Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita
Deskripsi
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita merupakan
aktivitas inti di Posyandu dan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) untuk
memastikan anak tumbuh optimal dan terhindar dari risiko stunting. Meskipun
sering dianggap sama, Pertumbuhan dan Perkembangan memiliki indikator yang
berbeda.
1. Pemantauan Pertumbuhan (Aspek Fisik)
Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur dengan
angka). Hal ini berkaitan dengan perubahan ukuran fisik anak.
·
Indikator Utama:
o
Berat Badan (BB): Indikator utama untuk melihat status
gizi saat ini.
o
Tinggi/Panjang Badan (TB/PB): Indikator untuk melihat
status gizi masa lalu (deteksi stunting).
o
Lingkar Kepala: Indikator pertumbuhan otak.
·
Alat Pantau: Kartu Menuju Sehat (KMS) di dalam Buku KIA.
·
Tanda Bahaya (Red Flags):
o
Berat badan tidak naik (T) atau grafik turun di bawah
garis merah.
o
Grafik TB/PB berada di bawah standar deviasi -2
(pendek/stunting).
2. Pemantauan Perkembangan (Aspek Fungsi)
Perkembangan bersifat kualitatif. Hal ini berkaitan
dengan peningkatan kemampuan struktur dan fungsi tubuh (kecerdasan, gerak, dan
emosi).
·
Indikator Utama (4 Aspek):
1. Gerak Kasar:
Berjalan, berlari, melompat.
2. Gerak Halus:
Menggambar, menjumput benda kecil, menyusun balok.
3. Bicara &
Bahasa: Meniru suara, menyebut kata, mengikuti instruksi.
4. Sosialisasi
& Kemandirian: Berpakaian sendiri, bermain dengan teman, mencuci tangan.
·
Alat Pantau: Kartu Kembang Anak (KKA) yang digunakan di
kelompok BKB.
·
Cara Memantau: Kader atau orang tua mencentang tugas
perkembangan sesuai dengan kelompok usia anak pada kartu KKA.