Ketulusan Mahasiswa Magang dari UTY Jogja: Menghidupkan Data Menguatkan Kampung Sekar Mekar
Deskripsi
Tiga
mahasiswa magang dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas
Teknologi Yogyakarta (UTY), Alycia Putri Prameswari, Septi Dara Andini, dan
Olivia Virginia Julaeha, turut ambil bagian dalam kegiatan Rumah Data
Kependudukan (RDK) “Wira Sembada” di Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) “Sekar
Mekar” Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Bukan sekadar menjalankan tugas akademik,
ketiganya menghadirkan semangat pengabdian yang tulus. Saat ini, mereka tengah
mempersiapkan kegiatan monitoring KKB “Sekar Mekar” yang akan dilaksanakan pada
Jumat (10/4/2026).
Dalam setiap lembar data yang mereka olah,
tersimpan harapan akan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan tertata. Alycia menuturkan bahwa keberadaan data yang
beragam di RDK menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan baik. Baginya,
ketertiban dan kerapian dalam pengolahan data adalah bentuk tanggung jawab
moral, agar kelak data tersebut dapat digunakan dengan mudah dan tepat sasaran.
“Dengan data yang banyak, sebaiknya dipersiapkan
sejak awal dengan rapi dan tertib, sehingga tidak menyulitkan di akhir bila
diperlukan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.
Hal serupa dirasakan oleh Septi, yang mengaku
mendapatkan banyak pelajaran berharga selama terlibat dalam kegiatan ini. Ia tidak hanya belajar tentang angka dan
klasifikasi data seperti jenis kelamin, Wanita Usia Subur (WUS), dan Pasangan
Usia Subur (PUS), tetapi juga memahami makna di balik setiap data, bahwa
semuanya merepresentasikan kehidupan nyata masyarakat yang membutuhkan
perhatian dan pelayanan.
Sementara itu, Olivia mengungkapkan rasa syukurnya
atas kesempatan yang diberikan. Baginya, pengalaman ini bukan hanya soal
mengolah data, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. “Kami bertiga mendapat kesempatan untuk belajar
banyak, terutama dalam persiapan monitoring dan evaluasi. Ini menjadi
pengalaman yang sangat berharga,” katanya.
Ketua RDK “Wira Sembada”, Abdul Razaq, turut
merasakan dampak positif dari kehadiran para mahasiswa tersebut.
Ia menilai bahwa sinergi antara mahasiswa,
pengurus, dan pendamping telah menciptakan energi baru yang membawa semangat
kebersamaan. Tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa sebagai proses pembelajaran,
tetapi juga memperkaya perspektif pengurus dalam mengelola data dan program.
Melalui kebersamaan ini, data yang tersusun rapi
bukan lagi sekadar angka, melainkan cahaya yang menerangi arah pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat. (ar)