Musyawarah Desa Kampung KB
UTAMA MANDIRI KELURAHAN JENGGOT
Dipublikasi pada
30 January 2019
Deskripsi
1. Pengisian materi dari narasumber :- Lurah berkaitan Inovasi Teknologi Informasi di kampung KB
.
“Kami berharap melalui kampung KB, akan ada perencanaan aplikasi berbasis android yang masyarakatnya dapat memperbarui datanya sendiri. Ketika ada yang melahirkan bisa langsung mengisi data berbasis android untuk membuat dokumen seperti akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) atau fitur semacam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) digital.
- Koordinator Penyuluh KKBPK berkaitan Perbandingan MKJP dengan metode lain
.
Efektivitasnya lebih tinggi dibanding metode lain
MKJP berupa IUD dan Implan merupakan metode kontrasepsi yang efektivitasnya paling tinggi, sehingga sangat cocok untuk peserta KB yang ingin menjarakkan kehamilan atau tidak ingin punya anak lagi. Efektivitas Implan mencapai 99,95% sedangkan efektivitas IUD mencapai 99,2-99,4%
Pengembalian kesuburan cepat
MKJP cocok untuk peserta KB yang ingin menjarakkan kehamilan, karena peserta KB akan mudah hamil setelah IUD atau Implan dicopot. Di sisi lain, peserta KB yang menggunakan Suntik KB harus menunggu beberapa bulan hingga kesuburannya kembali seperti semula.
Tidak mengganggu produksi ASI
IUD dan Implan sangat cocok digunakan oleh ibu menyusui, karena tidak akan mengganggu kualitas dan volume ASI sehingga memudahkan ibu untuk menyusui eksklusif anaknya.
- Penyuluh KB berkaitan Sinergitas UPPKS dengan Kampung KB.
Kampung KB sebenarnya dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program KKBPK guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan dan mengaflikasikan 8 (delapan) fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat.Dengan demikian kegiatanyang dilakukan pada Kampung KB tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi, akan tetapi merupakan sebuah program pembangunanterpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya, sehingga wadah Kampung KB ini dapat kita jadikan sebagai wahana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam program yang mengarah pada upaya merubah sikap, prilaku dan cara berfikir ( mindset ) masyarakat kearah yang lebih baik, sehingga kampung yang tadinya tertinggal dan terbelakang dapat sejajar dengan kampung-kampung lainnya, masyarakat yang tadinya tidak memiliki kegiatan dapat bergabung dengan poktan-poktan yang ada, keluarga yang tadinya tidak memiliki usaha dapat bergabung menjadi anggota UPPKS yang ada.
Sesi Kegiatan Keagamaan