Gambaran Umum
GAMBARAN UMUM
KAMPUNG KB “ MEPOKOASO”
KELURAHAN AROMBU KECAMATAN UNAAHA
A. BATAS WILAYAH
|
Batas |
Desa/kelurahan |
Kecamatan |
|
Sebelah utara |
Kel. Tumpas |
Unaaha |
|
Sebelah selatan |
Desa Anggopiu |
Uepai |
|
Sebelah timur |
Kel. Latoma |
Unaaha |
|
Sebelah barat |
Kel. Puunaha |
Unaaha |
Secara administratif Kelurahan Arombu kecamatan unaaha terbagi menjadi 4 RW dan 10 RT
B. Demografi dan Keluarga Berencana
Berdasarkan hasil evaluasi Data basis dari sumber pendata IMP "Sub PPKBD dengan di dukung data pemangku wilayah RW dan RT kelurahaan Arombu dan merupakan sasaran cakupan Tercatat sebanyak : 4 RW dan 10 RT dan tercatatat jumlah KK : 475 KK dengan jumlah jiwa : 1825 jiwa laki-laki : 911 jiwa perempuan : 914. jumlah WUS ( wanita Usia Subur) : 312 jiwa dan PUS ( pasaangan Usia subur) : 302 Jiwa.
C. Potensi dan Sumber Daya
Dalam rangka pelaksaan kegiatan program pembangunan di wilayah kampung KB khususnya, maka terkait dengan potensi atau sumber daya baik yang menyangkut sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat berpengaruh terhadap kelancaran program pembangunan.
Untuk mendukung lancarnya kegiatan program KKBPK
dan pembangunan lainnya di Kampung KB sangat ditentukan oleh adanya factor
pendukung dari lintas sektor pemerintah dan non pemerintah di wilayah
kampung KB Mepokoaso ini sangat termotifasi dengan adanya dukungan dari
berbagai pihak
1) Adanya IMP PPKBD dan Sub PPKB
2) Adanya penyuluh KKBPK
3) Adanya Bidan Desa
4) Adanya poktan (BKB, BKR, BKL,)
5) Adanya dukungan OPD
terkait
6 ) Adanya Sekolah (SD dan TK/PAUD)
7 ) Adanya Posyandu
Adapun sasaran Kampung KB Mepokoaso adalah :
1. Sasaran
Langsung
a. Keluarga
b. Pasangan
Usia Subur
c. Masyarakat
d. Balita,
Remaja, Lansia
2. Sasaran
Tidak Langsung
a. Tokoh
masyarakat
b. Organisasi
c. Petugas
Lapangan
Visi
Kampung KB Mepokoaso
“mewujudkan Masyarakat yang sehat, tertib, dan sejahtera dalam membina keluarga dan lingkungan.
Misi
kampung KB Mepokoaso
1. 1) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya program KB
2. 2) kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan sosial, penyuluhan dan pelatihan yang terarah dan berkesinambungan.
3. 3) ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya