Gambaran Umum



Kampung KB Desa Kubutambahan: Membangun Keluarga Bali Utara yang Berkualitas dan Sejahtera

Di pesisir utara Kabupaten Buleleng, terhampar sebuah desa yang aktif bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan keluarga: Desa Kubutambahan. Melalui program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), desa ini tidak hanya fokus pada program Keluarga Berencana dalam arti sempit, tetapi juga mengintegrasikan seluruh aspek pembangunan untuk menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Kampung KB di Desa Kubutambahan adalah wajah dari perencanaan keluarga yang komprehensif, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga ketahanan keluarga, yang semuanya berlandaskan pada kearifan lokal Bali.

Fokus Utama: Kualitas dan Ketahanan Keluarga

Program Kampung KB di sini berpegangan teguh pada konsep Delapan Fungsi Keluarga—Keagamaan, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi, dan Pembinaan Lingkungan. Melalui program ini, Desa Kubutambahan berupaya:

  • Pencegahan Stunting: Desa ini sangat aktif dalam upaya penurunan stunting. Mereka menyelenggarakan kegiatan seperti Posyandu secara rutin di berbagai banjar dan melakukan internalisasi pengasuhan balita untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. Bahkan, ada upaya pembentukan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) untuk peningkatan gizi keluarga.
  • Peningkatan Kesehatan: Akses ke layanan kesehatan ditingkatkan melalui berbagai kegiatan, termasuk Pelayanan Kesehatan Gratis (Ngayah) dan audit kematian bayi.
  • Pemberdayaan Kelompok Usia: Pembinaan dilakukan secara terstruktur untuk setiap kelompok usia, antara lain:
    • Bina Keluarga Balita (BKB): Untuk memberikan panduan pengasuhan terbaik.
    • Bina Keluarga Remaja (BKR): Fokus pada pembinaan remaja untuk merencanakan masa depan dan mencegah perilaku berisiko.
    • Bina Keluarga Lansia (BKL): Memastikan kesejahteraan dan kualitas hidup para lanjut usia.
  • Pendidikan dan Sosial Budaya: Kegiatan tidak hanya berputar di bidang kesehatan, tetapi juga melibatkan aspek budaya. Desa Kubutambahan aktif mengadakan acara sosial seperti Gotong Royong/Mereresik di Pura Desa, serta kegiatan seni dan pendidikan seperti Lomba Melukis dalam rangka Bulan Bung Karno.


Kubutambahan: Basis Pertanian dan Bahari Buleleng

Keunikan Kampung KB ini tidak lepas dari latar belakang Desa Kubutambahan itu sendiri, yang merupakan desa terluas di kecamatannya dan memiliki potensi besar:

  • Geografis yang Menawan: Berada di dataran rendah hingga perbukitan dengan sebagian wilayah berupa pesisir pantai di sebelah utara. Lokasinya hanya sekitar 12 km dari Singaraja.
  • Potensi Ekonomi: Mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian, nelayan, dan buruh harian lepas. Desa ini terkenal sebagai penghasil komoditas seperti padi, palawija, bawang merah, dan khususnya mangga yang menjadi ikon daerah.
  • Pilar Budaya Bali: Sebagai desa yang kental dengan budaya Bali, Kampung KB Kubutambahan memanfaatkan semangat gotong royong dan musyawarah dalam setiap pelaksanaan program, memastikan program ini terpadu dengan nilai-nilai adat.


Kampung KB Desa Kubutambahan: Inspirasi Pembangunan Inklusif

Secara keseluruhan, Kampung KB Desa Kubutambahan adalah contoh nyata bagaimana sebuah program kependudukan dan keluarga berencana dapat diperluas menjadi gerakan pembangunan masyarakat yang inklusif dan holistik. Dengan keterlibatan aktif dari Pokja (Kelompok Kerja), kader, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa, Kubutambahan terus berupaya mencapai tujuannya: menciptakan keluarga-keluarga yang berencana, sehat, mandiri, dan berkualitas, demi masa depan Bali Utara yang lebih cerah.


Data Indeks Desa

Indeks Desa Membangun (IDM) adalah alat ukur yang digunakan oleh pemerintah untuk menentukan tingkat kemajuan dan kemandirian suatu desa. IDM mengukur tiga dimensi utama:

1. Ketahanan Sosial: Mengukur aspek kesehatan, pendidikan, dan modal sosial.

2. Ketahanan Ekonomi: Mengukur keragaman produksi, perdagangan, akses kredit, dan keterbukaan wilayah.

3. Ketahanan Ekologi/Lingkungan: Mengukur kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam.

Status IDM diklasifikasikan ke dalam lima kategori, yaitu Sangat Tertinggal, Tertinggal, Berkembang, Maju, dan Mandiri. Desa Mandiri merupakan tingkat tertinggi, dengan nilai IDM lebih besar dari 0,815.


Perkembangan Desa Kubutambahan

Desa Kubutambahan mendapatkan pengakuan sebagai Desa Mandiri pada tahun 2023. Pencapaian ini didukung oleh berbagai program dan inovasi, salah satunya adalah penobatan desa ini sebagai salah satu desa percontohan antikorupsi oleh KPK RI. Inisiatif ini menunjukkan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan desa, yang menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan pembangunan.

Secara lebih rinci, data IDM tahun 2021 menunjukkan Desa Kubutambahan, telah berada pada status Desa Maju. Kenaikan status menjadi Desa Mandiri pada tahun 2023 menunjukkan adanya peningkatan yang pesat dalam dimensi-dimensi IDM, terutama dalam hal pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.

Hasil Penilaian dari Data Indeks Desa Membangun adalah sebagai berikut:

URAIAN

NILAI

Total Skor Layanan Dasar (Max=170)

138

Total Skor Sosial (Max=85)

77

Totat Skor Ekonomi (Max=160)

131

Total Skor Lingkungan (Max=90)

69

Total Skor Aksesibilitas (Max=50)

47

Total Skor Tatakelola Pemerintahan Desa (Max=80)

74

Skor ID 2025 Total Skor/635

84,41%

STATUS ID 2025 Mandiri > 79,63% Maju > 69,35% ≤ 79,62%
Berkembang > 57,39% ≤ 69,34% Tertinggal > 49,49% ≤ 57,38% Sangat Tertinggal ≤ 49,48%

Mandiri

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
15461
Jumlah Kepala Keluarga
4707
Jumlah PUS
4379
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
907
Keluarga yang Memiliki Remaja
2276
Keluarga yang Memiliki Lansia
1806
Jumlah Remaja
2719
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
3358
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
1021

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
ARI YOSMY DONA ELI MANAFE, SH
197312182006042004
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 21 orang pokja terlatih
dari 21 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Tahunan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 2
Bulan ini: 2
Total: 1.903