Gambaran Umum
|
I. TAPAK TILAS
Secara administratif Desa Candimulyo merupakan bagian dari 19 desa dan 2 kelurahan di kecamatan Kertek atau salah satu dari 236 desa dan 29 kelurahan di kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah dengan kode pos 56371 dan kode wilayah 33.07.08.017. Desa-desa di Indonesia diklasifikasikan berdasarkan tingkat kemajuan dan kemandiriannya. Salah satu klasifikasi yang umum adalah berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) di mana desa dikategorikan menjadi:
Desa Sangat Tertinggal (Nilai IDM: 0 - 0.4999) Desa Tertinggal (Nilai IDM: 0.50 - 0.5999) Desa Berkembang (Nilai IDM: 0.60 - 0.6999) Desa Maju (Nilai IDM: 0.70 - 0.7999) Desa Mandiri (Nilai IDM: 0.80 - 1.0000) Desa Mandiri adalah klasifikasi tertinggi, mencerminkan kemajuan dan kemandirian yang optimal di berbagai sektor. Sementara itu, Desa Candimulyo melalui inisiatif Kampung KB Abhinaya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan bergerak menuju klasifikasi yang lebih tinggi, fokus pada pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Kemendesa PDTT, Berikut ini potret klasifikasi kemajuan dan kemandirian Desa Candimulyo:
Ledakan eksponensial yang luar biasa! Hanya dalam waktu tujuh tahun, Kampung Keluarga Berkualitas Abhinaya berhasil mewujudkan impian besar. Bertransformasi dari status Desa Tertinggal menjadi Desa Mandiri. Pencapaian dramatis ini menempatkannya pada tingkatan desa tertinggi menurut skor Indeks Desa Membangun (IDM) Kemendesa PDTT. Predikat Desa Mandiri didefinisikan sebagai sebuah entitas yang memiliki ketersediaan dan akses yang sangat baik terhadap enam pilar utama: layanan dasar, kegiatan sosial, kegiatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, aksesibilitas dan administrasi pemerintahan.
Skor Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2024
(Sumber: idm.kemendesa.go.id) II. PROFIL SINGKATBerdasarkan etimologi, nama Candimulyo berasal dari bahasa Jawa, terdiri dari kata "Candi" dan "Mulyo". "Candi" adalah istilah dalam Bahasa Indonesia yang merujuk pada bangunan keagamaan, tempat ibadah peninggalan purbakala dari peradaban Hindu-Buddha abad ke-5 di Pulau Jawa. Kata "Candi" sendiri berasal dari "Candika", nama perwujudan Mahadewi Durga yang dikenal sebagai dewi kekuatan, perlindungan, dan keberanian. Sementara itu, "Mulyo" berasal dari bahasa Sanskerta dengan akar kata "mulya" yang bermakna mulia atau bahagia. "Mulyo" juga memiliki arti lain seperti subur, makmur, dan sejahtera. Makna "Mulyo" dalam nama Candimulyo dapat diartikan secara luas, mencakup kemuliaan, kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan, serta kesuksesan. Secara terminologi atau istilah, Candimulyo adalah sebuah tempat yang mulia, tempat yang disucikan dengan keadaan alam yang subur, makmur dan penghuninya sejahtera. Desa Candimulyo sendiri secara umum adalah nama sebuah desa yang terletak di kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Berada di lereng selatan Gunung Sindoro atau tepatnya diapit dua gunung yaitu Gunung Sindoro yang terletak di sebelah utara dan Gunung Sumbing yang terletak di sebelah timur. III. PENCANANGAN
"Mari bersama suluh masa depan gemilang! --- Sambutan Kepala Desa (2017) --- Sementara itu, Desa Candimulyo dicanangkan sebagai Kampung Keluarga Berencana pada tanggal 19 Juli 2017. Dalam konsep lama, program ini disebut Kampung Keluarga Berencana, dan berdasarkan Surat Edaran Kemendagri No. 843.4/2879/SJ tanggal 15 April 2020 Kampung Keluarga Berencana telah berubah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Desa Candimulyo sendiri pada saat awal dicanangkan dengan nama Kampung Keluarga Berencana Candiroto (masih berorientasi pada satu dusun) dan pada tahun 2020 berubah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas Abhinaya dengan konvergensi tingkat desa. IV. NAMA ABHINAYANama Abhinaya dipilih sebagai nama kampung KB desa Candimulyo merupakan resapan slogan desa Candimulyo, dimana slogan desa yang bersumber dari 4 akar kata bahasa sansekerta yang menjadi perwujudan dari 4 simbol dusun yang berada di lereng gunung Sindoro dan gunung Sumbing yaitu Dusun Madukoro, Candiroto, Kalikuto dan Gondang. Permaknaan simbol Adyatma adalah (Spiritualitas), Abhirama (Menyenangkan), Abhinaya (Semangat), Abhipraya (Harapan). Kata Abhinaya merupakan serapan semboyan desa Candimulyo “Dharma Satya Abhinaya Jaya” yang memiliki arti “Pengabdian yang berpegang teguh dengan semangat kejayaan”. Secara etimologi kata Abhinaya (Sansekerta) berarti “Semangat”.
"Para sarjana desa, putra-putri terbaik desa..! --- Sambutan Ketua Kampung KB --- V. GEOGRAFISDesa Candimulyo terletak di daerah dataran tinggi yang sejuk, tepatnya di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Curah hujan di wilayah ini cukup tinggi, mendukung kesuburan tanahnya. Secara geografis, desa ini terletak pada koordinat 7° 21’45” LS - 109° 59’15” BT. Berikut adalah data detail geografis:
VI. LOGO
1. Hijau 2. Ungu 3. Kuning 4. Biru 5. Merah Logo ini merepresentasikan bahwa awal dari sebuah keharmonisan keluarga adalah perencanaan yang didukung dengan spiritualitas, optimisme, semangat mencapai tujuan, dan lingkungan yang mendukung. VII. INOVASIKampung KB Abhinaya mengadopsi pendekatan Problem-Driven Innovation (PDI), sebuah metode yang berfokus pada pemecahan masalah spesifik yang dihadapi masyarakat Desa Candimulyo. Melalui pemetaan masalah umum dan spesifik, Kampung KB Abhinaya mengkaji landasan teoritis dan empiris untuk merancang solusi dan inovasi. Hasilnya adalah 25 program inovasi yang dikelompokkan dalam empat bidang. Keempat klasifikasi ini kami narasikan kedalam tema: MENYULUH MASA DEPAN - LANGKAH DESA DI LERENG GUNUNG SINDORO MENUJU KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS.
1. Empat (4) Inovasi Penyediaan Data dan Dokumen Kependudukan 2. Tujuh (7) Inovasi Perubahan Perilaku Keluarga 3. Tujuh (7) Inovasi Peningkatan Cakupan Layanan dan Rujukan 4. Tujuh (7) Inovasi Peningkatan Lingkungan Keluarga dan Masyarakat Berikut ini 25 Program Inovasi Kampung KB Abhinaya Desa Candimulyo yang kami sajikan dalam bentuk eBook: VIII. 1000 INTERVENSISetelah dicanangkan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas, Kampung KB Abhinaya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui sinergitas para pemangku kepentingan / lintas sektor dengan berbagai kegiatan yang terintegrasi meliputi pelayanan, pembangunan, pembinaan, pemberdayaan, dan partisipasi masyarakat. Rencana yang bagus tentu membutuhkan implementasi yang optimal dan evaluasi yang terukur untuk memastikan keberhasilan program. Pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) digunakan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program, sebagaimana tercermin dalam 1000 intervensi yang telah dilaksanakan di Kampung KB Abhinaya berikut ini: IX. BUKU PROFIL"Buku profil ini bukan sekedar dokumentasi atau kumpulan angka dan data. "MEMBANGUN MIMPI DI LERENG GUNUNG SINDORO: TRANSFORMASI DESA TERTINGGAL MEWUJUDKAN DESA MANDIRI" Buku profil ini mengisahkan perjalanan Kampung KB Abhinaya Desa Candimulyo, dari status desa tertinggal pada tahun 2017 hingga berhasil bertransformasi menjadi desa mandiri pada tahun 2024. Disusun sebagai dokumentasi, publikasi, dan sumber motivasi, karya ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bersama. X. EPILOG
Dulu... Kakek sering bercerita tentang desa Candimulyo tempo doeloe. Sebuah desa yang subur, namun menyimpan lara. Rumah-rumah berdinding bambu dan beratap rumbia, tanpa sanitasi yang layak. Air bersih adalah barang mewah—setiap pagi, warga berjalan jauh ke waduk, menggendong ember dan harapan. Hanya segelintir rumah yang diterangi cahaya listrik, sementara malam diisi oleh gemericik lampu minyak. Keluarga-keluarga besar dengan sepuluh anak, tapi perut kerap keroncongan. Ibu-ibu melahirkan di tangan dukun beranak, tak sedikit nyawa yang melayang. Anak-anak lebih akrab dengan cangkul daripada buku, banyak yang menikah setelah lulus SD. "Banyak anak, banyak rezeki," kata Kakek. Tapi kami tahu, itu mantra usang yang justru membelenggu desa ini dalam lingkaran kemiskinan. Kemudian... Kata bapak, angin perubahan mulai berhembus dengan kedatangan program KB. Awalnya, desas-desus penuh keraguan menyelimuti desa: "Ini mau ngatur-atur jumlah anak kita!" "Ini bertentangan dengan adat!" bisik sebagian warga dengan raut kecurigaan. Namun tetesan air mampu mengikis batu. Perlahan tapi pasti, kesadaran tampak mulai tumbuh. Sekarang... Candimulyo bukan lagi desa tertinggal. Baru saja, di tahun 2025, kami menyabet gelar Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik se-Jawa Tengah bahkan Juara Nasional. Sekarang, kami jadi contoh—bukti bahwa perubahan bukanlah dongeng. Di Posyandu, setiap anak punya buku catatan: tak hanya berisi grafik tinggi badan, tapi juga coretan cita-cita. Kader-kader KB adalah pahlawan tanpa jubah, rela door to door mengingatkan imunisasi atau mengajak remaja ikut Generasi Berencana. Listrik menjangkau setiap sudut, air bersih mengalir deras, dan sekolah ramai dengan tawa anak-anak yang punya pilihan. Untuk Cucu Kami... Inilah surat cinta dari Candimulyo. Kami tak lagi mewariskan kemiskinan, tapi warisan berharga, yakni ilmu, kemandirian dan harapan. Suatu hari nanti, ketika kau membaca surat ini, kami ingin kau tahu, perubahan besar selalu dimulai dari hal kecil. Kami berhasil mengubahnya dari desa Tertinggal pada tahun 2017 mewujudkan desa Mandiri di tahun 2024. Dari sebuah desa di lereng gunung Sindoro, dari satu keluarga, dari keputusan sederhana untuk berkata, "Dua anak, cukup."
XI. PENCAPAIANKeberhasilan Kampung KB Abhinaya di Desa Candimulyo tercermin dari peningkatan dan kemajuan desa di berbagai bidang, antara lain:
XII. ESAIKampung KB Abhinaya, sebuah inisiatif yang lahir dari semangat "Menulis Demi Generasi Literat," mewujudkan trilogi pena sebagai sumbangsih kami dalam Pokja. Melalui esai ini, kami merangkai pergerakan catatan, sebuah surat cinta kepada generasi mendatang, yang bermula dari pengalaman dan refleksi kami di Kampung KB, tempat di mana cita-cita literasi tumbuh subur dan bersemi untuk membentuk masa depan yang lebih cerah. XIII. BEST PRACTICEBest practice Bunda PAUD di Kampung KB Abhinaya Candimulyo terwujud dalam sinergi harmoni yang mengubah cetak biru perencanaan menjadi denyut nadi kehidupan. Jika Kampung KB menyediakan pondasi dan kerangka kerja yang terpadu untuk ketahanan keluarga—mulai dari data stunting hingga edukasi pra-nikah—maka Bunda PAUD adalah katalisator emosional dan pelaksana lapangan yang memastikan kerangka itu bernyawa. Melalui sentuhan kasih Bunda PAUD, program Holistik Integratif (HI) diimplementasikan secara nyata: memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi, stimulasi dini, dan rasa aman, yang semuanya dikurasi berdasarkan data yang disiapkan oleh Kampung KB. Sinergi ini tidak hanya berhenti pada pendidikan formal, melainkan merajut jejaring parenting yang kuat, menjadikan Abhinaya sebagai laboratorium nyata di mana investasi terbaik untuk masa depan bangsa dimulai dari memastikan setiap anak tumbuh optimal, dibekali cinta, ilmu, dan lingkungan yang suportif sejak usia dini. XIV. PENGHARGAANKampung Keluarga Berkualitas Abhinaya telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan membawa desa Candimulyo meraih berbagai penghargaan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.
TINGKAT NASIONAL
TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH
TINGKAT KABUPATEN WONOSOBO
TINGKAT KECAMATAN KERTEK
XV. PLATFORM MEDIA
Transparansi Informasi PublikDesa Candimulyo – memanfaatkan berbagai platform media digital untuk menyampaikan fragmen program kegiatan sebagai sarana edukasi, sosialisasi advokasi dan intervensi program. Dengan penggunaan media ini, kami membangun sinergitas dan aksesibilitas publik yang maksimal.
Laporan Kinerja Digital & Atensi Publik (28 Hari Terakhir)
Kanal TV Desa: Dokumentasi & Arsip
▶ LAYAR UTAMA: LIPUTAN TERBARU (ALL SERIES)
Jejaring Digital & Media Sosial
© 2026 Kampung KB Abhinaya Desa Candimulyo - Wonosobo |
.jpg)
