penularan ke pasangan dan transmisi vertikal ke janin.
- βTORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, Herpes): Opsional, namun sangat disarankan untuk mencegah keguguran atau cacat bawaan.
- βSkrining Penyakit Genetik:
- βThalassemia & Anemia Sel Sabit: Penyakit kelainan darah yang bisa diturunkan secara genetik.
- βImunisasi TT (Tetanus Toxoid): Sangat diwajibkan bagi calon pengantin wanita untuk mencegah tetanus neonatorum pada bayi baru lahir. Biasanya diberikan hingga dosis TT5 untuk perlindungan jangka panjang (25 tahun).
βCatatan: LiLA < 23,5 cm pada wanita menunjukkan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang bisa berdampak pada pertumbuhan janin.
β2. Pemeriksaan Laboratorium (Tes Darah)
β3. Imunisasi
Sesi Kegiatan Reproduksi