Gambaran Umum


Sejarah singkat Desa Mampari berawal dari cerita yang berkembang dari warga, dahulu kala wilayah ini berbentuk hutan lebat yang pernah menjadi bagian peradaban sesepuh masyarakat Mampari. Pohon- pohon besar, binatang buas dan segala bentuk halimun berselimut arca peradapan tua, sesepuh sekaligus ahli sejarah setempat yang biasa disebut warga dengan “Padatuan” bersemayam di hutan tersebut sehingga hutan ini menjadi angker bagi warga.


Seiring perkembangan jaman dan peradaban, teknologi yang telah menguasai segala sektor, pikiran, tradisi, kepercayaan-kepercayaan tahayul, juga popularitas penduduk yang semakin bertambah, sehinga berani menentang resiko tradisi, menimbulkan inisiatif dari tokoh- tokoh masyarakat untuk membuka lahan permukiman bagi masyarakat. Karena penduduknya sudah cukup banyak, hutan Mampari di jadikan pemukiman warga. Lahan pemukiman baru ini begitu subur dan banyak warga yang telah menjadikannya sebagai lahan perkebunan dan berladang yang cukup berhasil, terutama perkebunan karet dan pertanian, sehingga banyak warga yang akhirnya bermukim dan membangun rumah didaerah permukiman ini.


Desa Mampari terletak di wilayah Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Mampari terbagi menjadi 5 RT. Desa ini memiliki luas 2.531 ha, adapun jarak tempuh Desa Mampari ke Kecamatan 7 Km dan jarak tempuh ke Kabupaten 5 Km, sedangkan ke Provinsi 190 Km.


Batas wilayah Desa Mampari ini adalah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Batu Merah.

b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Banua Hanyar.

c. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Banjang.

d. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Harapan Batu.


Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk di Desa Mampari berjumlah 1558 jiwa, yang terdiri dari 768 laki-laki dan 790 perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, rata-rata masyarakat di Desa Mampari berpendidikan tingkat SD-SLTP dan sebagian kecil ada yang tamat SLTA dan Perguruan Tinggi. Di desa Mampari masih terdapat masyarakat yang buta huruf. Berdasarkan jenis pekerjaan, sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Mampari adalah sebagai petani dan berkebun, hal ini sesuai dengan keadaan tanah disini yang banyak terdiri dari daratan tinggi. Sejak jaman dahulu desa Mampari termasuk dari salah satu sentral petani karet. Namun, selain bertani dan berkebun karet juga ada mata pencaharian lainya seperti pedagang, usaha swasta dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada juga pekerjaannya yang tidak menentu atau serabutan.

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1414
Jumlah Kepala Keluarga
504
Jumlah PUS
319
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
100
Keluarga yang Memiliki Remaja
150
Keluarga yang Memiliki Lansia
60
Jumlah Remaja
200
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
210
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
59

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Asni Rahmadiani, S.K.M.
199505252019022013
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 3 orang pokja terlatih
dari 15 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral
Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Triwulan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 5
Bulan ini: 10
Total: 609