Manfaat Lansia Tanguh

Ngestikarya
Dipublikasi pada 07 August 2025

Deskripsi

Kegiatan pada Hari Kamis tanggal 7 Agustus 2025 di balai Desa Ngestikarya kecamatan Jayaloka terdiri anggota BKL dengan hasil sebagai berikut

Lansia Tangguh adalah seseorang atau kelompok lanjut usia yang tetap sehat (secara fisik dan mental), mandiri, aktif, dan produktif di masa tuanya. Konsep ini merupakan bagian dari program Bina Keluarga Lansia (BKL) yang dikelola oleh BKKBN untuk mewujudkan active ageing (penuaan aktif).

Berikut adalah penjelasan mengenai indikator, tujuan, dan manfaat menjadi Lansia Tangguh:

1. Indikator Lansia Tangguh (7 Dimensi)

Untuk mencapai predikat "Tangguh", seorang lansia didorong untuk memenuhi 7 Dimensi Lansia Tangguh:

a.Dimensi Spiritual: Memiliki ketenangan batin dan tetap beribadah sesuai keyakinan.

Dimensi Intelektual: Terus mengasah otak (membaca, mengisi teka-teki silang, atau berdiskusi) agar terhindar dari pikun (demensia).

b.Dimensi Fisik: Menjaga kesehatan dengan pola makan gizi seimbang dan olahraga ringan (seperti Senam Lansia).

c.Dimensi Emosional: Mampu mengelola stres, tetap sabar, dan memiliki hubungan yang harmonis dengan keluarga/lingkungan.

d.Dimensi Sosial Kemasyarakatan: Tetap bersosialisasi dan ikut serta dalam kegiatan di lingkungan tempat tinggal.

e.Dimensi Vokasional: Memiliki keahlian atau hobi yang bermanfaat, bahkan bisa menghasilkan secara ekonomi jika memungkinkan.

f.Dimensi Lingkungan: Tinggal di lingkungan yang bersih, aman, dan ramah lansia.

2. Tujuan Program Lansia Tangguh

Meningkatkan Kualitas Hidup: Memastikan masa tua tidak menjadi beban bagi keluarga, melainkan masa yang tetap bermakna.

Kemandirian: Mengurangi ketergantungan lansia kepada orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari (ADL - Activities of Daily Living).

Optimalisasi Potensi: Mengubah stigma bahwa lansia itu lemah, menjadi sosok yang masih bisa berkontribusi bagi masyarakat.

3. Manfaat Menjadi Lansia Tangguh

A. Bagi Lansia Sendiri

Terhindar dari penyakit degeneratif yang lebih parah karena pola hidup sehat.

Terhindar dari rasa kesepian (loneliness) dan depresi masa tua.

Merasa lebih percaya diri karena tetap merasa "berguna".

B. Bagi Keluarga

Beban perawatan (caregiving) menjadi lebih ringan karena lansia tetap mandiri.

Lansia dapat menjadi sosok teladan atau sumber kearifan bagi anak dan cucu.

C. Bagi Masyarakat

Terciptanya lingkungan yang harmonis karena lansia tetap aktif dalam kegiatan sosial (misal: pengajian, kerja bakti, atau kelompok hobi).

Kegiatan ini terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik.

Sesi Kegiatan Reproduksi

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 419
Minggu ini: 616
Bulan ini: 766
Total: 1.191