Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita

Bambalu
Dipublikasi pada 14 April 2025

Deskripsi

Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita merupakan aktivitas inti di Posyandu dan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) untuk memastikan anak tumbuh optimal dan terhindar dari risiko stunting. Meskipun sering dianggap sama, Pertumbuhan dan Perkembangan memiliki indikator yang berbeda.

1. Pemantauan Pertumbuhan (Aspek Fisik)

Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur dengan angka). Hal ini berkaitan dengan perubahan ukuran fisik anak.

·       Indikator Utama:

o   Berat Badan (BB): Indikator utama untuk melihat status gizi saat ini.

o   Tinggi/Panjang Badan (TB/PB): Indikator untuk melihat status gizi masa lalu (deteksi stunting).

o   Lingkar Kepala: Indikator pertumbuhan otak.

·       Alat Pantau: Kartu Menuju Sehat (KMS) di dalam Buku KIA.

·       Tanda Bahaya (Red Flags):

o   Berat badan tidak naik (T) atau grafik turun di bawah garis merah.

o   Grafik TB/PB berada di bawah standar deviasi -2 (pendek/stunting).

2. Pemantauan Perkembangan (Aspek Fungsi)

Perkembangan bersifat kualitatif. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan struktur dan fungsi tubuh (kecerdasan, gerak, dan emosi).

·       Indikator Utama (4 Aspek):

1.     Gerak Kasar: Berjalan, berlari, melompat.

2.     Gerak Halus: Menggambar, menjumput benda kecil, menyusun balok.

3.     Bicara & Bahasa: Meniru suara, menyebut kata, mengikuti instruksi.

4.     Sosialisasi & Kemandirian: Berpakaian sendiri, bermain dengan teman, mencuci tangan.

·       Alat Pantau: Kartu Kembang Anak (KKA) yang digunakan di kelompok BKB.

·       Cara Memantau: Kader atau orang tua mencentang tugas perkembangan sesuai dengan kelompok usia anak pada kartu KKA.

Sesi Kegiatan Reproduksi

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0