Kegiatan Pemantauan Jentik
Deskripsi
Kegiatan ini bertujuan untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemeriksaan sarang nyamuk di bak mandi, tempat penampungan air, serta barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) secara mandiri guna menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit berbasis lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Sub PPKBD (Sub KB), Kader Pos KB, petugas sanitasi dari Puskesmas, serta para kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di wilayah setempat. Kehadiran kader lini lapangan KB dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga ketahanan kesehatan keluarga, di mana lingkungan yang sehat merupakan syarat mutlak bagi tumbuh kembang anggota keluarga yang optimal.
Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta menjadi lebih waspada dan teliti dalam mengidentifikasi tempat-tempat yang seringkali luput dari perhatian sebagai sarana berkembang biaknya jentik nyamuk. Masyarakat kini memahami perbedaan antara jentik nyamuk biasa dengan jentik nyamuk pembawa penyakit, serta mengetahui cara penanganan yang tepat seperti penggunaan abstraksi (bubuk abate) pada penampungan air yang sulit dikuras. Secara jangka panjang, peserta menjadi "Jumantik Mandiri" di rumah masing-masing, yang tidak hanya mengandalkan pemeriksaan dari petugas, tetapi secara rutin melakukan pembersihan mandiri demi melindungi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia, dari risiko gigitan nyamuk berbahaya.
Kegiatan ini terlaksana dikarenakan usaha yang dilakukan oleh Ibu Sub KB dan Kader Pos KB dalam mengadvokasi/membuat proposal/mengajak pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama turun ke lapangan melakukan inspeksi dari rumah ke rumah. Para kader berperan aktif dalam memberikan edukasi persuasif kepada warga agar bersedia membukakan pintu rumahnya untuk dilakukan pemeriksaan tanpa merasa terganggu, melainkan merasa terbantu dengan adanya pengawasan kesehatan ini.
Sehingga dengan bantuan/fasilitasi dari Pemerintah Desa berupa penyediaan senter pemeriksaan, bubuk abate, serta dukungan operasional untuk tim pemantau jentik, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan terjadwal hingga ke area yang sulit dijangkau.
Kegiatan ini terlaksana dengan antusias peserta cukup baik. Hal ini terlihat dari keterbukaan warga dalam menerima saran dari petugas, keaktifan warga dalam menanyakan cara-cara pencegahan DBD yang efektif, serta komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan agar angka bebas jentik (ABJ) di wilayah ini terus meningkat dan mencapai target yang diharapkan.